ILININSTITUTEILININSTITUTE

CARADDECARADDE

Program ini penting dilakukan karena banyak masyarakat belum memahami cara mendapatkan obat secara legal, menggunakan sesuai dosis, menyimpan untuk menjaga kualitas, dan membuangnya dengan aman. Kegiatan melibatkan 44 peserta, mayoritas perempuan berusia di atas 45 tahun, dengan sebagian besar berpendidikan rendah. Metode yang digunakan meliputi ceramah, simulasi praktis, diskusi, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan peserta. Sebelum kegiatan, hanya 15,91 persen peserta berada dalam kategori baik, meningkat menjadi 38,64 persen setelah kegiatan. Peserta dalam kategori cukup juga mengalami peningkatan, sementara kategori kurang menurun dari 27,27 persen menjadi 18,18 persen. Kegiatan ini terbukti efektif dalam membantu peserta memahami pengelolaan obat, mulai dari membaca label, penyimpanan yang benar, hingga pembuangan yang aman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis ceramah dan simulasi praktis mampu meningkatkan pemahaman literasi kesehatan masyarakat, dengan hasil yang menunjukkan perubahan positif, dengan adanya peningkatan hasil sebelum dan sesudah kegiatan.

Program DAGUSIBU berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang pengelolaan obat, dengan hasil posttest menunjukkan peningkatan kategori baik dari 15,91% menjadi 38,64%.Edukasi ini efektif dalam memperkenalkan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang relevan bagi masyarakat, terutama dalam peran keluarga.Evaluasi untuk pengembangan ke depan, disarankan penggunaan media visual, simulasi praktis, dan diskusi kelompok untuk meningkatkan interaktivitas.Pendekatan berbasis komunitas dengan melibatkan tokoh lokal dan sesi tindak lanjut juga penting untuk memperkuat penerapan konsep DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari.Strategi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendorong perubahan perilaku yang lebih baik.

Untuk meningkatkan efektivitas program, disarankan untuk mengutamakan pendekatan berbasis komunitas, seperti melibatkan tokoh masyarakat atau kader kesehatan. Penggunaan bahasa lokal dapat membantu menyederhanakan konsep yang disampaikan. Simulasi praktis tentang pengelolaan obat, seperti cara menyimpan obat sesuai jenisnya atau cara menghancurkan obat sebelum dibuang, dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta dan memperkuat pemahaman mereka. Pendekatan yang lebih inklusif dan beragam diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta dan mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan obat yang lebih baik. Strategi ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Read online
File size442.69 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test