IAIN LHOKSEUMAWEIAIN LHOKSEUMAWE
Nahrasiyah: Journal of Aceh and Malay Archipelago HeritageNahrasiyah: Journal of Aceh and Malay Archipelago HeritagePenelitian ini meneliti kehidupan, warisan manuskrip, serta jaringan intelektual Shaykh Hasan Masum, salah satu ulama Melayu paling berpengaruh pada awal abad ke-20 di Sumatera Timur. Sebagai murid utama Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi di Masjidil Haram, beliau menjadi mentor bagi pendiri dan ulama Al Washliyah, Al Ittihadiyah, dan Nahdlatul Ulama di Sumatera Timur. Metode penelitian biografi historis dengan analisis konten digunakan terhadap karya asli beliau dan sumber sekunder. Hasilnya menunjukkan bahwa Shahk Hasan Masum mengembangkan jaringan intelektual antara ulama Haramain dan pelajar di Sumatera Timur, serta menulis dan menerbitkan banyak manuskrip dalam Melayu dan Arab yang mencakup bidang tauhid, fiqh, tasawuf, dan astronomi. Temuan ini menegaskan tesis Azra mengenai pola jaringan intelektual Nusantara dan menyoroti kontribusi beliau dalam tradisi menulis serta menyalin manuskrip Islami.
Studi ini menguatkan tesis Azyumardi Azra tentang pola jaringan intelektual di kalangan ulama Nusantara.Pertama, Shaykh Hasan Masum membentuk hubungan intelektual dengan ulama Haramain melalui perjalanan panjangnya ke Makkah dan Madinah, di mana ia belajar dari beberapa pakar terkemuka.Kedua, setelah kembali ke Sumatera Timur, beliau mengembangkan jaringan dengan pelajar dan ulama setempat, mengajar teks klasik, dan menumbuhkan jaringan di Medan yang menghasilkan keturunan ulama di Al Washliyah, Al Ittihadiyah, dan Nahdlatul Ulama.Ketiga, kontribusinya dalam menulis manuskrip melayani sebagai ajang penyebaran ilmu agama dan ilmu penjumlahan, menandai perkembangan tradisi menulis dan menyalin manuskrip Islami di Nusantara.Studi ini menekankan pentingnya penelitian mendalam terhadap karya-karya beliau untuk pemahaman lebih lanjut tentang sejarah ilmu pengetahuan Islam di Indonesia.
Pertama, lakukan studi komparatif mengenai manuskrip Islam Melayu pada awal abad ke‑20 untuk menilai perbedaan metodologi penulisan dan penerjemahan antara karya Shaykh Hasan Masum dan ulama seiring, sehingga dapat memahami pengaruhnya terhadap evolusi teks-teks keagamaan; kedua, implementasikan pendekatan digital humanities untuk memetakan jaringan sosial dan intelektual ulama Sumatera Timur yang terhubung dengan Haramain, melacak jalur guru-murid dan pertukaran ide melalui analisis jaringan; ketiga, lakukan penelitian historis interdisipliner tentang dampak karya manuskrip beliau terhadap pembentukan organisasi Islam modern seperti Al Washliyah, Al Ittihadiyah, dan Nahdlatul Ulama, sehingga dapat menilai dampak sosial dan politik yang timbul dari jaringan intelektual tersebut.
| File size | 1.54 MB |
| Pages | 36 |
| DMCA | Report |
Related /
INAISINAIS Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Rancajaya berada di bawah naungan Kementerian Agama dan menerapkan integrasi antara pendidikanHasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Rancajaya berada di bawah naungan Kementerian Agama dan menerapkan integrasi antara pendidikan
INAISINAIS Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi Ibnu Khaldun dalam merintis disiplin ilmu sosiologi dalam kerangka tradisi intelektual Islam, khususnyaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi Ibnu Khaldun dalam merintis disiplin ilmu sosiologi dalam kerangka tradisi intelektual Islam, khususnya
INAISINAIS Implementasi Islamisasi ilmu bagi peserta didik menuntut penguasaan akademik sekaligus pemahaman serta pengamalan nilai‑Islam, sehingga menghasilkanImplementasi Islamisasi ilmu bagi peserta didik menuntut penguasaan akademik sekaligus pemahaman serta pengamalan nilai‑Islam, sehingga menghasilkan
UINMADURAUINMADURA Al-wasath adalah ciri keunggulan umat atau masyarakat yang diidealkan Alquran karena sifatnya yang moderat dan berdiri di tengah-tengah sehingga dapatAl-wasath adalah ciri keunggulan umat atau masyarakat yang diidealkan Alquran karena sifatnya yang moderat dan berdiri di tengah-tengah sehingga dapat
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU 2) Analisis teologis pemikiran Ibu Taymiyyah terhadap relasi akal dan wahyu yang berdampak pada era modern dengan kelebihan dan kekurangannya yaitu ada2) Analisis teologis pemikiran Ibu Taymiyyah terhadap relasi akal dan wahyu yang berdampak pada era modern dengan kelebihan dan kekurangannya yaitu ada
LAKASPIALAKASPIA Penelitian ini bertujuan mengkaji posisi sentral akal (aql) dalam sistem teologi dan filsafat pemikiran Abduh serta implikasinya terhadap reformasi pemikiran,Penelitian ini bertujuan mengkaji posisi sentral akal (aql) dalam sistem teologi dan filsafat pemikiran Abduh serta implikasinya terhadap reformasi pemikiran,
ANANPUBLISHERANANPUBLISHER Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional juga menghadapi tantangan untuk beradaptasi agar tetap relevan. Kegiatan Pengabdian kepadaPondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional juga menghadapi tantangan untuk beradaptasi agar tetap relevan. Kegiatan Pengabdian kepada
IAINAMBONIAINAMBON Implikasinya adalah pentingnya pendidikan akhlak saat ini, di mana pendidik memiliki peran kunci dalam mentransfer nilai-nilai Islam kepada peserta didik,Implikasinya adalah pentingnya pendidikan akhlak saat ini, di mana pendidik memiliki peran kunci dalam mentransfer nilai-nilai Islam kepada peserta didik,
Useful /
UNUJAUNUJA However, while the e-book demonstrated a significant difference in religious moderation (t-test = 0. 05), its impact on fostering religious moderationHowever, while the e-book demonstrated a significant difference in religious moderation (t-test = 0. 05), its impact on fostering religious moderation
IAINAMBONIAINAMBON 18 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian yang dilakukan di SDN Sumberejo II. Pendekatan yang dikenal sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini18 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian yang dilakukan di SDN Sumberejo II. Pendekatan yang dikenal sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini
IAINAMBONIAINAMBON Sixth, conveying understanding according to the level of understanding of his students. Seventh, conveying material clearly. Eighth, practicing his knowledge.Sixth, conveying understanding according to the level of understanding of his students. Seventh, conveying material clearly. Eighth, practicing his knowledge.
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru kelas dan siswa, sedangkanMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru kelas dan siswa, sedangkan