PHBPHB
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)Diabetes mellitus yang tidak terkontrol akan menyebabkan komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat stres pada pasien diabetes mellitus yang mengalami hiperglikemia. Desain penelitian menggunakan studi deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling purposive dengan kriteria inklusi kadar gula darah ≥250 mg/dL disertai penyakit komorbid seperti stroke, penyakit ginjal kronis (CKD), atau sindrom koroner akut dengan jumlah sampel 39. Instrumen yang digunakan adalah Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,72% responden mengalami stres sedang, 33,33% stres ringan, 12,82% stres berlebihan, dan 5,13% stres normal. Temuan ini menunjukkan bahwa stres sedang adalah tingkat stres dominan pada pasien dengan hiperglikemia. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh lama penyakit yang dialami oleh sebagian besar pasien, yang meningkatkan kesadaran mereka akan komplikasi potensial dan menyebabkan keterlibatan rutin dalam pengobatan untuk mencegah progresi penyakit. Oleh karena itu, diharapkan pasien diabetes dapat memantau kadar gula darah secara mandiri untuk mencegah komplikasi, yang pada akhirnya dapat mengurangi stres dan kecemasan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres pada individu dengan diabetes mellitus dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait.Stres psikologis sering muncul akibat penyakit yang berkepanjangan, rutinitas pengobatan yang tidak teratur, dan ketakutan menghadapi kondisi kesehatan.Kehadiran komorbiditas seperti penyakit ginjal kronis, penyakit arteri koroner, dan hipertensi juga berkontribusi pada beban emosional, terutama ketika pengobatan tidak dikelola secara konsisten.Usia juga memainkan peran signifikan dalam munculnya stres, terutama pada lansia yang mengalami penurunan fungsi fisik alami dan perubahan hormonal yang dapat meningkatkan sensitivitas emosional.Perbedaan gender, terutama pada wanita yang mengalami menopause, juga tampaknya mempengaruhi kerentanan terhadap komplikasi diabetes.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya perawatan medis rutin, kepatuhan terhadap pengobatan, dan manajemen gaya hidup dalam mengurangi stres dan mencegah komplikasi pada pasien dengan diabetes.Memperkuat pemahaman pasien tentang kondisinya, mendorong pemantauan diri yang konsisten, dan menciptakan lingkungan yang mendukung dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis dan hasil pengobatan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada intervensi berbasis bukti yang ditujukan untuk mengelola stres pada pasien dengan tingkat stres sedang dan overload. Program manajemen stres yang ditargetkan, seperti psychoeducation, teknik relaksasi, dan pelatihan keterampilan coping, dapat diintegrasikan ke dalam perawatan diabetes rutin untuk meningkatkan kesejahteraan emosional dan mencegah eskalasi stres. Selain itu, penting untuk memperkuat pemahaman pasien tentang kondisi mereka dan mendorong pemantauan diri yang konsisten. Dukungan sosial dan lingkungan yang mendukung juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan hasil pengobatan. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi hubungan antara stres dan kontrol glikemik, serta peran neuroendokrin dalam mengatur stres dan hiperglikemia.
