STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

AL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran MatematikaAL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Penelitian ini mengeksplorasi praktik etnomatematika lintas budaya yang tertanam dalam fenomena budaya di Asia Tenggara, dengan fokus pada Indonesia dan Thailand. Tujuan utama adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis praktik matematika yang melekat dalam berbagai aspek budaya, termasuk motif batik, arsitektur rumah tradisional, dan permainan tradisional di Indonesia, serta arsitektur kuil, ukiran kayu, dan tarian tradisional di Thailand. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, dengan data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik matematika seperti geometri, proporsi, simetri, dan pola secara konsisten ditemukan dalam artefak dan aktivitas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual yang menggabungkan etnomatematika memengaruhi kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat berpikir siswa. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan tentang hubungan timbal balik antara nilai-nilai budaya dan simbolisme matematika. Analisis lintas budaya mengungkapkan tema-tema umum dan perbedaan signifikan dalam penerapan matematika, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor historis, religius, dan lingkungan. Implikasi penelitian ini mencakup pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana budaya membentuk praktik matematika dan bagaimana etnomatematika dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan untuk meningkatkan pembelajaran matematika yang relevan secara budaya dan meningkatkan keterampilan numerasi siswa.

Penelitian ini telah mengeksplorasi praktik etnomatematika lintas budaya yang tertanam dalam berbagai fenomena budaya di Indonesia dan Thailand melalui pendekatan studi kasus komparatif.Penelitian ini berfokus pada motif batik, arsitektur rumah tradisional, dan permainan tradisional di Indonesia, serta arsitektur kuil, ukiran kayu, dan tarian tradisional di Thailand.Analisis multidimensi dari aspek visual, matematika, dan historis-budaya berhasil mengidentifikasi bentuk-bentuk praktik matematika yang melekat dalam artefak dan aktivitas komunitas.Temuan utama menunjukkan bahwa konsep matematika seperti geometri, proporsi, simetri, dan pola secara konsisten hadir dalam berbagai bentuk ekspresi budaya di kedua negara.Praktik-praktik ini tidak hanya berfungsi sebagai struktur formal dalam desain visual dan spasial, tetapi juga berfungsi sebagai prinsip untuk mengatur tatanan estetika dan budaya.Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa praktik matematika dalam budaya memiliki makna simbolis yang kaya yang terkait erat dengan nilai-nilai budaya, sistem kepercayaan, identitas sosial, dan sejarah masyarakat.Dengan demikian, matematika dalam konteks budaya tidak dapat dipahami hanya sebagai struktur abstrak, tetapi sebagai sistem pengetahuan lokal yang hidup yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana etnomatematika dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum matematika di tingkat sekolah dasar dan menengah, dengan fokus pada pengembangan materi pembelajaran yang relevan secara budaya dan menarik bagi siswa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan praktik etnomatematika yang masih ada di berbagai komunitas di Indonesia dan Thailand, dengan tujuan untuk melestarikan pengetahuan tradisional dan mempromosikan keberagaman budaya. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model pembelajaran etnomatematika yang inovatif, yang menggabungkan teknologi digital dan pendekatan pembelajaran kolaboratif, untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep matematika dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan pendidikan matematika yang lebih relevan, inklusif, dan berpusat pada budaya.

  1. Historicity Muhammadiyah: What was the Idea of the Founder of Muhammadiyah as a “Progressive... journal.uinsgd.ac.id/index.php/atthulab/article/view/33965Historicity Muhammadiyah What was the Idea of the Founder of Muhammadiyah as a yCeProgressive journal uinsgd ac index php atthulab article view 33965
  2. Implementation of Ethnomathematics Strategy in Indonesian Traditional Games as Mathematics Learning Media... doi.org/10.46843/jiecr.v4i2.613Implementation of Ethnomathematics Strategy in Indonesian Traditional Games as Mathematics Learning Media doi 10 46843 jiecr v4i2 613
  3. Implementation of folk games ethnomathematics in mathematics learning: A systematic literature review... doi.org/10.22219/raden.v5i2.41254Implementation of folk games ethnomathematics in mathematics learning A systematic literature review doi 10 22219 raden v5i2 41254
Read online
File size504.88 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test