UM PalembangUM Palembang

BISASTRABISASTRA

Pantun merupakan karya sastra lama yang perlu dilestarikan. Pelestariannya dapat dilakukan dengan memasukkan pantun tersebut ke dalam buku pelajaran di sekolah. Salah satu buku pelajaran yang melestarikan pantun adalah buku Bahasa Indonesia 4: untuk SD dan MI Kelas IV Karya Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Melalui pantun ini pula dapat dimasukkan pembinaan watak atau karakter siswa, atau pengajaran yang berdimensi moral. Untuk itu, dalam tulisan ini akan mendeskripsikan pantun-pantun apa saja dan penanaman nilai-nilai karakter apa saja yang terdapat pada buku tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik analisis data digunakan analisis isi. Hasil yang di dapat berupa 7 buah pantun yang terdapat pada halaman 77, halaman 90, halaman 103, halaman 107, halaman 115, halaman 122, dan halaman 123. Pantun halaman 77, 107, 155, 122, dan 123 merupakan pantun nasihat. Sedangkan pantun halaman 90 dan 103 merupakan pantun gembira. Penanaman nilai-nilai karakter pada pantun-pantun tersebut yakni gemar membaca, rasa kasih sayang, cinta damai, rasa tanggung jawab, baik dan rendah hati, hormat dan santun, pertemanan, jujur, disiplin, kerja keras dan pantang menyerah.

Pengajaran sastra di sekolah dapat meningkatkan kesadaran dan menghidupkan kembali kesenian tradisional serta memperkenalkannya kepada anak-anak.Melalui pembelajaran sastra yang berdimensi moral, nilai‑nilai karakter dapat ditanamkan secara efektif, sehingga mendukung pembentukan generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.Penempatan pantun dalam buku Bahasa Indonesia kelas IV berperan penting dalam pelestarian pantun sekaligus sebagai media penanaman pendidikan karakter.

Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga hal utama. Pertama, melakukan penelitian kuantitatif yang menguji dampak penggunaan pantun sebagai media penanaman pendidikan karakter terhadap perubahan perilaku dan sikap siswa kelas IV, misalnya dengan desain eksperimen pra‑dan pasca intervensi serta instrumen observasi atau kuesioner. Kedua, membandingkan efektivitas pantun dengan bentuk sastra lain seperti cerita pendek atau puisi dalam menyampaikan nilai‑nilai karakter, sehingga dapat diketahui mana yang lebih mampu memotivasi siswa untuk menginternalisasi nilai moral. Ketiga, merancang dan menguji modul pembelajaran yang menggabungkan pantun dengan media digital interaktif (misalnya aplikasi seluler atau permainan edukatif) untuk melihat bagaimana peningkatan interaktivitas memengaruhi motivasi belajar dan retensi nilai karakter pada anak. Semua studi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang strategi pembelajaran sastra yang paling efektif dalam konteks pendidikan karakter di sekolah dasar.

Read online
File size146.71 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test