MATAPPAMATAPPA

Poligon : Jurnal Pendidikan MatematikaPoligon : Jurnal Pendidikan Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah proses pembelajaran matematika siswa SMA. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematika matematis siswa kelas XI SMA Negeri 7 Pangkep sebelum diterapkan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) memperoleh skor rata-rata sebesar 65,46. Dan kemampuan berpikir kritis matematika matematis siswa kelas XI SMA Negeri 7 Pangkep sebelum diterapkan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) memperoleh skor rata-rata sebesar 83,50. Serta terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematika matematis siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning). Hal ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis matematika matematis siswa setelah diterapkan model pembalajaran Problem basic learning lebih tinggi dibandingkan sebelum penerapan Model pembelajaran Problem Based Learning.

Berdasarkan analisis data, rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas XI SMA Negeri 7 Pangkep meningkat dari 65,46 (predikat sedang) sebelum penerapan model Problem Based Learning menjadi 83,50 (predikat tinggi) setelah penerapan model tersebut.Indeks gain sebesar g = 0,71 menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis matematika siswa.Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Learning terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa dibandingkan sebelum penerapan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi tingkat kesulitan masalah yang disajikan dalam model Problem Based Learning mempengaruhi perkembangan berpikir kritis matematika siswa, sehingga dapat dirumuskan pertanyaan: apakah peningkatan kompleksitas masalah menghasilkan peningkatan signifikan pada kemampuan analisis siswa? Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal yang membandingkan efek PBL pada beberapa topik matematika selama dua semester berturut‑turut, untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis yang diperoleh tetap bertahan atau bahkan bertambah seiring waktu. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran pelatihan guru dalam penerapan PBL, dengan menguji apakah guru yang mendapatkan pelatihan khusus menghasilkan peningkatan yang lebih besar pada kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan guru tanpa pelatihan, sehingga dapat memberikan gambaran tentang faktor pendukung keberhasilan implementasi PBL di kelas. Penelitian juga dapat menguji integrasi teknologi digital, seperti penggunaan platform pembelajaran daring, untuk melihat apakah dukungan media digital mempercepat proses pengembangan berpikir kritis dalam PBL. Selain itu, studi komparatif antara PBL dan metode pembelajaran tradisional pada populasi siswa dengan latar belakang kemampuan awal yang berbeda dapat memberikan insight tentang keefektifan PBL bagi kelompok yang beragam.

Read online
File size361.04 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test