UPERTISUPERTIS

Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Helath Journal)Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Helath Journal)

Permasalahan yang terjadi saat ini adalah terkait dengan kesehatan mental remaja dan gangguan siklus menstruasi. Terdapat 90% remaja Gen Z mengalami permasalahan kesehatan mental (gangguan kecemasan, stres, depresi, dll) yang berdampak pada gangguan siklus menstruasi (dismenore, menorrhagia, metorrargia, dll). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan kesehatan mental dengan gangguan siklus menstruasi Remaja Gen Z di SMAN 1 Rancaekek. Studi ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 69 remaja putri yang dipilih proporsionat random sampling. Identifikasi terhadap kesehatan mental remaja menggunakan instrument SRQ-29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapah hubungan antara kesehatan mental dengan gangguan menstruasi yang dialami remaja putri dengan nilai p=0,017. maka terdapat hubungan antara mental health remaja Gen Z dengan kejadian gangguan menstruasi. Kesimpulan: Kesehatan mental yang tidak stabil atau terganggu dapat mempengaruhi kesehatan fisik seperti gangguan menstruasi.

Terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental remaja dan gangguan siklus menstruasi.Remaja dengan keterampilan koping yang baik dan manajemen stres yang efektif cenderung mengalami siklus menstruasi yang lebih normal.Hubungan antara kesehatan mental dan gangguan menstruasi telah menjadi subjek penelitian yang semakin menarik perhatian, terutama di kalangan remaja.Penelitian menunjukkan bahwa masalah stres, kecemasan, dan depresi dapat mempengaruhi siklus menstruasi, menyebabkan berbagai gangguan, seperti dismenore, oligomenore (menstruasi tidak teratur), dan amenore (tidak mengalami menstruasi).Stres psikologis dapat menyebabkan perubahan hormon yang memengaruhi keseimbangan hormonal yang penting untuk siklus menstruasi yang normal.Kecemasan dan depresi juga dapat meningkatkan risiko gangguan menstruasi.Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan kebiasaan sehat untuk mendukung kesehatan mental dan fisik remaja.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan mengurangi gangguan menstruasi pada remaja. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan kesehatan mental dan siklus menstruasi remaja selama periode waktu yang lebih lama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara kesehatan mental dan berbagai aspek kesehatan reproduksi remaja, termasuk gangguan menstruasi lainnya seperti amenore dan hipermenorea. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara kesehatan mental dan kesehatan reproduksi pada remaja, serta membantu mengembangkan strategi intervensi yang komprehensif untuk mendukung kesehatan mental dan reproduksi remaja.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified salnesia.id/kepo/article/view/307One moment please one moment please wait request verified salnesia kepo article view 307
Read online
File size274.91 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test