HARPRESSIDHARPRESSID

Celebes Journal of Language StudiesCelebes Journal of Language Studies

Hegemoni konvensi retorika Anglo-Amerika dalam pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) sering memaksa pembelajar untuk menyeimbangkan tuntutan literasi global dengan marginalisasi epistemologi asli mereka. Penelitian ini menyelidiki integrasi kebijaksanaan lokal Bugis-Makassar, khususnya filosofi Siri na Pacce (kehormatan dan empati) dan Sulapa Eppa (pandangan dunia holistik) ke dalam kerangka Deeper Learning untuk mengajar penulisan akademik. Dilakukan sebagai studi kasus kualitatif di Sulawesi Selatan, penelitian ini melibatkan mahasiswa Sastra Inggris yang terlibat dalam kurikulum Project-Based Learning. Data dari portofolio penulisan, wawancara mendalam, dan jurnal reflektif mengungkapkan bahwa penanaman kebijaksanaan lokal secara signifikan meningkatkan kohesi struktural, meningkatkan modal psikologis, dan mengubah identitas akademik siswa. Model Deeper Learning Berbasis Kebijaksanaan Lokal memberdayakan siswa untuk beralih dari peniru bahasa pasif menjadi duta budaya yang percaya diri, menunjukkan bahwa keberlanjutan budaya dan standar akademik global yang ketat saling memperkuat dalam pendidikan bahasa modern.

Integrasi kebijaksanaan lokal Bugis-Makassar, yaitu filosofi Siri na Pacce dan Sulapa Eppa, ke dalam kerangka Deeper Learning untuk mengajar penulisan akademik EFL terbukti sukses dalam mendorong Deeper Learning dan menumbuhkan identitas akademik yang tangguh.Penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi asli bukan penghalang dalam memperoleh literasi global, melainkan sumber daya kognitif dan afektif yang kuat.Melalui model Deeper Learning Berbasis Kebijaksanaan Lokal, siswa beralih dari peniru bahasa pasif menjadi duta budaya yang percaya diri, membuktikan bahwa ekspresi budaya yang autentik dan standar retorika bahasa Inggris yang ketat dapat dicapai secara sinergis.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi kebijaksanaan lokal dari budaya-budaya lain dapat diterapkan dalam pengajaran penulisan akademik EFL. Penelitian ini dapat dilakukan di berbagai wilayah dengan budaya yang berbeda, untuk melihat apakah pendekatan yang sama dapat diterapkan dan apakah hasilnya serupa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari integrasi kebijaksanaan lokal dalam penulisan akademik. Apakah perubahan yang terjadi pada identitas akademik siswa bertahan dalam jangka panjang? Apakah mereka terus menggunakan kebijaksanaan lokal dalam penulisan mereka setelah penelitian ini selesai? Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas pendekatan ini dalam konteks-konteks budaya yang berbeda. Apakah pendekatan ini dapat diterapkan dengan sukses di negara-negara dengan budaya yang berbeda dari Indonesia? Apakah ada modifikasi yang diperlukan untuk menyesuaikan dengan konteks budaya yang berbeda? Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, kita dapat lebih memahami bagaimana integrasi kebijaksanaan lokal dapat meningkatkan Deeper Learning dan menumbuhkan identitas akademik yang tangguh dalam pengajaran penulisan akademik EFL.

Read online
File size305.33 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test