UMTUMT
Globish: An English-Indonesian Journal for English, Education, and CultureGlobish: An English-Indonesian Journal for English, Education, and CultureAnalisis kesalahan adalah alat kunci untuk memahami perkembangan bahasa kedua dan merancang instruksi yang ditargetkan dalam konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Meskipun penggunaan platform penilaian berbasis seluler semakin meningkat, sedikit yang diketahui tentang pola kesalahan skala besar dan variasi mereka di seluruh tingkat keterampilan dan jenis tugas. Studi ini menganalisis 31.482 kesalahan dari 15.000 sesi tes latihan EnglishScore yang diselesaikan oleh 1.500 pembelajar EFL berusia 18-25 tahun dari universitas Indonesia, dengan setidaknya 4 tahun instruksi bahasa Inggris formal. Pembelajar dipilih melalui sampel acak bertingkat dari basis data pengguna terdaftar, memastikan perwakilan di seluruh tingkat CEFR dan volume penyelesaian tugas. Kesalahan dikategorikan menjadi domain gramatikal, leksikal, sintaksis, dan fungsional menggunakan Surface Strategy Taxonomy yang dimodifikasi. Desain campuran paralel konvergen yang menggabungkan statistik deskriptif, ANOVA, dan korelasi Pearson dengan pengkodean kualitatif digunakan untuk memeriksa frekuensi kesalahan, distribusi, dan hubungan antar kesalahan di seluruh tingkat keterampilan CEFR dan jenis tugas. Hasil menunjukkan bahwa kesalahan gramatikal adalah yang paling sering terjadi secara keseluruhan, terutama di antara pemula, sedangkan kesalahan leksikal dan fungsional meningkat pada tingkat keterampilan yang lebih tinggi. Jenis tugas secara signifikan mempengaruhi distribusi kesalahan, dengan tugas gap-fill menimbulkan kesalahan gramatikal dan leksikal tertinggi, dan tugas reordering kalimat serta tugas berbasis diskursus mengungkapkan kelemahan sintaksis dan fungsional yang lebih besar. Korelasi yang kuat di antara jenis kesalahan menunjukkan bahwa kompetensi linguistik saling terhubung, yang menekankan kebutuhan akan instruksi yang terintegrasi, sensitif terhadap keterampilan, dan terinformasi tugas. Temuan ini berkontribusi pada teori perkembangan interbahasa dan menawarkan panduan praktis untuk pendidik dan perancang penilaian yang mengintegrasikan alat berbasis seluler ke dalam pembelajaran EFL.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan gramatikal tetap menjadi yang paling umum, terutama di antara pembelajar pemula, sedangkan kesalahan leksikal dan fungsional menjadi lebih menonjol pada tahap menengah dan tingkat lanjut.Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa jenis tugas secara signifikan mempengaruhi produksi kesalahan, dengan tugas gap-fill menimbulkan lebih banyak kesalahan gramatikal dan leksikal.Sebaliknya, tugas reordering kalimat dan tugas berbasis diskursus cenderung mengungkapkan kelemahan sintaksis dan fungsional.Korelasi yang kuat antara jenis kesalahan dan perbedaan yang signifikan di seluruh tingkat keterampilan menekankan saling terhubungnya kompetensi linguistik dan kebutuhan akan pendekatan terpadu dalam instruksi bahasa.Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada tubuh penelitian yang berkembang tentang perkembangan interbahasa, analisis kesalahan, dan penilaian berbasis tugas, khususnya dalam lingkungan pembelajaran seluler yang belum dieksplorasi.Temuan ini menawarkan wawasan praktis bagi pendidik dan perancang penilaian, menekankan pentingnya instruksi yang sensitif terhadap keterampilan, terinformasi tugas, dan kaya konteks yang menangani interaksi dinamis antara tata bahasa, kosakata, sintaksis, dan fungsi komunikatif.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat fokus pada pengembangan strategi instruksional yang terintegrasi untuk mengatasi kesalahan gramatikal dan leksikal secara bersamaan, terutama pada tingkat pemula. Kedua, studi dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kesadaran sintaksis dan kemampuan menggunakan perangkat kohesi dan hubungan logis dalam teks, terutama pada tingkat menengah dan lanjut. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki peran konteks dalam produksi kesalahan dan bagaimana instruksi yang kaya konteks dapat membantu pembelajar mengatasi tantangan-tantangan ini. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat lebih mendalami hubungan antara kesalahan gramatikal, leksikal, sintaksis, dan fungsional, serta mengembangkan strategi instruksional yang lebih efektif untuk pembelajar EFL di berbagai tingkat keterampilan.
