UINMADURAUINMADURA
REVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan TafsirREVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan TafsirUmmatan Wasathan adalah konsep masyarakat ideal dalam pandangan Alquran, yaitu masyarakat yang hidup harmonis atau berkeseimbangan. Al-wasath adalah ciri keunggulan umat atau masyarakat yang diidealkan Alquran karena sifatnya yang moderat dan berdiri di tengah-tengah sehingga dapat dilihat oleh semua pihak dan dari segnepat penjuru. Posisi pertengahan menjadikan anggota masyarakat tersebut tidak memihak ke kiri dan ke kanan, yang dapat mengantar manusia berlaku adil. Keberadaan masyarakat ideal pada posisi tengah menyebabkan mereka mampu memadukan aspek ruhani dan jasmani, material dan spiritual dalam segala aktivitas. Wasathiyah (moderasi atau posisi tengah) mengundang umat Islam untuk berinteraksi, berdialog dan terbuka dengan semua pihak (agama, budaya dan peradaban), karena mereka tidak dapat menjadi saksi atau berlaku adil jika mereka tertutup atau menutup diri dari lingkungan dan perkembangan global.
Pertama, Imam Al-Tabariy dikenal sebagai mufassir, hafidz, muhaddits, faqih, qari, dan ahli sejarah yang banyak mewariskan kitab-kitab penting.Kedua, Allah SWT menyebut umat Muhammad SAW sebagai ummatan wasathan karena konsep keseimbangan mereka dalam beragama.Ketiga, menurut Ibn Jarir al-Tabariy, konsep ummatan wasathan adalah masyarakat yang seimbang, memiliki sifat pertengahan antara dua kutub ekstrem, yaitu kecenderungan berlebihan pada dunia dan penutupan diri dari hal-hal duniawi.
Berdasarkan analisis mendalam terhadap konsep *ummatan wasathan* dalam tafsir al-Tabari, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana implementasi prinsip *wasathiyah* dapat diwujudkan dalam konteks pendidikan Islam modern, khususnya dalam menanggapi radikalisme dan ekstremisme yang seringkali mengatasnamakan agama. Hal ini memerlukan kajian komprehensif tentang kurikulum, metode pengajaran, dan peran guru dalam menanamkan nilai-nilai moderasi kepada generasi muda. Kedua, studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji relevansi konsep *ummatan wasathan* dalam menyelesaikan konflik sosial dan politik di masyarakat multikultural. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip keseimbangan dan keadilan yang terkandung dalam konsep tersebut dapat menjadi landasan bagi dialog antaragama dan pembangunan perdamaian. Ketiga, penelitian dapat diarahkan untuk menganalisis peran ulama dan tokoh agama dalam mempromosikan *wasathiyah* di era digital, di mana informasi dan ideologi dapat menyebar dengan cepat dan mudah. Studi ini dapat mengidentifikasi strategi komunikasi yang efektif untuk menyebarkan pesan moderasi dan melawan narasi-narasi ekstrem yang berpotensi memecah belah masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat nilai-nilai moderasi dan harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
| File size | 663.33 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Tulisan ini bertujuan untuk memberikan konsepsi moderasi beragama sebagai langkah preventif dalam penanggulangan radikalisme di Indonesia. Tanpa konseptualisasiTulisan ini bertujuan untuk memberikan konsepsi moderasi beragama sebagai langkah preventif dalam penanggulangan radikalisme di Indonesia. Tanpa konseptualisasi
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Tantangan moral yang dihadapi gereja kontemporer memiliki kemiripan dengan persoalan jemaat Korintus, sehingga prinsip-prinsip etika Kristen yang diterapkanTantangan moral yang dihadapi gereja kontemporer memiliki kemiripan dengan persoalan jemaat Korintus, sehingga prinsip-prinsip etika Kristen yang diterapkan
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Identitas Kristen bukan sekadar status teologis, melainkan realitas eksistensial yang menuntut integrasi antara iman dan kehidupan. Dengan menelaah strukturIdentitas Kristen bukan sekadar status teologis, melainkan realitas eksistensial yang menuntut integrasi antara iman dan kehidupan. Dengan menelaah struktur
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Etos kerja merupakan nilai moral yang sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. KitabEtos kerja merupakan nilai moral yang sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. Kitab
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Artikel ini bertujuan untuk mengkaji landasan filosofis Pendidikan Agama Kristen dalam menjawab tantangan multikulturalisme dan pluralisme agama di eraArtikel ini bertujuan untuk mengkaji landasan filosofis Pendidikan Agama Kristen dalam menjawab tantangan multikulturalisme dan pluralisme agama di era
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Selanjutnya, kondisi ini berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepala desa sebagai pemegang mandat pengelolaan keuangan publik,Selanjutnya, kondisi ini berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepala desa sebagai pemegang mandat pengelolaan keuangan publik,
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Akan tetapi, gono-gini sebagai fakta hukum juga tak dapat dibantah. Maka, gono-gini harus dianalisis secara hukum. Dengan menggunakan dua perspektif dariAkan tetapi, gono-gini sebagai fakta hukum juga tak dapat dibantah. Maka, gono-gini harus dianalisis secara hukum. Dengan menggunakan dua perspektif dari
UNIVERSITASMBOJOBIMAUNIVERSITASMBOJOBIMA Penelitian ini juga menunjukkan langkah penyelesaian konflik yang tidak optimal akibat hambatan komunikasi yang timpang antara pihak pemerintah dan masyarakat.Penelitian ini juga menunjukkan langkah penyelesaian konflik yang tidak optimal akibat hambatan komunikasi yang timpang antara pihak pemerintah dan masyarakat.
Useful /
UINMADURAUINMADURA Sebagaimana dengan praktik yang ada di masjid Jogokariyan di atas, bahwa diantara salah satu maotivasi mereka menyajikan free lunch yakni karena ada ayatSebagaimana dengan praktik yang ada di masjid Jogokariyan di atas, bahwa diantara salah satu maotivasi mereka menyajikan free lunch yakni karena ada ayat
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Pengetahuan ibu diukur menggunakan kuesioner valid 10 item yang mencakup definisi, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Analisis data menggunakanPengetahuan ibu diukur menggunakan kuesioner valid 10 item yang mencakup definisi, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Analisis data menggunakan
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, rata‑rata usia menarche di Indonesia sekitar 12,4 tahun. Namun, sebagian besar remaja putri kurangBerdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, rata‑rata usia menarche di Indonesia sekitar 12,4 tahun. Namun, sebagian besar remaja putri kurang
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Terapi nonfarmakologi yang dapat diterapkan adalah permainan meniup lidah berbasis prinsip Pursed Lips Breathing (PLB). Penelitian ini bertujuan mengetahuiTerapi nonfarmakologi yang dapat diterapkan adalah permainan meniup lidah berbasis prinsip Pursed Lips Breathing (PLB). Penelitian ini bertujuan mengetahui