IPBIPB
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)Lahan gambut tropis di Indonesia selalu dikarakterisasi oleh Satuan Hidrologi Gambut yang memiliki fungsi sebagai penyimpanan karbon dalam jumlah besar dan mampu mengatur siklus hidrologi secara alami. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu menganalisis variabilitas parameter Kadar Air Tanah (SWC), Tinggi Muka Air Tanah (GWL), dan curah hujan untuk memahami pola interaksi hidrologi dalam ekosistem lahan gambut, serta menjelaskan hubungan kuantitatif antara parameter SWC dan GWL menggunakan pendekatan Persamaan van Genuchten (VG). Penelitian ini juga menggunakan pendekatan pemodelan kurva hidrolik tanah berbasis VG untuk menggambarkan retensi air tanah dan dampaknya terhadap dinamika permukaan air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SWC sangat dipengaruhi oleh kedalaman GWL dan intensitas curah hujan, yang menegaskan bahwa hubungan antara kedua parameter tersebut bersifat timbal balik. Selain itu, pemahaman mengenai hubungan antar parameter ini sangat penting, karena nilai SWC sangat menentukan status kelembapan permukaan gambut, serta secara langsung memengaruhi kerentanan kebakaran lahan gambut, sementara GWL mengatur keseimbangan hidrologi jangka panjang dan potensi emisi karbon. Oleh karena itu, pelaksanaan penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman mengenai umpan balik hidrologi di lahan gambut. Hasil analisis korelasi antar parameter dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kuat antara SWC dan GWL (R² = 0,6–0,8), sedangkan korelasi antara GWL dan curah hujan lemah (R² = 0,1–0,2). Hal ini menunjukkan bahwa variasi SWC terutama dipengaruhi oleh fluktuasi air tanah daripada curah hujan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara curah hujan dan tinggi muka air tanah (GWL), serta hubungan kuantitatif antara GWL dan kadar air tanah (SWC) yang mengikuti kurva S dalam model van Genuchten, yang sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan tingkat dekomposisi.Kondisi homogenitas dan stratifikasi lapisan gambut bervariasi berdasarkan tingkat degradasi, sehingga menekankan pentingnya pengelolaan gambut yang tepat untuk menjaga stabilitas hidrologi dan mengurangi risiko kebakaran.Diperlukan pengembangan model retensi air yang lebih akurat dengan mempertimbangkan variasi fisik dan kimia gambut, serta penggunaan data jangka panjang yang mencakup musim kering, musim hujan, dan siklus El Niño pada penelitian selanjutnya.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan model van Genuchten yang disesuaikan dengan karakteristik fisik dan kimia spesifik setiap Satuan Hidrologi Gambut (PHU), dengan memasukkan variabel seperti kadar abu, kepadatan kering, dan tingkat dekomposisi gambut, agar prediksi retensi air lebih akurat dan representatif di berbagai kondisi lahan. Kedua, diperlukan studi komparatif jangka panjang yang memantau dinamika hubungan antara kadar air tanah (SWC) dan tinggi muka air tanah (GWL) di berbagai tipe penggunaan lahan—seperti hutan gambut alami, perkebunan kelapa sawit, dan lahan pertanian—untuk memahami bagaimana aktivitas manusia mengubah perilaku hidrologi gambut dan meningkatkan kerentanan kebakaran. Ketiga, penelitian lanjutan sebaiknya menguji efektivitas teknik restorasi seperti pembuatan bendungan pada kanal drainase dengan memantau perubahan parameter hidrologi dan model van Genuchten sebelum dan sesudah intervensi, guna mengevaluasi apakah tindakan restorasi benar-benar mampu memulihkan fungsi hidrologis dan retensi air gambut secara berkelanjutan.
