UNPUNP

Naradidik: Journal of Education and PedagogyNaradidik: Journal of Education and Pedagogy

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pemilihan mata pelajaran pilihan pada tahap persiapan, pelaksanaan, dan pendampingan setelah penetapan mata pelajaran pilihan di kelas XI SMA Negeri 2 Lubuk Basung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan mata pelajaran pilihan menghadapi tantangan, meskipun sekolah telah melakukan persiapan. Sosialisasi yang kurang efektif menyebabkan siswa tidak memahami cara memilih mata pelajaran pilihan. Kurangnya informasi dan pemahaman siswa mengenai mata pelajaran pilihan menghambat siswa dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Penggunaan tes gaya belajar melalui aplikasi Aku Pintar belum cukup membantu siswa, karena banyak siswa tidak memahami hasil tes tersebut. Selain itu, pemilihan mata pelajaran pilihan dipengaruhi oleh kondisi kelas, jumlah guru yang tersedia, dan pengaruh teman. Berdasarkan hasil penelitian, sekolah dan siswa belum mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum dari K13 ke kurikulum merdeka.

Meskipun sekolah telah melakukan persiapan, sosialisasi yang kurang efektif menyebabkan siswa tidak memahami cara memilih mata pelajaran pilihan.Kurangnya informasi dan pemahaman siswa mengenai mata pelajaran pilihan menghambat siswa dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.Penggunaan tes gaya belajar melalui aplikasi Aku Pintar belum cukup membantu siswa, karena banyak siswa tidak memahami hasil tes tersebut.Selain itu, pemilihan mata pelajaran pilihan dipengaruhi oleh kondisi kelas, jumlah guru yang tersedia, dan pengaruh teman.Dari perubahan kurikulum K13 ke kurikulum merdeka, sekolah dan siswa belum mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Untuk meningkatkan sistem pemilihan mata pelajaran pilihan dalam implementasi kurikulum merdeka, perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama, meningkatkan sosialisasi dan komunikasi antara sekolah dengan siswa mengenai proses pemilihan mata pelajaran pilihan, termasuk memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang mata pelajaran pilihan yang ditawarkan. Kedua, menyediakan bimbingan dan konseling yang lebih intensif bagi siswa dalam menentukan pilihan mata pelajaran, termasuk membantu mereka memahami hasil tes gaya belajar dan mengimplementasikannya dalam strategi belajar mereka. Ketiga, meningkatkan koordinasi antara sekolah dengan guru BK dan guru mata pelajaran dalam proses pemilihan dan pendampingan mata pelajaran pilihan, agar siswa dapat menerima bimbingan yang lebih komprehensif. Keempat, melakukan evaluasi dan perbaikan mekanisme dalam proses pemilihan mata pelajaran pilihan, termasuk mempertimbangkan masukan dari siswa dan guru dalam pengembangan sistem pemilihan mata pelajaran pilihan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Read online
File size585.71 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test