UKINSTITUTEUKINSTITUTE
Journal of Psychological PerspectiveJournal of Psychological PerspectivePenelitian ini menginvestigasi bagaimana multitasking telepon seluler (CPM) memengaruhi kinerja akademik, yang diukur dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), di kalangan mahasiswa sarjana di India. Sebanyak 476 mahasiswa dari sebuah universitas swasta besar di India Utara menyelesaikan survei terstruktur yang menilai frekuensi CPM, status sosial ekonomi (SSE), disiplin akademik, dan kebijakan penggunaan telepon institusional. Analisis regresi hierarkis dilakukan untuk menguji hubungan prediktif antara CPM dan IPK serta untuk menguji efek moderasi dari SSE dan disiplin akademik. Hasil menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara CPM dan IPK (ρ = –0.15, p < 0.001), dengan mahasiswa yang lebih sering melakukan multitasking menunjukkan kinerja akademik yang lebih rendah. Dalam model regresi akhir, CPM muncul sebagai prediktor IPK yang signifikan secara statistik namun kecil (β = –0.06, p < 0.05), menjelaskan sebagian kecil variansi dalam hasil akademik (ΔR² = 0.035, total R² = 0.130). Ukuran efeknya kecil namun signifikan (ηp² = 0.016, 95% CI [0.000002, 0.0106]). Hubungan negatif ini lebih kuat di antara mahasiswa STEM (ρ = –0.20, p < 0.001) dan mereka yang berasal dari latar belakang SSE yang lebih rendah (ρ = –0.25, p < 0.001), menunjukkan bahwa beban kognitif dan kendala sosial ekonomi memperburuk biaya akademik dari multitasking. Lebih lanjut, kebijakan penggunaan telepon institusional yang lebih ketat mengurangi dampak buruk CPM terhadap IPK. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa multitasking yang sering dengan telepon seluler menghambat pencapaian akademik, terutama di kalangan mahasiswa yang menghadapi tuntutan kognitif yang lebih tinggi atau sumber daya yang terbatas. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan penggunaan telepon yang terstruktur, program literasi digital yang terarah, dan dukungan akademik yang adil untuk membantu mahasiswa mengatur gangguan digital dan meningkatkan hasil belajar dalam konteks pendidikan tinggi.
Studi ini menemukan bahwa multitasking telepon seluler (CPM) memiliki dampak negatif yang signifikan secara statistik, meskipun kecil, terhadap IPK mahasiswa sarjana di India.Efek negatif ini diperkuat pada mahasiswa STEM dan mereka yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi rendah, serta dimoderasi oleh kebijakan penggunaan telepon institusional.Temuan ini menegaskan bahwa dampak CPM bersifat kontingen secara budaya dan struktural, menyoroti perlunya intervensi yang menyeimbangkan integrasi teknologi dengan kesejahteraan kognitif dan keberhasilan siswa dalam lingkungan pendidikan tinggi.
Untuk memahami lebih lanjut dampak multitasking ponsel terhadap pendidikan tinggi, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada penggunaan metode pengukuran yang lebih objektif. Misalnya, bagaimana jika kita menggunakan data pelacakan penggunaan aplikasi atau waktu layar ponsel secara langsung untuk mengukur kebiasaan multitasking siswa, dan kemudian melacak dampaknya terhadap kinerja akademik dan kesejahteraan kognitif mereka selama beberapa semester? Ini akan memberikan pemahaman yang lebih akurat tentang hubungan sebab-akibat dan efek jangka panjang, melampaui laporan pribadi yang mungkin bias. Selanjutnya, penting untuk mengembangkan dan menguji efektivitas program literasi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik kelompok siswa yang berbeda, seperti mahasiswa STEM yang membutuhkan fokus tinggi, atau mahasiswa dari latar belakang sosial ekonomi rendah yang lebih bergantung pada ponsel. Bagaimana universitas dapat merancang kebijakan penggunaan ponsel yang tidak hanya membatasi, tetapi juga mendidik dan memberdayakan siswa untuk menggunakan teknologi secara bijak dalam konteks budaya yang menghargai konektivitas sosial? Terakhir, penelitian perlu melihat dampak multitasking ponsel secara lebih holistik, tidak hanya pada IPK. Bagaimana kebiasaan ini memengaruhi kemampuan adaptasi kognitif, keterampilan berpikir kritis, manajemen waktu, tingkat stres, dan kesehatan mental secara keseluruhan? Memahami interaksi kompleks antara penggunaan ponsel, regulasi diri, dan berbagai aspek perkembangan siswa akan sangat membantu dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung di era digital ini.
