HARPRESSIDHARPRESSID

Celebes Journal of Language StudiesCelebes Journal of Language Studies

Lingkungan pendidikan tinggi kini tidak hanya menuntut kecakapan akademik, melainkan juga sumber daya psikologis yang mampu menavigasi tantangan global dan lintas budaya. Artikel ini menggali persilangan studi sastra lintas budaya dengan Psikologi Positif, dengan fokus pada pengembangan Psychological Capital (PsyCap)—yang terdiri dari Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism (HERO)—di kalangan mahasiswa universitas. Penelitian menyoroti bagaimana keterlibatan mendalam dengan narasi lintas budaya berfungsi sebagai alat psikologis transformasional, memicu proses decentering kognitif dan empati yang memperkuat mekanisme koping adaptif. Rangkaian kerangka pedagogis yang diusulkan mengintegrasikan bacaan lintas budaya dengan tujuan mendorong pertumbuhan PsyCap, sehingga ruang kelas sastra menjadi inkubator ketahanan psikologis. Implikasi praktisnya menekankan bahwa pengajar harus berperan tidak hanya sebagai penyampai pengetahuan linguistik, tetapi juga sebagai arsitek psikologis yang memfasilitasi dialog antara narasi asing dan kebijaksanaan lokal. Hasil penelitian siap memberi kontribusi teoretis dan praktis pada perkembangan karakter holistik serta peningkatan kesejahteraan mahasiswa di era global yang kompleks.

Studi ini menunjukkan bahwa ruang kelas sastra lintas budaya, ketika dirancang menurut paradigma Post‑Method, secara efektif memupuk PsyCap akademik (HERO) melalui proses decentering kognitif.Mahasiswa menginternalisasi PsyCap melalui keterlibatan dialogis dengan epistemologi lokal, bukan sekadar menerima konstrak psikologis Barat secara pasif.Oleh karena itu, pedagogi sastra Inggris harus bergeser menjadi peran arsitek psikologis yang menggabungkan narasi asing dengan kebijaksanaan lokal untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa.

1) Studi longitudinal dengan metode campuran perlu dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang intervensi literatur lintas‑budaya terhadap retensi mahasiswa dan pencapaian akademik di berbagai latar belakang demografis. 2) Penelitian selanjutnya harus meneliti bagaimana epistemologi adat yang berbeda di kawasan Global South berperan sebagai mediator dalam pengembangan PsyCap, sehingga dapat diadaptasi ke kurikulum. 3) Mengembangkan kerangka kurikulum yang menggabungkan analisis sastra lintas‑budaya dengan teori respons psikologis dapat menyediakan pedoman praktis bagi pendidik. 4) Analisis komparatif antara pendekatan post‑method yang diterapkan di institusi tinggi di Asia Tenggara dan Eropa dapat mengidentifikasi best practices. 5) Penelitian intervensi eksperimental dapat mengevaluasi efektivitas strategi refleksi jurnal dan diskusi kelompok dalam memperkuat dimensi HERO. 6) Penyelidikan mengenai hambatan psikologis yang muncul ketika mahasiswa menghadapi konflik budaya dalam bacaan dapat meningkatkan dukungan emosional. 7) Penelitian explorasi kualitatif tentang persepsi mahasiswa terhadap peran pengajar sebagai arsitek psikologis akan memberi insight pedagogik. 8) Analisis data kuantitatif tentang perubahan skor PsyCap sebelum dan sesudah modul dapat memberikan bukti empiris. 9) Kolaborasi lintas disiplin antara psikologi positif dan studi sastra dapat menumbuhkan metodologi inovatif. 10) Pengembangan platform digital yang menampilkan interaksi teks dan refleksi dapat memfasilitasi pembelajaran berkelanjutan.

Read online
File size352.57 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test