INAISINAIS

JURNAL KAJIAN ISLAM MODERNJURNAL KAJIAN ISLAM MODERN

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan persamaan dalam aspek manajerial, kurikulum, dan pelaksanaan pendidikan Islam di kedua lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data diperoleh dari wawancara terhadap 2 kepala sekolah, 2 guru, dan 4 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Rancajaya berada di bawah naungan Kementerian Agama dan menerapkan integrasi antara pendidikan umum dan agama secara seimbang, sedangkan Sekolah Dasar Negeri Karyasari 2 berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan pelaksanaan pendidikan Islam yang terbatas pada jam pelajaran tertentu. Dualisme ini berdampak pada pembentukan karakter keagamaan siswa serta kualitas pengalaman pendidikan secara keseluruhan. Diperlukan sinergi kebijakan antar kementerian untuk menciptakan sistem pendidikan Islam yang merata dan berkualitas di semua jenjang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa dualisme pengelolaan pendidikan Islam antara Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ishlah Rancajaya dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karyasari 2 memberikan dampak nyata terhadap kualitas implementasi pendidikan Islam.MI Al Ishlah Rancajaya memiliki struktur kelembagaan yang lebih mendukung penguatan nilai-nilai keislaman, sementara SDN Karyasari 2 menjalankan pendidikan Islam secara minimal.Diperlukan harmonisasi kebijakan antara Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar pendidikan Islam dapat diterapkan secara merata dan bermutu di semua jenjang pendidikan dasar.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas model integrasi pendidikan Islam antara MI dan SDN, dengan fokus pada pengembangan kurikulum bersama yang mengakomodasi kebutuhan spiritual dan akademik siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran guru PAI dalam menjembatani perbedaan pendekatan pendidikan antara kedua lembaga, termasuk pengembangan program pelatihan yang meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola keberagaman. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak dualisme pengelolaan terhadap perkembangan karakter religius siswa secara longitudinal, dengan melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses evaluasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan Islam di Indonesia, serta memperkuat harmoni sosial antar umat beragama. Dengan demikian, sistem pendidikan dapat menjadi wahana yang efektif dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

  1. DUALISM IN ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT AT AL ISHLAH RANCAJAYA ELEMENTARY SCHOOL AND KARYASARI 2 STATE... doi.org/10.56406/jurnalkajianislammodern.v13i1.742DUALISM IN ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT AT AL ISHLAH RANCAJAYA ELEMENTARY SCHOOL AND KARYASARI 2 STATE doi 10 56406 jurnalkajianislammodern v13i1 742
Read online
File size444.74 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test