UPIUPI

JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangJAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang

Komunikasi dwibahasa, seperti penerjemahan, menghasilkan peristiwa linguistik akibat interaksi dua bahasa atau lebih. Interferensi bahasa adalah salah satu konsekuensi kontak bahasa. Penelitian ini meneliti dampak tata bahasa Indonesia terhadap penerjemahan klausa relatif dalam komik Jepang untuk mengidentifikasi jenis‑jenis kesalahan gramatikal. Penelitian juga menganalisis interferensi morfologis dan sintaksis pada tingkat frasa sebagai hasil terjemahan responden serta menyelidiki penyebabnya, kesulitan, dan strategi yang digunakan selama proses penerjemahan, khususnya pada klausa relatif dalam komik Jepang. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui perekaman dan analisis hasil ujian tengah semester penerjemahan komik bagi 56 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah penerjemahan dan interpretasi Jepang‑Indonesia (Honyaku‑Tsuyaku) tahun ketiga. Semua responden memiliki kemampuan JF Standard Japanese pada level B1. Kuesioner Google Form disebarkan untuk mengidentifikasi kesulitan dan strategi responden dalam menerjemahkan klausa relatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesalahan interferensi bahasa paling dominan, diikuti oleh kesalahan penghapusan kata, penambahan kata, pembentukan unsur kalimat yang keliru, dan penempatan komponen yang tidak tepat. Terdapat 30 hasil terjemahan yang tergolong Global Error dan 26 Local Error berdasarkan tingkat keparahan. Hasil kuesioner mengungkapkan kesulitan utama terletak pada penentuan bagian yang bersifat generalisasi, urutan bagian terjemahan, penerjemahan partikel penghubung klausa generalisasi, penentuan Subjek‑Predikat‑Objek‑Keterangan dalam kalimat, serta penerjemahan kata demonstratif yang mengikuti bagian generalisasi secara berurutan.

Analisis menunjukkan bahwa kesalahan terjemahan utama yang muncul pada responden bersifat grammatical, berupa interferensi morfologis pada pembentukan kata, termasuk kesalahan penerjemahan verba, adverbia, pronomina pribadi, pronomina penghubung, nomina, serta penanda waktu.Interferensi partikel juga terlihat, sedangkan interferensi fonologis dan leksikal tidak terdeteksi.dari total 56 terjemahan, 30 tergolong Global Error dan 26 Local Error.Berdasarkan kuesioner, kesulitan utama terletak pada penentuan bagian yang mengalami generalisasi, urutan bagian terjemahan, serta penerjemahan partikel penghubung, sementara strategi paling umum yang digunakan mahasiswa adalah memanfaatkan Google Translate dengan pengecekan ulang, disertai penggunaan gambar sebagai referensi dan penandaan S‑P‑O‑K sebelum menerjemahkan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana pelatihan eksplisit tentang penggunaan partikel Jepang memengaruhi pengurangan kesalahan interferensi pada penerjemahan klausa relatif, dengan menguji kelompok mahasiswa yang menerima instruksi khusus dibandingkan dengan kelompok kontrol; selanjutnya, studi dapat menginvestigasi peran konteks visual komik (misalnya panel gambar) dalam membantu mahasiswa menentukan struktur klausa relatif, menggunakan teknik pelacakan mata untuk mengukur fokus perhatian dan hubungannya dengan akurasi terjemahan; terakhir, pengembangan korpus komik Jepang berbahasa Indonesia yang teranotasi klausa relatif dapat diuji pada model terjemahan mesin untuk menilai kemampuan otomatis dalam menangani interferensi bahasa serta memberikan rekomendasi perbaikan bagi sistem terjemahan berbasis AI.

  1. Monitoring and Control in Language Production - Nazbanou Nozari, Jared Novick, 2017. monitoring control... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0963721417702419Monitoring and Control in Language Production Nazbanou Nozari Jared Novick 2017 monitoring control journals sagepub doi 10 1177 0963721417702419
Read online
File size758.34 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test