DOKICTIDOKICTI

Journal of Sharia and Legal ScienceJournal of Sharia and Legal Science

Fenomena dating violence belum banyak mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Studi ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk dating violence yang dikategorikan pelanggaran HAM serta melihat pertanggungjawaban pidana pada pelaku sekaligus perlindungan bagi korban anak. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan penafsiran hukum. Penelitian ini memberikan kebaharuan dengan mengkaji secara spesifik dating violence dan kaitannya dengan HAM serta pertanggungjawaban dan perlindungan hukumnya. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk dating violence terhadap anak merupakan bentuk kekerasan yang dikategorikan pelanggaran HAM. Meskipun hingga kini belum terdapat regulasi khusus mengenai dating violence, ada pertanggungjawaban sekaligus perlindungan dapat dilakukan melalui kerangka hukum yang ada seperti KUHP, UU Perlindungan Anak, dan UU TPKS. Penelitian ini merekomendasikan adanya regulasi khusus terkait dating violence untuk memperkuat perlindungan anak bukan untuk melegalkan praktik pacaran pada anak namun sebagai respon terhadap adanya praktik kebiasaan berpacaran yang telah hidup di masyarakat.

Date Violence terhadap anak bukan hanya masalah privat, melainkan pelanggaran serius terhadap HAM yang dijamin baik oleh instrumen internasional maupun nasional.Berbagai bentuk kekerasan dalam hubungan pacaran, mulai dari fisik, psikis, seksual, hingga ekonomi, secara jelas melanggar hak anak atas rasa aman, tumbuh kembang, dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan.Negara memiliki tanggung jawab untuk mencegah, menindak, serta memberikan pemulihan bagi korban, sehingga perlindungan optimal terhadap hak anak dapat diwujudkan.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efektivitas implementasi regulasi perlindungan anak dalam kasus dating violence, mengkaji apakah sanksi pidana di KUHP dan UU Perlindungan Anak dilaksanakan secara konsisten dan adil, serta memetakan hambatan yang dihadapi korban dalam melaporkan tindakan tersebut. Selanjutnya, studi dapat meneliti pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pelaporan dan edukasi, memeriksa apakah platform online dapat mempercepat penyampaian bantuan hukum bagi anak korban dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Terakhir, perlu diselidiki dampak jangka panjang dari intervensi multidisipliner (pemerintah, lembaga swadaya, dan sektor pendidikan) terhadap pencegahan dating violence di kalangan remaja, sehingga strategi pencegahan yang komprehensif dapat dirancang dan diadaptasi untuk konteks lokal.

  1. IMPLEMENTASI PENANGANAN KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK OLEH KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA | Fiat... jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/fiat/article/view/586IMPLEMENTASI PENANGANAN KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK OLEH KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Fiat jurnal fh unila ac index php fiat article view 586
  2. Perlindungan Hukum Terhadap Anak Penyandang Disabilitas yang Menjadi Korban Tindak Pidana Pemerkosaan... jurnal.dokicti.org/index.php/JSLS/article/view/681Perlindungan Hukum Terhadap Anak Penyandang Disabilitas yang Menjadi Korban Tindak Pidana Pemerkosaan jurnal dokicti index php JSLS article view 681
  3. Dilema Korban Dating Violence: Studi Kasus Persepsi Pribadi Perempuan | Aceh Anthropological Journal.... ojs.unimal.ac.id/AAJ/article/view/21525Dilema Korban Dating Violence Studi Kasus Persepsi Pribadi Perempuan Aceh Anthropological Journal ojs unimal ac AAJ article view 21525
  4. Analisis Upaya Preventif dan Represif Penegakan Hukum Pidana terhadap Kekerasan Anak di Wilayah Hukum... doi.org/10.62383/parlementer.v1i3.121Analisis Upaya Preventif dan Represif Penegakan Hukum Pidana terhadap Kekerasan Anak di Wilayah Hukum doi 10 62383 parlementer v1i3 121
Read online
File size356.07 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test