ISI PADANGPANJANGISI PADANGPANJANG
V-art: Journal of Fine ArtV-art: Journal of Fine ArtGlobalization and cultural modernization have weakened the internalization of local character values, particularly among younger generations. This condition highlights the need for contextual and participatory character education rooted in community traditions. The Tampomas Festival in Banjarnegara exemplifies a cultural event in which visual arts serve as a sociological medium, from a symbolic interactionist perspective, for representing character education values and promoting social cohesion through community social practices. These are manifested in stage decorations, costumes, procession attributes, and traditional artworks rich in symbolic meaning. This study examines the role of the visual arts in the Tampomas Festival as a sociological tool for representing values of character education. This research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through field observations during festival preparation and implementation, interviews with local artists, organizers, community leaders, and youth, and visual documentation, including photographs and festival archives. Data analysis involved data reduction, thematic categorization, and interpretive analysis grounded in the sociology of art and symbolic interactionism. The findings reveal that visual art elements at the Tampomas Festival function not only as aesthetic expressions but also as symbolic communication that conveys values such as cooperation, responsibility, religiosity, discipline, and appreciation of local culture. Colors, forms, and traditional motifs are collectively interpreted and contribute to shaping social meaning and cultural identity in Banjarnegara. The study concludes that visual arts within the Tampomas Festival serve as an effective medium for culture-based character education in a non-formal context while strengthening social cohesion through community participation and intergenerational collaboration.
Visual arts in the Tampomas Festival function as both aesthetic expressions and strategic social practices, strengthening social integration, shaping cultural identity, and instilling character education values within the Banjarnegara community.The festivals visual symbols embody social meanings and cultural identities formed through collective experiences, serving as symbolic capital that affirms Banjarnegaras cultural identity.Ultimately, the Tampomas Festival integrates aesthetics, social interaction, and character education, positioning visual arts as a social force capable of bridging cultural preservation, identity formation, and the sustainable strengthening of character within the community.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana partisipasi aktif dalam kegiatan seni visual di Tampomas Festival memengaruhi perkembangan moral dan karakter pada generasi muda secara longitudinal. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan festival serupa di daerah lain untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam pemanfaatan seni visual sebagai media pendidikan karakter berbasis budaya. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai peran seni visual dalam memperkuat identitas lokal dan mempromosikan toleransi antar budaya di tengah arus globalisasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai potensi seni visual sebagai alat untuk melestarikan nilai-nilai budaya, memperkuat kohesi sosial, dan membentuk karakter generasi penerus. Dengan demikian, seni visual tidak hanya dipandang sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mampu berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang berkarakter dan berbudaya.
| File size | 1.11 MB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
JELEJELE Subdimensi tersebut meliputi spiritualitas dalam praktik keagamaan, moralitas pribadi, moralitas sosial, moralitas lingkungan, dan moralitas kewarganegaraan.Subdimensi tersebut meliputi spiritualitas dalam praktik keagamaan, moralitas pribadi, moralitas sosial, moralitas lingkungan, dan moralitas kewarganegaraan.
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pendidikan Islam dalam kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Membangun Karakter di Era DigitalPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pendidikan Islam dalam kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Membangun Karakter di Era Digital
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Selain itu, bernyanyi membantu anak dalam melafalkan kosakata dengan benar sekaligus melatih keterampilan verbal mereka. Kreativitas guru dalam menciptakanSelain itu, bernyanyi membantu anak dalam melafalkan kosakata dengan benar sekaligus melatih keterampilan verbal mereka. Kreativitas guru dalam menciptakan
UKSWUKSW Temuan ini memperkuat keutamaan media audio-visual sebagai inovasi pembelajaran karakter di sekolah dasar; di sisi lain, keterampilan guru dalam mengelolaTemuan ini memperkuat keutamaan media audio-visual sebagai inovasi pembelajaran karakter di sekolah dasar; di sisi lain, keterampilan guru dalam mengelola
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Melalui kegiatan ini, peserta dilatih untuk mengurangi kecemasan, meningkatkan kelancaran, memperjelas penyampaian pesan, dan membangun kepercayaan diri.Melalui kegiatan ini, peserta dilatih untuk mengurangi kecemasan, meningkatkan kelancaran, memperjelas penyampaian pesan, dan membangun kepercayaan diri.
STAI TBHSTAI TBH SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum merdeka belajarSMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum merdeka belajar
UIRUIR Temuan ini memberikan wawasan tentang potensi peran nilai-nilai agama dalam memberikan ketahanan mental bagi generasi milenial dalam menghadapi tantanganTemuan ini memberikan wawasan tentang potensi peran nilai-nilai agama dalam memberikan ketahanan mental bagi generasi milenial dalam menghadapi tantangan
UIRUIR Metode deskriptif analitis digunakan untuk menganalisis konsep-konsep Ibnu Sina terkait pendidikan anak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Ibnu SinaMetode deskriptif analitis digunakan untuk menganalisis konsep-konsep Ibnu Sina terkait pendidikan anak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Ibnu Sina
Useful /
DINIYAHDINIYAH Kesimpulan yang dihasilkan adalah bahwa pelaksanaan program Kampung KB di Desa Semelinang Darat masih belum optimal, dapat dilihat dari sasaran yang belumKesimpulan yang dihasilkan adalah bahwa pelaksanaan program Kampung KB di Desa Semelinang Darat masih belum optimal, dapat dilihat dari sasaran yang belum
JELEJELE Hasil menunjukkan bahwa korelasi antara kedua variabel tidak signifikan secara statistik (r = -0.meskipun self-efficacy dianggap sebagai faktor pentingHasil menunjukkan bahwa korelasi antara kedua variabel tidak signifikan secara statistik (r = -0.meskipun self-efficacy dianggap sebagai faktor penting
CAHAYA ICCAHAYA IC Modul pengajaran Kurikulum Merdeka mengenai materi kimia hijau untuk kelas X (Phase E) hanya sampai tahap pengembangan dan dinyatakan sangat valid denganModul pengajaran Kurikulum Merdeka mengenai materi kimia hijau untuk kelas X (Phase E) hanya sampai tahap pengembangan dan dinyatakan sangat valid dengan
CAHAYA ICCAHAYA IC Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru-guru di Mantikulore District menunjukkan kompetensi yang patut dipuji dalam memberikan bimbingan dan memfasilitasiPenelitian ini menyimpulkan bahwa guru-guru di Mantikulore District menunjukkan kompetensi yang patut dipuji dalam memberikan bimbingan dan memfasilitasi