UNIVPGRI PALEMBANGUNIVPGRI PALEMBANG

SCHOLASTICA JOURNAL JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PENDIDIKAN DASAR (Kajian Teori dan Hasil Penelitian)SCHOLASTICA JOURNAL JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PENDIDIKAN DASAR (Kajian Teori dan Hasil Penelitian)

Penelitian tentang“adakah pengaruh model pembelajaran Take and Give terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa inggris kelas VI SD IT Qurrotaayun belitang OKUT? dan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: mengetahui ada tidaknya pengaruh “model pembelajaran Take and Give terhadap hasil belajar siswa pada mata Bahasa inggris kelas VI SD IT Qurrotaayun belitang OKUT?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen. Teknik pengumpulan data yaitu melalui dokumentasi, Tehnik tes, Tehnik uji coba instrument dan Tehnik analisis data. Data dianalisis menggunakan Uji Normalistik data, Uji Homogenitas, Uji Hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:(1) Setelah dilakukan analisis berupa tes, diketahui model pembelajaran Take and Give memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa inggris kelas VI SD IT Qurrotaayun belitang OKUT. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan. (2)Keberhasilan dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Take and Give sangat berpengaruh, karena model pembelajaran ini menekankan kepada keaktifan siswa untuk berkerja sama dan kecepatan serta ketepatan dalam kegiatan belajar sehingga hasil belajar meningkat.

Model pembelajaran kooperatif Take and Give sangat efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris, yang terbukti dari peningkatan hasil tes akhir siswa.Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan model ini terhadap hasil belajar siswa kelas VI SD IT Qurrotaayun Belitang OKUT, dengan nilai thitung (11,48) lebih besar dari ttabel (1,668), sehingga hipotesis diterima.Keberhasilan ini disebabkan oleh penekanan model Take and Give pada keaktifan siswa untuk bekerja sama, serta kecepatan dan ketepatan dalam kegiatan belajar, yang secara positif meningkatkan hasil belajar.

Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah menarik yang bisa dieksplorasi agar manfaat model pembelajaran Take and Give ini semakin maksimal dan relevan. Pertama, akan sangat bermanfaat jika dilakukan penelitian mendalam tentang bagaimana mengatasi tantangan implementasi model ini, seperti masalah kedisiplinan siswa dalam kelompok, ketimpangan kemampuan antaranggota tim, atau kecenderungan beberapa siswa untuk tidak berkontribusi aktif (free riders). Misalnya, kita bisa mencari tahu strategi modifikasi model ini, seperti penerapan sistem rotasi peran atau metode penilaian yang lebih individual dalam kelompok, untuk memastikan semua siswa terlibat penuh dan mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Kedua, penting untuk memperluas jangkauan studi ke mata pelajaran lain di luar Bahasa Inggris, seperti ilmu pengetahuan alam, matematika, atau bahkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti SMP atau SMA. Hal ini akan membantu kita memahami adaptabilitas model Take and Give di berbagai konteks materi dan usia siswa, serta menemukan apakah ada penyesuaian khusus yang diperlukan agar model ini tetap efektif. Ketiga, selain fokus pada peningkatan hasil belajar akademis, penelitian selanjutnya sebaiknya juga mengkaji dampak jangka panjang model Take and Give terhadap pengembangan keterampilan non-akademis siswa, seperti kemampuan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, rasa percaya diri dalam berbicara, atau inisiatif mandiri dalam belajar. Dengan demikian, kita akan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai nilai tambah model ini dalam membentuk profil lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Read online
File size479.31 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test