E GREENATIONE GREENATION
Greenation International Journal of Law and Social SciencesGreenation International Journal of Law and Social SciencesPerkembangan kecerdasan buatan yang semakin masif telah menyentuh ranah yudisial dan menimbulkan pertanyaan mendasar tentang bagaimana hukum harus meresponsnya. Artikel ini menyelidiki hubungan antara hakim, hukum, dan kecerdasan buatan melalui studi normatif, menggunakan pendekatan statuta dan konsep, serta pendekatan socio-legal yang berlandaskan pada Teori Konstruksi Sosial, terutama Konstruksi Sosial Teknologi (SCOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan bukanlah entitas netral yang berdiri sendiri, melainkan dibentuk oleh nilai-nilai, norma, dan kepentingan aktor sosial yang berinteraksi di dalamnya. Dalam konteks yudisial, hakim sebagai aktor sosial memiliki peran aktif dalam membentuk adopsi dan penggunaan teknologi, bukan hanya penerima pasif inovasi teknologi. Sistem hukum Indonesia masih menghadapi kesenjangan signifikan dalam norma yang mengatur kecerdasan buatan di lingkungan yudisial, sehingga diperlukan konstruksi hukum yang berlandaskan nilai-nilai konstitusional sambil tetap sensitif terhadap dinamika konstruksi sosial teknologi. Kecerdasan buatan seharusnya diposisikan sebagai instrumen yang mendukung kapasitas hakim, bukan sebagai pengganti otoritas yudisial, disertai dengan mekanisme pengawasan etika, akuntabilitas algoritma, dan peningkatan literasi teknologi bagi seluruh pejabat yudisial.
Integrasi kecerdasan buatan ke dalam sistem keadilan Indonesia adalah keniscayaan sejarah.Namun, bagaimana hal itu terjadi, siapa yang menentukan nilai-nilai yang diembannya, dan apa mekanisme yang memastikan akuntabilitasnya sepenuhnya merupakan pilihan sosial dan hukum yang berada di tangan manusia.Teori Konstruksi Sosial dan SCOT mengajarkan bahwa tidak ada jalan tunggal untuk adopsi teknologi.melainkan ada berbagai kemungkinan yang dibuka atau ditutup melalui proses negosiasi sosial, regulasi hukum, dan pilihan etika kolektif.Kecerdasan buatan seharusnya menjadi instrumen yang meningkatkan, bukan menggantikan, kapasitas manusia hakim dalam menegakkan keadilan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan kerangka regulasi yang ideal untuk mengatur kecerdasan buatan dalam sistem keadilan Indonesia. Kerangka ini harus dibangun berdasarkan prinsip-prinsip supremasi hukum, transparansi algoritma, akuntabilitas, dan non-diskriminasi, serta menjamin mekanisme korektif jika sistem kecerdasan buatan menghasilkan output yang salah atau merugikan. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia dalam sistem keadilan, yaitu hakim, panitera, dan seluruh pejabat yudisial, agar memiliki literasi teknologi yang memadai, memahami cara kerja sistem kecerdasan buatan, dan memiliki kesadaran kritis terhadap batasan dan potensi bias yang melekat pada sistem tersebut. Akhirnya, penelitian juga harus menyelidiki implikasi etika dan filosofis dari penggunaan kecerdasan buatan untuk tujuan yudisial, termasuk tantangan akuntabilitas dan hak asasi manusia.
- Notaire. artificial intelligence subjek tinjauan konseptual tantangan pengaturan notaire article home... e-journal.unair.ac.id/NTR/article/view/39063Notaire artificial intelligence subjek tinjauan konseptual tantangan pengaturan notaire article home e journal unair ac NTR article view 39063
- ASEE PEER - Engineering Application of Artificial Intelligence. asee peer engineering application artificial... peer.asee.org/44906ASEE PEER Engineering Application of Artificial Intelligence asee peer engineering application artificial peer asee 44906
- MANFAAT KECERDASAN BUATAN UNTUK PENDIDIKAN | Jurnal Teknologi Komputer dan Informatika. manfaat kecerdasan... jurnal.politeknikpajajaran.ac.id/index.php/tekomin/article/view/163MANFAAT KECERDASAN BUATAN UNTUK PENDIDIKAN Jurnal Teknologi Komputer dan Informatika manfaat kecerdasan jurnal politeknikpajajaran ac index php tekomin article view 163
- Implementasi Artificial Intelligence (AI) Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia... journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Eksekusi/article/view/789Implementasi Artificial Intelligence AI Dalam Pembentukan Peraturan Perundang Undangan Di Indonesia journal stiayappimakassar ac index php Eksekusi article view 789
- Kedudukan Visum et Repertum: Studi Kasus Beberapa Putusan Tindak Pidana Terhadap Hewan | Binamulia Hukum.... doi.org/10.37893/jbh.v14i1.1028Kedudukan Visum et Repertum Studi Kasus Beberapa Putusan Tindak Pidana Terhadap Hewan Binamulia Hukum doi 10 37893 jbh v14i1 1028
| File size | 322.24 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
HARPRESSIDHARPRESSID Mahasiswa menginternalisasi PsyCap melalui keterlibatan dialogis dengan epistemologi lokal, bukan sekadar menerima konstrak psikologis Barat secara pasif.Mahasiswa menginternalisasi PsyCap melalui keterlibatan dialogis dengan epistemologi lokal, bukan sekadar menerima konstrak psikologis Barat secara pasif.
