STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Perkembangan zaman akan terus maju, dan hal ini juga akan mempengaruhi budaya ataupun tradisi. Berbagai pandangan yang menjadikan pula keunikan, kekhasan, bahkan nilai dan makna dalam kebudayaan setiap daerah juga terancam mengalami suatu perubahan atau pergeseran makna. Tidak terlepas dari itu, yang seharusnya apa yang menjadi makna atau tujuan budaya tersebut hendaknya tetap dipertahankan. Berbicara soal kebudayaan atau konteks, maka bagaimana sebuah konteks itu akan dipandang dari suatu perspektif salah satu model kontekstual yaitu “Model Budaya Tandingan yang akan melihat bagaimana tradisi Ma‟pasilaga Tedong di Toraja yang memiliki perubahan makna akan dimurnikan melalui suatu perspektif Stephen Bevans dengan modelnya “budaya tandingan. Ma‟ pasilaga tedong diakui sebagai ungkapan penghiburan dan kesenangan dengan cara mengadu beberapa kerbau di upacara pemakaman (rambu solo‟) pun juga sebagai salah satu adat budaya Toraja. Dengan tetap mempertahankan konteks dan juga memperhatikan kekeliruan yang terjadi dalam budaya Ma‟pasilaga Tedong ini, serta memurnikan konteks tersebut. Selain itu, penerapan Injil untuk memperbaiki perubahan budaya pun perlu dilakukan agar pengembalian makna Ma‟pasilaga Tedong menjadi tradisi sesuai dengan jati dirinya.

Mapasilaga Tedong adalah budaya Toraja yang unik, awalnya bertujuan menghibur dan mempererat persaudaraan dalam upacara Rambu Solo.Namun, seiring waktu, maknanya bergeser menjadi ajang perjudian, menimbulkan masalah moral dan bertentangan dengan ajaran Injil.Oleh karena itu, melalui perspektif model budaya tandingan Stephen B.Bevans, budaya ini perlu dimurnikan dan umat Kristen harus bijak menyeleksi tradisi agar selaras dengan nilai-nilai Injil.

Penelitian ini secara mendalam membahas pergeseran makna budaya Mapasilaga Tedong dari perspektif teologis. Untuk melengkapi pemahaman, studi lanjutan dapat menelusuri dampak sosial ekonomi yang lebih luas akibat praktik perjudian dalam tradisi ini. Misalnya, bagaimana partisipasi dalam perjudian Mapasilaga Tedong memengaruhi kondisi keuangan keluarga di Toraja, serta implikasinya terhadap stratifikasi sosial dan kesehatan mental masyarakat. Selain itu, mengingat peran penting Injil dalam menantang perubahan makna ini, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi strategi komunikasi dan pendidikan budaya yang paling efektif untuk merevitalisasi nilai-nilai luhur Mapasilaga Tedong di kalangan generasi muda Toraja. Hal ini bisa mencakup analisis keberhasilan program-program komunitas yang berfokus pada pelestarian tradisi tanpa eksploitasi. Terakhir, sangat relevan untuk melakukan studi komparatif yang menganalisis respons dan efektivitas kebijakan pemerintah daerah serta lembaga adat dalam mengatasi praktik perjudian yang merusak tradisi ini, membandingkannya dengan pendekatan keagamaan yang telah dibahas, guna merumuskan solusi holistik yang dapat menjaga kelestarian budaya Toraja sesuai dengan jati dirinya.

Read online
File size991.86 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test