UIN SUSKAUIN SUSKA
Journal of Natural Science and IntegrationJournal of Natural Science and IntegrationMetakognisi dan sistem diri merupakan komponen penting yang memengaruhi keberhasilan belajar individu. Kemampuan untuk merefleksikan dan mengatur proses belajar harus diidentifikasi serta dinilai secara akurat guna mendukung perencanaan instruksional yang meningkatkan keterampilan tersebut. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan metakognitif dan sistem diri mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Islam Riau. Dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan dari sampel sebanyak 30 mahasiswa, terdiri dari 6 laki‑laki dan 24 perempuan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berdasarkan Taksonomi Marzano dengan tiga indikator per variabel, divalidasi melalui tinjauan ahli. Data dianalisis menggunakan kategorisasi berbasis persentase dan selanjutnya diuji dengan korelasi Pearson product‑moment melalui SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan semua indikator metakognisi masuk dalam kategori tinggi, dengan pemantauan kejelasan memperoleh skor tertinggi (80,27 %) dan pemantauan proses terendah (77,87 %). Untuk sistem diri, pemeriksaan pentingnya dan respons emosional dikategorikan tinggi, sedangkan efikasi berada pada tingkat sedang. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara metakognisi dan sistem diri (r = 0,536), dengan persamaan regresi Y = 36,662 0,478X. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa menunjukkan tingkat kemampuan metakognitif dan sistem diri yang tinggi serta saling berhubungan secara signifikan.
Temuan penelitian menunjukkan kemampuan metakognitif mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Islam Riau berada pada kategori tinggi dengan rata‑rata nilai 78,77 %, serta sistem diri juga tinggi dengan rata‑rata 74,80 %.Terdapat hubungan moderat yang signifikan antara kedua variabel, menandakan bahwa mahasiswa dengan kemampuan metakognitif lebih tinggi cenderung memiliki regulasi diri yang lebih kuat.Karena ukuran sampel yang kecil, penelitian selanjutnya perlu memperluas jumlah dan keragaman sampel serta menyelidiki model pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan metakognitif dan regulasi diri calon guru.
Penelitian selanjutnya dapat menguji perbandingan efek model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dan pembelajaran berbasis penyelidikan (Inquiry-Based Learning) terhadap perkembangan kemampuan metakognitif dan sistem diri mahasiswa biologi, dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari beberapa perguruan tinggi. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki apakah terdapat perbedaan signifikan antara mahasiswa laki‑laki dan perempuan dalam tingkat metakognisi serta regulasi diri, mengingat temuan sebelumnya yang menunjukkan kemungkinan pengaruh gender pada indikator tertentu. Terakhir, sebuah studi longitudinal yang memantau perubahan kemampuan metakognitif dan sistem diri mahasiswa sejak semester pertama hingga akhir program dapat memberikan wawasan tentang dinamika perkembangan keterampilan tersebut serta identifikasi faktor-faktor yang mempercepat atau menghambat pertumbuhan mereka.
