UNAJAUNAJA

JURNAL RISET AKUNTANSI JAMBIJURNAL RISET AKUNTANSI JAMBI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan manufaktur melalui pendekatan Balanced Scorecard (BSC) berdasarkan kajian literatur. Balanced Scorecard merupakan metode pengukuran kinerja yang tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, juga mencakup perspektif pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai artikel ilmiah yang relevan dengan penerapan Balanced Scorecard pada perusahaan manufaktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Balanced Scorecard mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap kinerja perusahaan dibandingkan pengukuran berbasis keuangan semata. Perspektif keuangan berperan dalam menilai profitabilitas dan efisiensi perusahaan, sedangkan perspektif pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perusahaan. Dengan demikian, Balanced Scorecard dapat digunakan sebagai alat evaluasi strategis yang membantu perusahaan manufaktur dalam mengukur, mengendalikan, dan meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan.

Pendekatan Balanced Scorecard (BSC) terbukti efektif dalam menganalisis kinerja perusahaan manufaktur secara menyeluruh.Pengukuran kinerja dengan BSC tidak hanya menilai aspek keuangan, tetapi juga memperhatikan perspektif pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.Keempat perspektif ini saling berkaitan dan berperan penting dalam mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan.Dari perspektif keuangan, indikator seperti ROI, ROE, Net Profit Margin, dan EVA digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dan menciptakan nilai bagi pemegang saham.Namun, kinerja keuangan yang baik tidak dapat dicapai hanya melalui pengelolaan aspek finansial semata.Perusahaan juga perlu memperhatikan kepuasan pelanggan, efisiensi proses produksi, kualitas produk, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.Perspektif pelanggan menunjukkan bahwa kepuasan dan loyalitas pelanggan memiliki pengaruh penting terhadap keberlanjutan usaha perusahaan manufaktur.Sementara itu, perspektif proses bisnis internal menekankan pentingnya efisiensi operasional, pengendalian biaya, peningkatan kualitas produksi, serta perbaikan berkelanjutan.Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan juga menjadi dasar penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan mampu mendukung peningkatan kinerja perusahaan.Penerapan Balanced Scorecard pada perusahaan manufaktur membantu manajemen dalam mengevaluasi kinerja secara komprehensif, mengidentifikasi kelemahan dan peluang perbaikan, serta menyelaraskan strategi perusahaan dengan tujuan jangka panjang.Balanced Scorecard berfungsi sebagai alat pengukuran kinerja dan instrumen manajemen strategis untuk meningkatkan daya saing, efisiensi, profitabilitas, dan keberlanjutan perusahaan manufaktur.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: . . 1. Menganalisis dampak penerapan Balanced Scorecard terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur dalam jangka panjang. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana Balanced Scorecard membantu perusahaan dalam mencapai tujuan strategis dan keberlanjutan finansial mereka. . . 2. Meneliti implementasi Balanced Scorecard dalam konteks industri manufaktur spesifik, seperti industri otomotif atau elektronik. Dengan fokus pada industri tertentu, penelitian dapat menyelidiki tantangan dan peluang unik yang dihadapi perusahaan dalam mengadopsi Balanced Scorecard dan bagaimana pendekatan ini dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik industri tersebut. . . 3. Mempelajari peran teknologi dalam mendukung penerapan Balanced Scorecard di perusahaan manufaktur. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi digital, seperti sistem informasi manajemen, dapat membantu perusahaan dalam mengumpulkan, menganalisis, dan memantau indikator kinerja yang relevan dengan Balanced Scorecard. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan Balanced Scorecard di perusahaan manufaktur.

  1. Kinerja Keuangan Berbasis Konsep BSC (Balance Scorecard) Berdasarkan Prespektif Financial | TIN: Terapan... doi.org/10.47065/tin.v4i7.4661Kinerja Keuangan Berbasis Konsep BSC Balance Scorecard Berdasarkan Prespektif Financial TIN Terapan doi 10 47065 tin v4i7 4661
Read online
File size278.88 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test