STT KADESISTT KADESI

Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Pada umumnya para peneliti yang membahas pengajaran Rasul Paulus tentang pasangan hidup hanya mendasarkannya dari satu ayat saja yaitu 2 Korintus 6:14 dan mengabaikan teks dari judul pada ayat ini. Ayat-ayat sebelum dan sesudahnya yaitu 2 Korintus 6:11-18 belum diteliti, itu sebabnya peneliti tertarik untuk memahasnya. walaupun ayat ini sangat fundamental untuk diketahui kaum muda Kristen namun belum semua pemuda Kristen membaca ataupun mendengar topik ini dikhotbahkan dengan intens di gereja ataupun di berbagai pelayanan Kristen lainnya. Demikian juga para orangtua Kristen tidak semua membaca ayat ini atau mendengar dikhotbahkan sehingga orangtuapun tidak mengajarkan kepada anak-anak mereka prinsip dan standar firman Tuhan ini bagi anak-anak mereka dalam mencari pasangan hidup. Akibatnya seringkali terjadi bahwa ada orang-orang percaya yang sampai meninggalkan imannya pada Tuhan Yesus karena kesalahan dalam memilih pasangan hidup. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip-prinsip dasar pengajaran Rasul Paulus tentang memilih pasangan hidup berdasarkan 2 Korintus 6:11-18, sehingga baik para pemuda-pemudi Kristen dan juga para orangtua Kristen dapat menjadikan pengajaran Rasul Paulus ini sebagai prinsip dasar dan standar dalam memilih pasangan hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka. Hasil dari penelitian tentang pengajaran Rasul Paulus tentang pasangan hidup berdasarakan 2 Korintus 6:11-18 adalah pasangan hidup yang dikehendaki Tuhan adalah yang seimbang yaitu seiman dan menjaga kekudusan hingga hari pernikahan kudus.

Berdasarkan pembahasan, terdapat dua prinsip dasar pengajaran Rasul Paulus dalam memilih pasangan hidup berdasarkan 2 Korintus 6.11-18, yaitu memilih pasangan yang seimbang (sama‑iman, mengenal kebenaran, hidup dalam terang, dan berkarakter Kristus) serta hidup dalam kekudusan sebagai Bait Allah.Kedua prinsip tersebut harus menjadi standar utama bagi setiap orang Kristen, sehingga pasangan hidup wajib seiman dan menjalin hubungan dalam kekudusan hingga pernikahan kudus.Dengan demikian, keputusan memilih pasangan harus dilakukan dengan bijaksana, tidak terburu‑buru, serta disertai doa dan pencarian kehendak Tuhan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana pemahaman tentang prinsip pasangan yang seimbang dipersepsikan oleh remaja Kristen di Indonesia melalui survei kuantitatif yang mengaitkan tingkat pengetahuan dengan keputusan memilih pasangan. Selain itu, dilakukan studi longitudinal yang melacak pasangan yang menerapkan prinsip seimbang dan hidup dalam kekudusan selama lima tahun untuk menilai dampaknya terhadap kepuasan pernikahan, retensi iman, dan kesehatan mental. Sebuah analisis komparatif lintas denominasi juga dapat meneliti interpretasi 2 Korintus 6:11‑18 dalam tradisi Protestan, Katolik, dan Ortodoks guna mengidentifikasi variasi pengajaran yang memengaruhi praktik perkawinan. Penelitian etnografi pada komunitas gereja yang aktif mengajarkan prinsip ini dapat memberikan wawasan tentang dinamika praktik pastoral dan tantangan kontekstual. Akhirnya, pengembangan model konseling pasangan berbasis prinsip alkitabiah dapat diuji keefektifannya dalam mencegah pernikahan beda iman dan menguatkan komitmen suci.

  1. Pengajaran Rasul Paulus Tentang Memilih Pasangan Hidup Berdasarkan 2 Korintus 6:11-18 | Jurnal Teologi... ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/114Pengajaran Rasul Paulus Tentang Memilih Pasangan Hidup Berdasarkan 2 Korintus 6 11 18 Jurnal Teologi ejurnal sttkadesiyogyakarta ac index php juteolog article view 114
Read online
File size940.42 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test