- The Relationship Between Self-Regulation in Learning and Career Maturity in Class XI-XII Students of... doi.org/10.24246/jwp.v2i1.12547The Relationship Between Self Regulation in Learning and Career Maturity in Class XI XII Students of doi 10 24246 jwp v2i1 12547
- Metacognitive, Critical Thinking, and Concept Understanding of Motion Systems: A Correlational Study... doi.org/10.20961/bioedukasi-uns.v14i2.52972Metacognitive Critical Thinking and Concept Understanding of Motion Systems A Correlational Study doi 10 20961 bioedukasi uns v14i2 52972
- Development of a Structured Interview for Assessing Student Use of Self-Regulated Learning Strategies... journals.sagepub.com/doi/10.3102/00028312023004614Development of a Structured Interview for Assessing Student Use of Self Regulated Learning Strategies journals sagepub doi 10 3102 00028312023004614
| File size | 275.84 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UVAYABJMUVAYABJM Kondisi flow akademik diperlukan agar mahasiswa dapat menikmati pembelajaran, sehingga mendapatkan hasil pembelajaran yang dilihat dari indeks prestasiKondisi flow akademik diperlukan agar mahasiswa dapat menikmati pembelajaran, sehingga mendapatkan hasil pembelajaran yang dilihat dari indeks prestasi
UMPPUMPP Analisis dilakukan dengan memetakan hasil wawancara mendalam ke dalam tujuh faset User Experience (UX) Honeycomb: useful, usable, desirable, findable,Analisis dilakukan dengan memetakan hasil wawancara mendalam ke dalam tujuh faset User Experience (UX) Honeycomb: useful, usable, desirable, findable,
UKINSTITUTEUKINSTITUTE 25, p < 0. 001), menunjukkan bahwa beban kognitif dan kendala sosial ekonomi memperburuk biaya akademik dari multitasking. Lebih lanjut, kebijakan penggunaan25, p < 0. 001), menunjukkan bahwa beban kognitif dan kendala sosial ekonomi memperburuk biaya akademik dari multitasking. Lebih lanjut, kebijakan penggunaan
STIE MCESTIE MCE Sayangnya, mahasiswa akuntansi tampaknya tertinggal dalam mengembangkan keterampilan kognitif ini. Penelitian ini mengembangkan teori penilaian reflektifSayangnya, mahasiswa akuntansi tampaknya tertinggal dalam mengembangkan keterampilan kognitif ini. Penelitian ini mengembangkan teori penilaian reflektif
UIN SUSKAUIN SUSKA Analisis menunjukkan faktor kondisi memfasilitasi menjadi penyumbang utama (36. 9%), diikuti oleh ekspektasi kinerja (24. 1%), ekspektasi usaha (16. 5%)Analisis menunjukkan faktor kondisi memfasilitasi menjadi penyumbang utama (36. 9%), diikuti oleh ekspektasi kinerja (24. 1%), ekspektasi usaha (16. 5%)
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Kesimpulannya, tidak ada gaya belajar yang lebih baik dari yang lain. Mayoritas mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Melawi memiliki gaya belajar visual.Kesimpulannya, tidak ada gaya belajar yang lebih baik dari yang lain. Mayoritas mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Melawi memiliki gaya belajar visual.
UIN SUSKAUIN SUSKA Metode pengembangan menggunakan pendekatan ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi) dengan sampel 150 mahasiswa, dimana e‑moduleMetode pengembangan menggunakan pendekatan ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi) dengan sampel 150 mahasiswa, dimana e‑module
USUUSU Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat mengkomunikasikan pemikirannya secara efektif dengan memanfaatkan kata-kata akademis yang akurat dan sesuai denganHal ini dimaksudkan agar siswa dapat mengkomunikasikan pemikirannya secara efektif dengan memanfaatkan kata-kata akademis yang akurat dan sesuai dengan
Useful /
UVAYABJMUVAYABJM Latar belakangnya mencakup lemahnya integrasi kearifan lokal Dayak dalam instrumen asesmen dan rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran kontekstual.Latar belakangnya mencakup lemahnya integrasi kearifan lokal Dayak dalam instrumen asesmen dan rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran kontekstual.
UVAYABJMUVAYABJM Kendati demikian, keterbatasan fasilitas belajar dan masih terbatasnya kompetensi guru dalam merancang pembelajaran inovatif menjadi hambatan dalam penerapannya.Kendati demikian, keterbatasan fasilitas belajar dan masih terbatasnya kompetensi guru dalam merancang pembelajaran inovatif menjadi hambatan dalam penerapannya.
LPPM STIEATMABHAKTILPPM STIEATMABHAKTI Analisis menunjukkan nilai korelasi X = 0,709 dan nilai t hitung 5,456 dengan signifikansi 0,000, sehingga hipotesis diterima. Dengan demikian, tingkatAnalisis menunjukkan nilai korelasi X = 0,709 dan nilai t hitung 5,456 dengan signifikansi 0,000, sehingga hipotesis diterima. Dengan demikian, tingkat
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Hasil intervensi pembelajaran telah berhasil meningkatkan pemahaman konseptual dan kelancaran prosedural matematis siswa secara keseluruhan. PeningkatanHasil intervensi pembelajaran telah berhasil meningkatkan pemahaman konseptual dan kelancaran prosedural matematis siswa secara keseluruhan. Peningkatan