STAISARSTAISAR
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-SyakhsiyyahJurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-SyakhsiyyahPenelitian ini menganalisis pelaksanaan isbat nikah di kalangan masyarakat Muslim di Aceh yang dilakukan atas dasar kesadaran hukum atau kepentingan administratif sebagai respons reaktif untuk pengurusan akta kelahiran anak, warisan, atau kepentingan administrasi lainnya. Permasalahan utama muncul karena isbat nikah dimaknai semata sebagai jalan pintas legalisasi perkawinan yang sebelumnya tidak tercatat, bukan sebagai proses hukum yang mencerminkan kepatuhan terhadap norma hukum negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna isbat nikah dalam konteks kesadaran hukum masyarakat serta mengidentifikasi posisi hukum isbat nikah sebagai instrumen penyelesaian masalah sosial keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dan yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan untuk menelaah dasar hukum isbat nikah yang diatur dalam Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, serta ketentuan peradilan agama. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitis melalui penelaahan norma hukum dan interpretasi terhadap praktik empiris yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pelaksanaan isbat nikah lebih didorong oleh kebutuhan administratif daripada kesadaran hukum yang sejati. Isbat nikah dimaknai masyarakat sebagai sarana hukum untuk memperoleh pengakuan negara atas perkawinan yang telah sah secara agama, dengan fungsi utama sebagai pemenuhan kebutuhan administratif. Posisi hukum isbat nikah berperan penting dalam menyelesaikan problem sosial keagamaan akibat perkawinan tidak tercatat serta memberikan perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. Ketaatan masyarakat terhadap isbat nikah masih bersifat reaktif dan administratif, dipengaruhi oleh kebutuhan praktis, bukan oleh kesadaran hukum yang lahir dari nilai normatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk masyarakat Muslim, isbat nikah dianggap sebagai mekanisme hukum untuk memperoleh pengakuan negara atas pernikahan yang sebelumnya sah secara agama atau dalam kasus hilangnya sertifikat pernikahan.Pemahaman publik tentang isbat nikah didominasi oleh fungsi administratif, memenuhi kebutuhan administratif daripada mencerminkan kepatuhan yang tulus terhadap hukum negara.Posisi hukum isbat nikah memainkan peran signifikan dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial-agama yang timbul dari pernikahan tidak terdaftar.Keberadaannya melegitimasi pernikahan yang disyahkan sesuai dengan hukum agama dengan memberikan validitas hukum negara, sekaligus menyediakan perlindungan hukum bagi hak-hak wanita dan anak-anak.Namun, kepatuhan Muslim terhadap isbat nikah tetap bersifat reaktif dan administratif, dan belum berkembang menjadi kesadaran hukum substansial.Permohonan isbat nikah diajukan ketika dokumen hukum menjadi perlu, bukan karena kesadaran akan kewajiban mendaftarkan pernikahan.Fenomena ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap hukum masih didorong oleh pertimbangan utilitas praktis daripada nilai-nilai hukum normatif.
Untuk meningkatkan kepatuhan terhadap hukum negara dalam konteks isbat nikah, perlu dilakukan upaya-upaya berikut: Pertama, memperkuat sistem pendaftaran pernikahan dan meningkatkan pengawasan terhadap praktik pernikahan. Perlu ada formulasi norma-norma baru yang dengan jelas membatasi penggunaan isbat nikah, sebagai langkah awal untuk meningkatkan efektivitas hukum. Kedua, memperluas pendidikan hukum di seluruh lapisan masyarakat untuk memupuk pemahaman tentang legalisasi pernikahan sebagai kewajiban agama dan persyaratan hukum negara. Prioritaskan mekanisme pencegahan daripada terus mengandalkan tindakan korektif. Ketiga, melakukan reformasi hukum yang disertai dengan peningkatan kesadaran publik melalui pendidikan hukum keluarga. Reformasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi isbat nikah sebagai instrumen judicial khusus, bukan sebagai solusi rutin untuk kelalaian administratif. Dengan demikian, prinsip kepastian hukum dapat ditegakkan kembali.