- 0. ask publishers restore access books wayback machine texts audio software images donate archive sign... doi.org/10.1080/87567555.2015.10050400 ask publishers restore access books wayback machine texts audio software images donate archive sign doi 10 1080 87567555 2015 1005040
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/stl0000045APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 stl0000045
- One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.31893/humanitj.2026003One moment please one moment please wait request verified doi 10 31893 humanitj 2026003
| File size | 378.67 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDIPUNDIP Hasil: Mayoritas mahasiswa menunjukkan tingkat kepemimpinan wirausaha tinggi (Mean = 4. 04, SD = 0. 49). Faktor yang secara signifikan terkaitHasil: Mayoritas mahasiswa menunjukkan tingkat kepemimpinan wirausaha tinggi (Mean = 4. 04, SD = 0. 49). Faktor yang secara signifikan terkait
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Penelitian ini memanfaatkan kuesioner tertutup tentang strategi regulasi motivasi dan wawancara semi-struktural untuk mengumpulkan data. Temuan pertamaPenelitian ini memanfaatkan kuesioner tertutup tentang strategi regulasi motivasi dan wawancara semi-struktural untuk mengumpulkan data. Temuan pertama
JOMPARNDJOMPARND Penyuluhan, demonstrasi, dan konsultasi terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. DisarankanPenyuluhan, demonstrasi, dan konsultasi terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. Disarankan
YASIN ALSYSYASIN ALSYS Pendekatan kuantitatif digunakan dengan membagikan kuesioner terstruktur secara daring dan luring kepada 210 mahasiswa di Shanker Dev Campus, PulchowkPendekatan kuantitatif digunakan dengan membagikan kuesioner terstruktur secara daring dan luring kepada 210 mahasiswa di Shanker Dev Campus, Pulchowk
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Kesimpulan penelitian ini adalah simulasi PhET dapat dijadikan sebagai alat bantu yang efektif dalam pembelajaran fisika untuk mengembangkan keterampilanKesimpulan penelitian ini adalah simulasi PhET dapat dijadikan sebagai alat bantu yang efektif dalam pembelajaran fisika untuk mengembangkan keterampilan
ITEKES BALIITEKES BALI Responden yang dipilih adalah mahasiswa Sarjana Ilmu Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkanResponden yang dipilih adalah mahasiswa Sarjana Ilmu Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan
UNMUNM Data diperoleh dengan mengumpulkan lembar kerja mahasiswa atas tes TOEFL dan menyebarkan kuesioner terkait strategi pengambilan ujian yang digunakan olehData diperoleh dengan mengumpulkan lembar kerja mahasiswa atas tes TOEFL dan menyebarkan kuesioner terkait strategi pengambilan ujian yang digunakan oleh
INTELEKTUALINTELEKTUAL Hasil model jalur SmartPLS menunjukkan dua hasil penting: pertama, komunikasi berkorelasi positif dan signifikan dengan kinerja akademik. Kedua, dukunganHasil model jalur SmartPLS menunjukkan dua hasil penting: pertama, komunikasi berkorelasi positif dan signifikan dengan kinerja akademik. Kedua, dukungan
Useful /
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Pendidikan Pancasila adalah salah satu mata pelajaran dalam kurikulum merdeka dengan muatan materi yang cenderung sulit dan kurang diminati oleh pesertaPendidikan Pancasila adalah salah satu mata pelajaran dalam kurikulum merdeka dengan muatan materi yang cenderung sulit dan kurang diminati oleh peserta
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Namun, melalui pembelajaran Aswaja, siswa diajarkan bersikap moderat dalam beragama dan kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran Aswaja dilakukan denganNamun, melalui pembelajaran Aswaja, siswa diajarkan bersikap moderat dalam beragama dan kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran Aswaja dilakukan dengan
UNUSAUNUSA Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan heparin intravena pada dosis profilaksis menurunkan kadar D‑Dimer, nilai PT, dan APTT pada pasien COVID‑19,Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan heparin intravena pada dosis profilaksis menurunkan kadar D‑Dimer, nilai PT, dan APTT pada pasien COVID‑19,
UNMUNM Model ini membatasi kreativitas dosen karena tugas ditetapkan secara formal dan mengurangi inisiatif individu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan kolaborasiModel ini membatasi kreativitas dosen karena tugas ditetapkan secara formal dan mengurangi inisiatif individu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan kolaborasi