UNUJAUNUJA

Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan IslamAl-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengembangan e-book sebagai upaya konkret untuk mendukung visi pendidikan madrasah yang unggul secara intelektual dan spiritual. Metode yang digunakan adalah desain kuasi-eksperimental dengan teknik pengumpulan data termasuk wawancara, observasi, dan kuesioner. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan uji-t berpasangan pada hasil pretest dan posttest. Temuan menunjukkan bahwa e-book tentang kepemimpinan kepala madrasah berbasis budaya pesantren berkhasiat dalam meningkatkan literasi digital siswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji-t sebesar 0,014 < 0,05, yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dan skor N-gain sebesar 2,795 (279,52%), yang termasuk dalam kategori tinggi dan sangat efektif. Buku elektronik ini terbukti kurang efektif dalam meningkatkan moderasi beragama siswa. Meskipun hasil uji-t 0,000 < 0,05 menunjukkan perbedaan yang signifikan, skor N-gain hanya 0,482 atau 48,2%, yang dianggap sedang dan diinterpretasikan kurang efektif berdasarkan tabel efektivitas. Oleh karena itu, meskipun buku elektronik ini terbukti lebih berhasil dalam meningkatkan literasi digital siswa, buku ini masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama.

The development of the e-book on madrasah principal leadership based on Islamic boarding school culture proved effective in enhancing students digital literacy, as evidenced by a significant improvement in pretest and posttest scores (t-test = 0.05) and a high N-gain score of 2.795, which falls into the highly effective category.However, while the e-book demonstrated a significant difference in religious moderation (t-test = 0.05), its impact on fostering religious moderation was moderate, with an N-gain score of 0.482, categorised as less effective according to the Melzer and effectiveness tables.This suggests that while the e-book is a valuable tool for improving digital literacy, further development is needed to enhance its capacity to instil religious moderation.The limitations of this study include the lack of more in-depth behavioural exercises and the lack of real-world application of religious moderation values.Future research should focus on incorporating interactive components and experiential learning to foster tolerance and moderation better.Additionally, integrating more comprehensive leadership models and practical exercises into the e-book could further strengthen its effectiveness in promoting religious moderation alongside digital literacy.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan dari paper ini adalah: . . 1. Mengembangkan e-book dengan fokus pada aspek perilaku dan praktik moderasi beragama, bukan hanya teori. Penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan perdamaian dalam e-book, sehingga dapat mendorong perubahan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.. . 2. Mempertimbangkan penggunaan pendekatan pengalaman belajar (experiential learning) dalam e-book. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana e-book dapat dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara aktif dalam praktik moderasi beragama. Hal ini dapat mencakup simulasi, studi kasus, atau aktivitas lain yang mendorong siswa untuk menerapkan nilai-nilai moderasi dalam situasi nyata.. . 3. Mengintegrasikan model kepemimpinan yang lebih komprehensif dalam e-book. Penelitian dapat mengeksplorasi model kepemimpinan yang lebih luas, termasuk aspek-aspek seperti kepemimpinan transformasional, kepemimpinan servitif, atau kepemimpinan kolaboratif. Dengan demikian, e-book dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai pendekatan kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan budaya pesantren.. . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan e-book yang tidak hanya meningkatkan literasi digital siswa, tetapi juga efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Pendekatan yang lebih holistik dan interaktif dapat membantu siswa memahami dan menerapkan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan mereka, sehingga mencapai tujuan pendidikan madrasah yang unggul secara intelektual dan spiritual.

  1. Integrated Education System: a Local Wisdom-Based Education Model for Building Student’s Character... doi.org/10.51601/ijersc.v4i3.662Integrated Education System a Local Wisdom Based Education Model for Building StudentAos Character doi 10 51601 ijersc v4i3 662
  2. Kyai's leadership model in Islamic educational institutions Pondok Pesantren: A literature study... journal.iaisambas.ac.id/index.php/IJGIE/article/view/1311Kyais leadership model in Islamic educational institutions Pondok Pesantren A literature study journal iaisambas ac index php IJGIE article view 1311
  3. Building a Value-Based Workforce Through Islamic Work Value-Based Recruitment: A Conceptual Review |... ejournal.usm.my/aamj/article/view/aamj_vol29-no1-2024_10Building a Value Based Workforce Through Islamic Work Value Based Recruitment A Conceptual Review ejournal usm my aamj article view aamj vol29 no1 2024 10
  4. A study on the transformational leadership of madrasah principals from the perspective of educators and... learning-gate.com/index.php/2576-8484/article/view/1824A study on the transformational leadership of madrasah principals from the perspective of educators and learning gate index php 2576 8484 article view 1824
Read online
File size324.62 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test