- Degradation of Southeast Asian tropical peatlands and integrated strategies for their better management... doi.org/10.1111/1365-2664.13905Degradation of Southeast Asian tropical peatlands and integrated strategies for their better management doi 10 1111 1365 2664 13905
- Global Change Biology | Environmental Change Journal | Wiley Online Library. global change biology journal... doi.org/10.1111/j.1365-2486.2006.01301.xGlobal Change Biology Environmental Change Journal Wiley Online Library global change biology journal doi 10 1111 j 1365 2486 2006 01301 x
- Detecting tropical peatland degradation: Combining remote sensing and organic geochemistry | PLOS One.... doi.org/10.1371/journal.pone.0280187Detecting tropical peatland degradation Combining remote sensing and organic geochemistry PLOS One doi 10 1371 journal pone 0280187
| File size | 1.1 MB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN MADURAIAIN MADURA Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif karena peneliti ingin menggambarkan atau melukiskan fakta-fakta atau keadaan ataupun gejala yangPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif karena peneliti ingin menggambarkan atau melukiskan fakta-fakta atau keadaan ataupun gejala yang
UNTAG SMDUNTAG SMD ha-1. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = control, P1 = kompos solid sawit dengan dekomposer EM4, P2 = kompos solid sawit dengan dekomposer M21, P3 =ha-1. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = control, P1 = kompos solid sawit dengan dekomposer EM4, P2 = kompos solid sawit dengan dekomposer M21, P3 =
LMULMU , 2016) dan stabilitas penurunan juga dapat mempengaruhi. Hasil uji model fisik sekat kanal dari material beton menunjukkan bahwa ketinggian muka air dan, 2016) dan stabilitas penurunan juga dapat mempengaruhi. Hasil uji model fisik sekat kanal dari material beton menunjukkan bahwa ketinggian muka air dan
JPTAMJPTAM Lahan gambut Indonesia terpusat di tiga pulau besar yaitu Sumatra (35%), Kalimantan (32%), Papua (30%), dan pulau lainnya (3%) dengan total luas 21 jutaLahan gambut Indonesia terpusat di tiga pulau besar yaitu Sumatra (35%), Kalimantan (32%), Papua (30%), dan pulau lainnya (3%) dengan total luas 21 juta
UNPARUNPAR Sifat kering tak balik atau hidrofobisitas merupakan salah satu sifat gambut yang digunakan untuk menentukan tingkat degradasi lahan gambut. Sifat hidrofobisitasSifat kering tak balik atau hidrofobisitas merupakan salah satu sifat gambut yang digunakan untuk menentukan tingkat degradasi lahan gambut. Sifat hidrofobisitas
UNILAUNILA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi individu kunci dan wisatawan tentang ekowisata. Lokasi penelitian di Lampung Mangrove Center DesaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi individu kunci dan wisatawan tentang ekowisata. Lokasi penelitian di Lampung Mangrove Center Desa
UNIKSUNIKS Pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian menghadapi masalah kesuburan tanah yang rendah. Kesuburan tanah yang rendah menyebabkan nitrogen mudahPemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian menghadapi masalah kesuburan tanah yang rendah. Kesuburan tanah yang rendah menyebabkan nitrogen mudah
UMPRUMPR Hasil penelitian ini menyarankan bahwa panen segar kangkung darat dengan cara dicabut sebaiknya dilakukan dimulai umur 21 HST apabila ditanam di tanahHasil penelitian ini menyarankan bahwa panen segar kangkung darat dengan cara dicabut sebaiknya dilakukan dimulai umur 21 HST apabila ditanam di tanah
Useful /
UNIVEDUNIVED Dampak (Impact): adanya dampak positif dari SKT yang dimiliki oleh masyarakat yaitu kejelasan hukum hak atas kepemilikan tanah pribadi yang diatur olehDampak (Impact): adanya dampak positif dari SKT yang dimiliki oleh masyarakat yaitu kejelasan hukum hak atas kepemilikan tanah pribadi yang diatur oleh
UNIVEDUNIVED Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas dalam melakukan survei secara langsung untuk meminimalisir penipuan data. Efisiensi berupa pemanfaatan SDMHasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas dalam melakukan survei secara langsung untuk meminimalisir penipuan data. Efisiensi berupa pemanfaatan SDM
UNILAUNILA Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) digunakan untuk menentukan pengembangan yang tepat di hutan rakyat Desa Bandar Dalam.Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) digunakan untuk menentukan pengembangan yang tepat di hutan rakyat Desa Bandar Dalam.
UNILAUNILA Jenis yang mendominasi tingkat pohon berturut-turut adalah keterung (Garcinia dioca L. ) dengan INP=39,67%, undal (Gironniera subaequalis Planch. ) denganJenis yang mendominasi tingkat pohon berturut-turut adalah keterung (Garcinia dioca L. ) dengan INP=39,67%, undal (Gironniera subaequalis Planch. ) dengan