STT KADESISTT KADESI
Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Fokus penelitian ini adalah mengenal dan memahami sejarah Gereja Keuskupan Agung Pontianak dalam perjalanan sejarah Gereja. Banyak sekali umat belum mengenal sejarah Keuskupan Agung Pontianak. Namun Kemegahan Gereja Keuskupan Agung Pontianak sudah dikenal, bahkan sampai keluar negeri terkhusus di Vatikan Roma. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang mengenai Pengaruh Sejarah Gereja Dalam Perjalanan Sejarah Keuskupan Agung Pontianak dan perkembangan dewasa ini. Peneliti menggunakan sumber-sumber buku, sumber jurnal, dan sumber internet. Sejarah merupakan suatu peristiwa dan kejadian yang sungguh-sungguh terjadi dimasa lampau. Gereja adalah perhimpunan jemaat yang mengikuti Yesus Kristus. Sejarah Gereja merupakan perjalanan masa lampau Gereja yang sudah terjadi setelah kedatangan Yesus Kristus. Sejarah Gereja tidaklah muncul dengan begitu saja tetapi merupakan warisan Bapa-bapa Gereja yang rela menjadi martir demi memperjuangkan dan sekaligus mempertahankan kebenaran iman. Gereja memiliki misi yaitu membawa manusia kepada keselamatan Allah. Gereja Keuskupan Agung Pontianak mempunyai perjalanan sejarah yang cukup panjang, dan mendapatkan tantangan dan rintangan, baik dari dalam maupun dari luar. Yang dimulai dari Vikariat Apostolik Borneo Belanda, berubah menjadi Keuskupan Agung Pontianak. Mempelajari sejarah Gereja Keuskupan Agung Pontianak adalah hal yang harus teruskan karena dari situlah peneliti mendapatkan pemahaman yang sangat berarti. Maka artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana perjalanan sejarah Gereja dan sejarah Keskupan Agung Pontianak sehingga bertumbuh dan berkembang sekarang ini.
Pembahasan tentang sejarah Gereja Keuskupan Agung Pontianak adalah tidak lepas dari pengaruh sejarah Gereja.Sejarah merupakan suatu kejadian atau peristiwa fakta dan nyata yang terjadi pada masa lampau.Gereja adalah merupakan perhimpunan orang-orang yang percaya dan mengakui Yesus Kristus sebagai penyelamat.Atau yang hidup orang-orang yang berpusat pada Yesus kristus.Jadi sejarah Gereja adalah suatu bentuk kritikan yang menyangkut iman Kristen itu sendiri.Permulaan perjalanan seorang Belanda yang datang ke Kalimantan, yaitu Pastor Pater Sanders yang membuka Misa di Kalimantan Barat.Setelah melihat ada kemajuan beliau memutuskan untuk mengadakan Misi Kal-Bar.Pada awal Abad ke 20, Vikaris Apostolik Jakarta memohon secara teratur ke berbagai lingkungan di Kalimantan.Para misionaris pertama tiba di Singkawang pada 30 November 1905-1906, daerah Sejiram mendapatkan imam lagi dan membuka stasi baru di Laham pinggiran sungai Mahakam Kalimantan Timur pada tahun 1908.Di tahun 1909, Pontianak menjadi tempat kediaman Prefek Apostolik Mgr.Pasificus Bos, yang menjadi tempat pusat misi di wilayah Kalimantan.Lini zaman Gereja Katolik di Kalimantan Barat, yaitu.pada 11 Februari 1905, didirikan sebagai Prefektur Apostolik Borneo Belanda, memisahkan diri Vikariat Apostolik Batavia.Setelah itu pada 13 Maret 1918, ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Borneo Belanda.Di 21 Mei 1938, berganti nama menjadi Vikariat Apostolik Pontianak.Dan pada 3 Januari 1961, ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Pontianak.Dengan demikian kita mengetahui dan mempelajari bahwa pengaruh sejarah Gereja dalam Perjalanan Sejarah Gereja Keuskupan Agung Pontianak sangatlah berdampak pada dewasa ini.Baik dalam segi politik, sosial, budaya dan ekonomi.Namun yang lebih disorot adalah masalah sosial dan masalah ekonomi.Bagaimana Gereja Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin oleh Mgr.Agustinus Agus sekarang lebih banyak kemajuan dari sebelumnya, dan tidak sedikit umat yang menyukai kinerja dan pelayanan Bapak Uskup tersebut, termasuk dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat.Apapun yang menjadi tantangan dan rintangan dewasa ini, Gereja Keuskupan Agung Pontianak Tetap tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan zaman ke zaman.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengkaji lebih mendalam tentang pengaruh sejarah Gereja dalam perkembangan Keuskupan Agung Pontianak saat ini, dengan fokus pada aspek-aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana sejarah Gereja mempengaruhi dinamika sosial, ekonomi, dan budaya di wilayah Keuskupan Agung Pontianak, serta bagaimana Gereja berperan dalam merespon tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat.. . 2. Melakukan studi komparatif tentang peran dan kontribusi para misionaris asing dan lokal dalam perkembangan Gereja Keuskupan Agung Pontianak. Penelitian ini dapat mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan, strategi, dan dampak yang dihasilkan oleh misionaris asing dan lokal, serta bagaimana interaksi mereka dengan masyarakat setempat.. . 3. Menganalisis tantangan-tantangan dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Gereja Keuskupan Agung Pontianak dalam upaya mensejahterakan umat dan masyarakat. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi-strategi yang telah diterapkan, keberhasilannya, serta tantangan-tantangan yang masih dihadapi, dengan tujuan untuk mengembangkan strategi-strategi baru yang lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan masyarakat.
