STIKESHBSTIKESHB
JURKESSIAJURKESSIAProgram Universal Health Coverage (UHC) adalah inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk memastikan semua warga memiliki akses ke layanan kesehatan berkualitas tanpa hambatan finansial. Penelitian ini menganalisis penyebab status non-aktif peserta BPJS, mengevaluasi efektivitas implementasi UHC dalam mengatasi tantangan akses, dan memeriksa dampaknya terhadap kualitas layanan kesehatan. Metode deskriptif kualitatif digunakan melalui studi kasus di sebuah rumah sakit di Bandung yang menerapkan program UHC. Informan meliputi petugas administrasi BPJS, tenaga medis, dan pasien yang beralih dari status non-aktif BPJS ke peserta UHC. Hasil menunjukkan dari 173 aplikasi, 89,6% peserta BPJS non-aktif berhasil terdaftar dalam program UHC. Kebijakan ini berdampak positif, meningkatkan aksesibilitas, efisiensi layanan, dan kepuasan pasien. Namun, masalah administratif dan validasi data menjadi kendala utama. Temuan ini menunjukkan UHC efektif dalam memperluas cakupan kesehatan, tetapi memerlukan sistem data yang kuat dan dukungan aktif pemerintah daerah untuk sinkronisasi kebijakan dan pendanaan.
Penelitian ini menunjukkan implementasi program Universal Health Coverage (UHC) mampu mengatasi masalah kepesertaan BPJS non-aktif, terutama dalam mengatasi hambatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat rentan secara finansial.Dari 173 pengajuan peserta non-aktif, 89,6% berhasil diterima menjadi peserta UHC, mencerminkan efektivitas program dalam memperluas cakupan jaminan kesehatan.Kendala utama dalam pengajuan yang ditolak (10,4%) berasal dari masalah administrasi dan ketidaksesuaian data, menekankan pentingnya integrasi data antara BPJS, Dinas Sosial, dan instansi layanan kesehatan.Secara keseluruhan, perubahan status kepesertaan dari BPJS non-aktif ke UHC berdampak positif terhadap mutu pelayanan, tercermin dari peningkatan efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien.Namun, peningkatan jumlah peserta juga membawa tantangan baru seperti lonjakan jumlah pasien dan kebutuhan penyesuaian kapasitas layanan, sehingga diperlukan peran aktif pemerintah daerah dalam alokasi anggaran dan penguatan sistem layanan kesehatan.
Untuk meningkatkan efektivitas program UHC, penting untuk memperkuat sistem data dan validasi informasi peserta. Pemerintah daerah dapat memainkan peran kunci dalam memastikan sinkronisasi kebijakan dan pendanaan yang memadai. Selain itu, perlu dipertimbangkan penyesuaian kapasitas layanan kesehatan untuk mengakomodasi lonjakan jumlah pasien akibat program UHC. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam manajemen data dan alokasi sumber daya untuk mendukung implementasi UHC yang lebih efektif.
| File size | 264.26 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
LAAROIBALAAROIBA Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan permasalahan kemiskinan cukup tinggi. Dalam permasalahan ini, pemerintah memecahkan masalah utamaIndonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan permasalahan kemiskinan cukup tinggi. Dalam permasalahan ini, pemerintah memecahkan masalah utama
STISASABANGSTISASABANG Kajian ini qualitative research dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil Kajian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat di Baitul Mal Aceh dilakukanKajian ini qualitative research dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil Kajian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat di Baitul Mal Aceh dilakukan
PRINPRIN Kesimpulan: Perilaku caring perawat tidak menunjukkan dampak signifikan pada kecemasan keluarga di ICU. Namun, praktik caring tetap menjadi komponen pentingKesimpulan: Perilaku caring perawat tidak menunjukkan dampak signifikan pada kecemasan keluarga di ICU. Namun, praktik caring tetap menjadi komponen penting
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Kreativitas, baik individu maupun kolektif, menjadi inti proses produksi, memungkinkan integrasi storytelling, strategi visual, dan media digital, sehinggaKreativitas, baik individu maupun kolektif, menjadi inti proses produksi, memungkinkan integrasi storytelling, strategi visual, dan media digital, sehingga
STKIPKUSUMANEGARASTKIPKUSUMANEGARA Hasil penelitian ini menawarkan model keterlibatan berbasis konteks lokal yang memperkuat prinsip kemitraan dan pemberdayaan dalam kegiatan pengabdianHasil penelitian ini menawarkan model keterlibatan berbasis konteks lokal yang memperkuat prinsip kemitraan dan pemberdayaan dalam kegiatan pengabdian
STIKESHBSTIKESHB Dari 635 artikel asli yang diidentifikasi, hanya 9 artikel yang memenuhi kriteria untuk tinjauan ini. Lima dari sembilan artikel menunjukkan bahwa SkalaDari 635 artikel asli yang diidentifikasi, hanya 9 artikel yang memenuhi kriteria untuk tinjauan ini. Lima dari sembilan artikel menunjukkan bahwa Skala
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita DM mengalami kecemasan ringan (54,4%), disusul oleh kecemasan sedang (22,8%), kecemasan beratHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita DM mengalami kecemasan ringan (54,4%), disusul oleh kecemasan sedang (22,8%), kecemasan berat
UNMERPASUNMERPAS Mitra dalam program ini adalah kelompok ibu-ibu Kader KB yang tergabung dalam UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera). UPPKS sebagai lembagaMitra dalam program ini adalah kelompok ibu-ibu Kader KB yang tergabung dalam UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera). UPPKS sebagai lembaga
Useful /
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA A quantitative approach was used by measuring growth parameters (plant height, leaf area, stem diameter) and production (number of fruits, fruit weightA quantitative approach was used by measuring growth parameters (plant height, leaf area, stem diameter) and production (number of fruits, fruit weight
STIKESHBSTIKESHB Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara faktor risiko gaya hidup potensial dan kejadian penyakit jantung pada pegawai dan petani di KabupatenPenelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara faktor risiko gaya hidup potensial dan kejadian penyakit jantung pada pegawai dan petani di Kabupaten
STIKESHBSTIKESHB Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,001) dengan dosis optimum sebesar 25 mg/L. Namun, nilai kekeruhan setelahHasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,001) dengan dosis optimum sebesar 25 mg/L. Namun, nilai kekeruhan setelah
STIKESHBSTIKESHB Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan status gizi remaja di SMAN 2 Martapura. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan status gizi remaja di SMAN 2 Martapura. Penelitian ini menggunakan