- The Nitty-gritty of Language Learners’ Errors – Contrastive Analysis, Error Analysis and... journals.aiac.org.au/index.php/IJELS/article/view/5476The Nitty gritty of Language LearnersAo Errors Ae Contrastive Analysis Error Analysis and journals aiac au index php IJELS article view 5476
- DOI Name 10.31000 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 48z crossref email support... doi.org/10.31000DOI Name 10 31000 Values doi name values index type timestamp data hs serv 48z crossref email support doi 10 31000
- ERROR ANALYSIS ON USING SIMPLE PAST TENSE IN DIARY WRITING MADE BY EFL STUDENTS | Globish: An English-Indonesian... doi.org/10.31000/globish.v10i2.4688ERROR ANALYSIS ON USING SIMPLE PAST TENSE IN DIARY WRITING MADE BY EFL STUDENTS Globish An English Indonesian doi 10 31000 globish v10i2 4688
| File size | 761.86 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
MEDIAANTARTIKAMEDIAANTARTIKA Penelitian lebih lanjut harus menyelidiki intervensi kelas, sampel peserta yang lebih besar, dan strategi spesifik yang dapat menyeimbangkan potensi motivasiPenelitian lebih lanjut harus menyelidiki intervensi kelas, sampel peserta yang lebih besar, dan strategi spesifik yang dapat menyeimbangkan potensi motivasi
UMTUMT Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Google Formulir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritasMetode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Google Formulir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas
UMTUMT Dua kelas dipilih masing-masing 35 siswa: satu menggunakan metode CIRC dan satu menggunakan strategi konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pemahamanDua kelas dipilih masing-masing 35 siswa: satu menggunakan metode CIRC dan satu menggunakan strategi konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman
UMTUMT Berdasarkan hasil post-test, dapat dikatakan bahwa penggunaan video YouTube untuk mengajar bahasa Inggris secara signifikan meningkatkan motivasi dan kemampuanBerdasarkan hasil post-test, dapat dikatakan bahwa penggunaan video YouTube untuk mengajar bahasa Inggris secara signifikan meningkatkan motivasi dan kemampuan
STAITARUNASTAITARUNA Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teori semantik kontekstual dalam pembelajaran Qirâah al‑Kutb merupakan strategi efektif untuk membangunTemuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teori semantik kontekstual dalam pembelajaran Qirâah al‑Kutb merupakan strategi efektif untuk membangun
UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen dengan instrumen berupa lembar ceklis komprehensif yang mencakup aspek kelayakanMetode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen dengan instrumen berupa lembar ceklis komprehensif yang mencakup aspek kelayakan
UMTUMT Siswa merasa lebih mudah memahami materi karena PowerPoint menyajikan poin-poin penting dengan jelas tanpa membebani mereka dengan teks yang berlebihan.Siswa merasa lebih mudah memahami materi karena PowerPoint menyajikan poin-poin penting dengan jelas tanpa membebani mereka dengan teks yang berlebihan.
UMGOUMGO Orang-orang mencoba memahami itu dengan pemahaman mereka sendiri karena terbuka untuk makna. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis kematian keahlianOrang-orang mencoba memahami itu dengan pemahaman mereka sendiri karena terbuka untuk makna. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis kematian keahlian
Useful /
UMTUMT Penelitian masa depan disarankan untuk memperluas cakupan investigasi dengan mencakup berbagai sekolah dan konteks regional untuk mengeksplorasi aplikasiPenelitian masa depan disarankan untuk memperluas cakupan investigasi dengan mencakup berbagai sekolah dan konteks regional untuk mengeksplorasi aplikasi
STAITARUNASTAITARUNA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), sedangkan analisis data dilakukan melalui modelPenelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), sedangkan analisis data dilakukan melalui model
STIM LPISTIM LPI Dyandra Media International, Tbk. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Metode analisis yang digunakanDyandra Media International, Tbk. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Metode analisis yang digunakan
UMGOUMGO Siswa juga terlibat secara sosial dengan WCF rekan sebaya dengan cara yang serupa. Selain itu, siswa merasakan keterlibatan afektif yang positif, yaituSiswa juga terlibat secara sosial dengan WCF rekan sebaya dengan cara yang serupa. Selain itu, siswa merasakan keterlibatan afektif yang positif, yaitu