| File size | 763.3 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kontroversi Arian merupakan pergumulan teologis yang mendalam mengenai hakikat Yesus Kristus dan hubungannya dengan Allah Bapa. Perdebatan ini tidak hanyaKontroversi Arian merupakan pergumulan teologis yang mendalam mengenai hakikat Yesus Kristus dan hubungannya dengan Allah Bapa. Perdebatan ini tidak hanya
STBISTBI Buku ini menegaskan pentingnya kembali ke sumber-sumber teologis seperti Alkitab dan tradisi gereja, sekaligus mempertahankan Pancasila sebagai pilar nilaiBuku ini menegaskan pentingnya kembali ke sumber-sumber teologis seperti Alkitab dan tradisi gereja, sekaligus mempertahankan Pancasila sebagai pilar nilai
STTABSTTAB Dalam konteks pendidikan, kecanduan ini juga memengaruhi penilaian afektif, khususnya sikap spiritual, yang berhubungan erat dengan pembentukan karakterDalam konteks pendidikan, kecanduan ini juga memengaruhi penilaian afektif, khususnya sikap spiritual, yang berhubungan erat dengan pembentukan karakter
STFTKIJNESTFTKIJNE Jika pendekatan behavioristik diterapkan secara kaku dan tanpa integrasi nilai spiritual, maka ada risiko anak hanya melakukan tindakan baik demi hadiahJika pendekatan behavioristik diterapkan secara kaku dan tanpa integrasi nilai spiritual, maka ada risiko anak hanya melakukan tindakan baik demi hadiah
STFTKIJNESTFTKIJNE Permainan ini membentuk ketangkasan, ketepatan, serta daya juang anak laki-laki untuk menjadi mansonanem (pelempar jitu) dan berproses menjadi mambri (pahlawanPermainan ini membentuk ketangkasan, ketepatan, serta daya juang anak laki-laki untuk menjadi mansonanem (pelempar jitu) dan berproses menjadi mambri (pahlawan
STTAASTTAA Gereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannyaGereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannya
STTAASTTAA Di sisi lain, model sekolah telah menjadi saluran berkat bagi banyak orang, di mana guru, murid, dan orangtua dapat mengenal Yesus Kristus sebagai JuruselamatDi sisi lain, model sekolah telah menjadi saluran berkat bagi banyak orang, di mana guru, murid, dan orangtua dapat mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat
STTAASTTAA Artikel ini mengeksplorasi tantangan teologi Injili di Indonesia di tengah pergeseran pusat gravitasi Kekristenan global ke arah timur. Penulis mengamatiArtikel ini mengeksplorasi tantangan teologi Injili di Indonesia di tengah pergeseran pusat gravitasi Kekristenan global ke arah timur. Penulis mengamati
Useful /
STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA Upaya terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, didukung oleh teknologi informasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, danUpaya terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, didukung oleh teknologi informasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Populasi penelitian adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan sampel 63 perusahaan, periode 2016‑2020. HasilPopulasi penelitian adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan sampel 63 perusahaan, periode 2016‑2020. Hasil
STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI Rasa ketergantungan tinggi sebagaimana para PKL membutuhkan pedagang lain untuk membantu mereka meminjamkan uang kecil. Solidaritas sosial antar pedagangRasa ketergantungan tinggi sebagaimana para PKL membutuhkan pedagang lain untuk membantu mereka meminjamkan uang kecil. Solidaritas sosial antar pedagang
STTAASTTAA Pemimpin gereja perlu memahami proses perubahan, membedakan antara yang mutlak dan relatif dalam Alkitab, dan memfokuskan pada panggilan Tuhan yang utama.Pemimpin gereja perlu memahami proses perubahan, membedakan antara yang mutlak dan relatif dalam Alkitab, dan memfokuskan pada panggilan Tuhan yang utama.