HARPRESSIDHARPRESSID Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pandangan siswa tentang partisipasi belajar dalam Sistem Manajemen Pembelajaran (SMP) di Universitas NegeriPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pandangan siswa tentang partisipasi belajar dalam Sistem Manajemen Pembelajaran (SMP) di Universitas Negeri
HARPRESSIDHARPRESSID Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara kondisi mental dan motivasi belajarBerdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara kondisi mental dan motivasi belajar
HARPRESSIDHARPRESSID Penelitian ini berkontribusi pada diskusi tentang keamanan psikologis di konteks pendidikan tinggi EFL Indonesia dan menyediakan wawasan praktis untukPenelitian ini berkontribusi pada diskusi tentang keamanan psikologis di konteks pendidikan tinggi EFL Indonesia dan menyediakan wawasan praktis untuk
HARPRESSIDHARPRESSID Temuan menunjukkan bahwa komunikasi di lingkungan organisasi bersifat fundamentalnya transaksi, interaktif, dan kontekstual. Komunikasi tidak sekadar mentransmisikanTemuan menunjukkan bahwa komunikasi di lingkungan organisasi bersifat fundamentalnya transaksi, interaktif, dan kontekstual. Komunikasi tidak sekadar mentransmisikan
DOKICTIDOKICTI Date Violence terhadap anak bukan hanya masalah privat, melainkan pelanggaran serius terhadap HAM yang dijamin baik oleh instrumen internasional maupunDate Violence terhadap anak bukan hanya masalah privat, melainkan pelanggaran serius terhadap HAM yang dijamin baik oleh instrumen internasional maupun
UNAJAUNAJA Selain itu, rendahnya kesadaran dan pemahaman pekerja terkait hak-hak mereka terkait keselamatan dan kesehatan kerja juga menjadi masalah yang perlu ditangani.Selain itu, rendahnya kesadaran dan pemahaman pekerja terkait hak-hak mereka terkait keselamatan dan kesehatan kerja juga menjadi masalah yang perlu ditangani.
HARPRESSIDHARPRESSID Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Data dianalisis menggunakan SPSS 25 untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentaseTeknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Data dianalisis menggunakan SPSS 25 untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase
Useful /
UIJUIJ Rata-rata pre-test yang diperoleh sebelum diberikan treatment berada pada angka 52. Setelah dilakukan tindakan dengan penggunaan media pembelajaran engklekRata-rata pre-test yang diperoleh sebelum diberikan treatment berada pada angka 52. Setelah dilakukan tindakan dengan penggunaan media pembelajaran engklek
E GREENATIONE GREENATION Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai yang dipersepsikan terhadap niat pembelian ulang pada layanan transportasi Whoosh, dengan kepercayaanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai yang dipersepsikan terhadap niat pembelian ulang pada layanan transportasi Whoosh, dengan kepercayaan
STIE AASSTIE AAS Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap kerja, motivasi kerja, kepuasan kerja, dan kompensasi memiliki pengaruh parsial terhadap kinerja karyawan. SikapHasil analisis menunjukkan bahwa sikap kerja, motivasi kerja, kepuasan kerja, dan kompensasi memiliki pengaruh parsial terhadap kinerja karyawan. Sikap
STIE AASSTIE AAS Kebijakan pajak atas konsumsi listrik rumah tangga dengan daya di atas 6 600 VA menyebabkan double taxation antara PPN dan PBJT‑TL. Dampak negatifnyaKebijakan pajak atas konsumsi listrik rumah tangga dengan daya di atas 6 600 VA menyebabkan double taxation antara PPN dan PBJT‑TL. Dampak negatifnya