UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

Hasil penelitian ini adalah; 1) Ibnu Taymiyyah menganut tauhid uluhiyah. Ibnu Taimiyah membagi pengertian Tauhid menjadi tiga bagian, yaitu Tauhid Asma Wa-asshifat, Tauhid Uluhiyyah, dan Tauhid Rububiyah. Ibnu Taimiyyah memprioritaskan wahyu dari pada akal, wahyu dianggap lebih tinggi dari akal namun tidak menerbelakangi akal, beliau menyamakan akal dan wahyu dengan memandang posisi akal sebagai gharizah. Pemikiran Ibnu Taimiyyah pada relasi akal dan wahyu yaitu dengan model menyimpulkan bahwa wahyu lebih tinggi dari filsafat kemudian juga berupaya mendamaikan akal dan wahyu dengan merelasikan akal dan wahyu dalam takwil guna memahami syariat dengan kembali pada konsep kesuaiannya karena melibatkan akal menurutnya akal dan wahyu adalah selaras. Ibnu Taimiyyah merumuskan konsep kesesuaian guna mengatasi konflik antara akal dan wahyu. 2) Analisis teologis pemikiran Ibu Taymiyyah terhadap relasi akal dan wahyu yang berdampak pada era modern dengan kelebihan dan kekurangannya yaitu ada 5 komponen, pertama, wahyu lebih diprioritaskan dari pada akal, kedua, akal boleh setara dengan wahyu, ketiga, konflik relasi akal dan wahyu dengan mendahulukan akal, keempat, metode penafsiran Ibnu Taymiyyah dan yang kelima, konsep fitrah Ibnu Taymiyyah. Pemikiran Ibnu Taimiyah berkontribusi dalam kemajuan era modern dalam beberapa bidang, pertama, Ibnu Taimiyah digunakan dalam sejumlah disiplin ilmu modern, kedua, Tafsir Al-Quran modern Ibnu Taimiyyah, ketiga, Hukum Islam dipengaruhi oleh Ibnu Taimiyah, keempat, Dampak politik modern dari Ibnu Taimiyah, kelima, Kontribusi Ibnu Taimiyah terhadap perekonomian modern, keenam, Pengaruh Ibnu Taimiyah terhadap pemikiran modern.

Ibnu Taymiyyah menganut tauhid uluhiyah dengan membagi konsep tauhid menjadi tiga bagian.Ia memprioritaskan wahyu atas akal, tetapi tidak mengabaikan akal.Pemikiran ini berdampak pada era modern dengan kelebihan dan kekurangan, seperti konflik antara akal dan wahyu, metode penafsiran, serta konsep fitrah.Kontribusi pemikirannya terlihat dalam bidang pendidikan, hukum, politik, ekonomi, dan pemikiran modern.

1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji integrasi konsep kesesuaian Ibnu Taymiyyah dalam pendidikan modern untuk mengatasi konflik antara nilai-nilai agama dan ilmu pengetahuan. 2) Mempelajari pengaruh pemikiran Ibnu Taymiyyah terhadap perkembangan ekonomi Islam kontemporer, khususnya dalam konteks keadilan sosial dan kebijakan ekonomi. 3) Menjelaskan peran konsep fitrah Ibnu Taymiyyah dalam dialog antaragama, terutama dalam konteks globalisasi yang membutuhkan toleransi dan pemahaman lintas budaya.

Read online
File size414.48 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test