HARPRESSIDHARPRESSID

Celebes Journal of Language StudiesCelebes Journal of Language Studies

Keamanan psikologis telah menjadi isu penting di kelas English as a Foreign Language (EFL) karena siswa sering mengalami kecemasan, ketakutan membuat kesalahan, dan kurangnya kepercayaan diri selama aktivitas berbicara. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang membuat siswa merasa aman secara psikologis untuk berbicara bahasa Inggris di kelas EFL. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis tematik. Partisipan terdiri dari 20 mahasiswa semester keempat yang terdaftar dalam mata kuliah Pedagogi Berbicara di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka yang didistribusikan via Google Form. Data dianalisis menggunakan prosedur analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil menunjukkan empat tema utama yang memengaruhi rasa keamanan psikologis siswa dalam kelas berbicara: (1) perilaku pendampingan dosen yang mendukung, (2) ketakutan terhadap evaluasi negatif, (3) dukungan teman sebaya yang positif, dan (4) suasana kelas yang santai, interaktif, dan tidak menghakimi. Temuan menunjukkan bahwa keamanan psikologis dipengaruhi secara kuat oleh faktor emosional, interpersonal, dan lingkungan kelas. Siswa lebih bersedia berkomunikasi ketika mereka merasa dihargai, didukung, dan bebas dari rasa malu atau penilaian berlebihan. Oleh karena itu, dosen harus menciptakan lingkungan kelas yang mendukung dan fokus pada komunikasi untuk mendorong partisipasi berbicara serta kepercayaan diri siswa. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi tentang keamanan psikologis di konteks pendidikan tinggi EFL Indonesia dan menyediakan wawasan praktis untuk menciptakan kelas berbicara yang lebih inklusif dan mendukung secara emosional.

Penelitian ini menegaskan bahwa keamanan psikologis merupakan aspek penting dalam kelas berbicara EFL karena memengaruhi keinginan siswa untuk berkomunikasi, kepercayaan diri, dan partisipasi.Temuan menunjukkan bahwa perilaku pendampingan dosen, dukungan teman sebaya positif, dan suasana kelas yang santai, interaktif, dan tidak menghakimi secara signifikan meningkatkan rasa aman psikologis siswa.Oleh karena itu, pendidik harus menciptakan lingkungan yang mendukung, mengutamakan dorongan, interaksi yang penuh hormat, dan fokus pada komunikasi daripada penekanan kesempurnaan bahasa.

Saran pertama meneliti dampak praktik pengajaran berbasis proses komunikasi terhadap tingkat kepercayaan berbicara siswa, yang dapat diukur lewat observasi dan kuesioner longitudinal. Saran kedua mengkaji hubungan antara interaksi teman sebaya di kelompok kecil dan pengurangan kecemasan berbicara, menggunakan eksperimen kuasi dengan kelompok kontrol dan eksperimen. Saran ketiga menyarankan eksperimen terkontrol mengenai penggunaan teknologi AI seperti podcast interaktif untuk meningkatkan rasa aman psikologis dan partisipasi, dengan membandingkan kelompok yang menggunakan aplikasi tersebut dan kelompok yang tidak. Penelitian tambahan juga dapat menyelidiki persepsi siswa mengenai peran umpan balik konstruktif dari dosen dalam membangun lingkungan aman. Analisis lebih lanjut dapat memperhitungkan variabel budaya lokal yang mempengaruhi kepercayaan diri. Semua saran di atas dirancang agar dapat dilaksanakan di lingkungan perguruan tinggi Indonesia dengan sumber daya minimal. Dengan demikian, hasilnya dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pengajar yang ingin menciptakan ruang belajar yang lebih emosional dan inklusif.

  1. AI-ASSISTED PODCAST CREATION IN EFL LEARNING: ENHANCING SPEAKING FLUENCY AND REDUCING FOREIGN LANGUAGE... doi.org/10.52208/klasikal.v7i2.1566AI ASSISTED PODCAST CREATION IN EFL LEARNING ENHANCING SPEAKING FLUENCY AND REDUCING FOREIGN LANGUAGE doi 10 52208 klasikal v7i2 1566
Read online
File size345.22 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test