- Itsbat Nikah: Legalizing marriage outside the record in Indonesia - IIARI. itsbat nikah legalizing marriage... iiari.org/journal_article/itsbat-nikah-legalizing-marriage-outside-the-record-in-indonesiaItsbat Nikah Legalizing marriage outside the record in Indonesia IIARI itsbat nikah legalizing marriage iiari journal article itsbat nikah legalizing marriage outside the record in indonesia
- Hearsay Evidence Admissibility: Due Process and Evidentiary Rules in Muslim Marriage Legalization (Isbat... doi.org/10.25041/fiatjustisia.v16no3.2464Hearsay Evidence Admissibility Due Process and Evidentiary Rules in Muslim Marriage Legalization Isbat doi 10 25041 fiatjustisia v16no3 2464
| File size | 312.75 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINPTKIAINPTK Globalisasi ekonomi telah menjadi arus besar selama dua hingga tiga dasawarsa terakhir. Proses multi-dimensi yang menuntut konsistensi dan integrasi denganGlobalisasi ekonomi telah menjadi arus besar selama dua hingga tiga dasawarsa terakhir. Proses multi-dimensi yang menuntut konsistensi dan integrasi dengan
IAINPTKIAINPTK Jenis penelitian dalam tulisan ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan empiris-kualitatif. Dengan menggunakan analisis data kualitatif, hasilJenis penelitian dalam tulisan ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan empiris-kualitatif. Dengan menggunakan analisis data kualitatif, hasil
IAINPTKIAINPTK Dengan menggunakan penelitian pustaka, ada tiga hasil penelitian ini. Pertama, hukum Islam tidak menetapkan minimal usia bagi calon mempelai yang akanDengan menggunakan penelitian pustaka, ada tiga hasil penelitian ini. Pertama, hukum Islam tidak menetapkan minimal usia bagi calon mempelai yang akan
IAINPTKIAINPTK Salah satu konflik di masyarakat ialah konflik tentang penentuan dan akurasi arah kiblat. Sebagaimana yang terjadi pada Masjid Nurul Iman Balang KarangloSalah satu konflik di masyarakat ialah konflik tentang penentuan dan akurasi arah kiblat. Sebagaimana yang terjadi pada Masjid Nurul Iman Balang Karanglo
UNISUNIS GLOW menyoroti penyimpangan konsep kesamaan pada pokoknya yang dapat menimbulkan pelanggaran hak merek, kerugian finansial, dan ketidakstabilan hukum.GLOW menyoroti penyimpangan konsep kesamaan pada pokoknya yang dapat menimbulkan pelanggaran hak merek, kerugian finansial, dan ketidakstabilan hukum.
UNISUNIS Konsekuensi hukum dari penolakan pengesahan pernikahan menunjukkan bahwa hak anak tidak terpenuhi setelah isbat nikah ditolak, yaitu hak atas warisan anakKonsekuensi hukum dari penolakan pengesahan pernikahan menunjukkan bahwa hak anak tidak terpenuhi setelah isbat nikah ditolak, yaitu hak atas warisan anak
UMPRUMPR Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, angket dan CARI. Masalah yang dihadapi oleh mahasiswa dalam pemahaman membaca (reading comprehension)Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, angket dan CARI. Masalah yang dihadapi oleh mahasiswa dalam pemahaman membaca (reading comprehension)
UMPRUMPR Qasidah Burdah mengandung nilai-nilai spiritual tentang aqidah, syariah, dan akhlak yang dapat dijadikan acuan dalam pendidikan kepribadian untuk membentukQasidah Burdah mengandung nilai-nilai spiritual tentang aqidah, syariah, dan akhlak yang dapat dijadikan acuan dalam pendidikan kepribadian untuk membentuk
Useful /
STAISARSTAISAR Marriage in Shawwal reflects the dialectic between normative Islamic guidance and local traditions. In Java and Madura, Shawwal is recommended, rootedMarriage in Shawwal reflects the dialectic between normative Islamic guidance and local traditions. In Java and Madura, Shawwal is recommended, rooted
STAISARSTAISAR Hasil analisis menunjukkan adanya polarisasi wacana: sebagian pihak memandang Pergub sebagai upaya penguatan moralitas dan tata kelola perkawinan ASN yangHasil analisis menunjukkan adanya polarisasi wacana: sebagian pihak memandang Pergub sebagai upaya penguatan moralitas dan tata kelola perkawinan ASN yang
UNDIPUNDIP Oleh karena itu, untuk mengembangkan hubungan perawatan dan dukungan profesional, penting untuk mengisi kesenjangan pengetahuan ini. Tujuan: PenelitianOleh karena itu, untuk mengembangkan hubungan perawatan dan dukungan profesional, penting untuk mengisi kesenjangan pengetahuan ini. Tujuan: Penelitian
UGMUGM Penelitian ini menunjukkan bahwa fokus pada kompetensi inti, pengurangan biaya, akses ke keahlian dan keterampilan TI, serta fleksibilitas memiliki hubunganPenelitian ini menunjukkan bahwa fokus pada kompetensi inti, pengurangan biaya, akses ke keahlian dan keterampilan TI, serta fleksibilitas memiliki hubungan