- HUBUNGAN LAMA MENDERITA DM DENGAN TINGKAT STRES PADA PENDERITA DM DI UPTD PUSKESMAS PARLILITAN | JURNAL... doi.org/10.51544/jrh.v8i2.4741HUBUNGAN LAMA MENDERITA DM DENGAN TINGKAT STRES PADA PENDERITA DM DI UPTD PUSKESMAS PARLILITAN JURNAL doi 10 51544 jrh v8i2 4741
- FACTORS CAUSING STRESS IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS | Nursucita | Jambura Journal of Health Sciences... ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/article/view/10505FACTORS CAUSING STRESS IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS Nursucita Jambura Journal of Health Sciences ejurnal ung ac index php jjhsr article view 10505
- Clinicodemographic Profile and Outcomes of Type 2 Diabetes Mellitus in the Indonesian Cohort of DISCOVER:... doi.org/10.15605/jafes.038.01.10Clinicodemographic Profile and Outcomes of Type 2 Diabetes Mellitus in the Indonesian Cohort of DISCOVER doi 10 15605 jafes 038 01 10
| File size | 518.44 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMJ PremiumUMJ Premium Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi siswa mengenai penggunaan gadget yang lebih bijak serta mendorong aktivitas fisik dan pola makan yang lebihOleh karena itu, penting untuk mengedukasi siswa mengenai penggunaan gadget yang lebih bijak serta mendorong aktivitas fisik dan pola makan yang lebih
UMJ PremiumUMJ Premium Analisis yang dilakukan yaitu univariat dan bivariat (chi square). Hasil: Hasil uji statistik tidak menemukan hubungan bermakna antara kebiasaan konsumsiAnalisis yang dilakukan yaitu univariat dan bivariat (chi square). Hasil: Hasil uji statistik tidak menemukan hubungan bermakna antara kebiasaan konsumsi
UMJ PremiumUMJ Premium Populasi penelitian ini ialah siswi usia 16-18 tahun di SMAN 90 Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden dengan teknik purposive sampling. DataPopulasi penelitian ini ialah siswi usia 16-18 tahun di SMAN 90 Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden dengan teknik purposive sampling. Data
UMJ PremiumUMJ Premium Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat secara signifikan dipengaruhi oleh pola pangan harapan, tingkat kemiskinan,Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat secara signifikan dipengaruhi oleh pola pangan harapan, tingkat kemiskinan,
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Masalah yang sering ditemukan adalah kurangnya pemahaman pasien dan keluarga mengenai diabetes melitus serta ketidakpatuhan terhadap diet yang ketat, yangMasalah yang sering ditemukan adalah kurangnya pemahaman pasien dan keluarga mengenai diabetes melitus serta ketidakpatuhan terhadap diet yang ketat, yang
UNRAMUNRAM Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2025 dan diikuti oleh 10 kader dan 20 penderita diabetes mellitus. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatanKegiatan ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2025 dan diikuti oleh 10 kader dan 20 penderita diabetes mellitus. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh respondenJenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh responden
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Pandemi COVID-19 mengakibatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kurang optimal. Penderita Diabetes Mellitus tidak dapat memeriksakan diri pada kegiatanPandemi COVID-19 mengakibatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kurang optimal. Penderita Diabetes Mellitus tidak dapat memeriksakan diri pada kegiatan
Useful /
UPERTISUPERTIS Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer pada hari ke-0 (sebelum induksi aloksan), hari ke-7 setelah pemberian aloksan, dan pada hari ke-14 setelahKadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer pada hari ke-0 (sebelum induksi aloksan), hari ke-7 setelah pemberian aloksan, dan pada hari ke-14 setelah
UPERTISUPERTIS Penelitian menunjukkan bahwa masalah stres, kecemasan, dan depresi dapat mempengaruhi siklus menstruasi, menyebabkan berbagai gangguan, seperti dismenore,Penelitian menunjukkan bahwa masalah stres, kecemasan, dan depresi dapat mempengaruhi siklus menstruasi, menyebabkan berbagai gangguan, seperti dismenore,
JRTPPIJRTPPI Studi ini mendukung Teori Pole Pertumbuhan tetapi menunjukkan ketidakmerataan dampak pada tingkat komunitas mikro, sejalan dengan Struktural Fungsionalisme.Studi ini mendukung Teori Pole Pertumbuhan tetapi menunjukkan ketidakmerataan dampak pada tingkat komunitas mikro, sejalan dengan Struktural Fungsionalisme.
UPIUPI dari total 56 terjemahan, 30 tergolong Global Error dan 26 Local Error. Berdasarkan kuesioner, kesulitan utama terletak pada penentuan bagian yang mengalamidari total 56 terjemahan, 30 tergolong Global Error dan 26 Local Error. Berdasarkan kuesioner, kesulitan utama terletak pada penentuan bagian yang mengalami