SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER

Jurnal Pendidikan Siber NusantaraJurnal Pendidikan Siber Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi program Home Visit sebagai instrumen rekonstruksi kepedulian orang tua terhadap pendidikan. Dilatarbelakangi tingginya angka ketidakhadiran dan diskoneksi emosional siswa di SMAN 2 Pinggir yang dipicu oleh faktor ekonomi, game online, hingga normalisasi pernikahan dini di wilayah marginal perkebunan. Melalui pandangan Social Cognitive Theory dan Epsteins Theory, penelitian ini berupaya merumuskan model kunjungan rumah yang proaktif-kolaboratif untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling, yang terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling (BK), wali kelas, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi yang signifikan antara sekolah dan orang tua, orang tua bersikap pasif-reaktif, pesimisme terhadap tujuan pendidikan (learned helplessness). Faktor utama yang mempengaruhi antara lain; tekanan ekonomi (kelelahan fisik siswa ikut bekerja) dan faktor geografis (akses jalan yang rusak). Program Home Visit yang sudah dijalankan tidak efektif; profil siswa belum terdata baik, cenderung bersifat administratif-formal. Penelitian diharapkan dapat memberikan solusi aplikatif berupa model kunjungan rumah integratif yang mampu mengubah pola pikir pragmatis orang tua menjadi kemitraan strategis dengan sekolah.

Pengaruh lingkungan (geografis, ekonomi keluarga, pengaruh rendahnya rasa percaya diri (self-efficacy), dan factor perilaku karena faktor kelelahan bekerja terakumulasi membentuk interaksi negative yang mempengaruhi rendahnya kehadiran dan partisipasi siswa di SMAN 2 Pinggir.Program Home Visit yang dijalankan di SMAN 2 Pinggir terbukti sangat tidak efektif, dibuktikan dengan penjelasan wali kelas yang melaksanakan kunjungan saat anak-anak terlibat masalah yang tergolong berat seperti sering bolos, dan mengantuk di sekolah.Kunjungan cenderung bersifat administratife untuk menjalankan kewajiban sebagai wali kelas dan guru BK.Terdapat kesenjangan Komunikasi (Communication Gap) dan pandangan antara pihak sekolah dan keluarga.Sekolah semaksimal mungkin berusaha menjalankan prosesur pendidikan sesuai aturan formal yang berlaku, namun gagal memahami sosialkultur Masyarakat setempat dimana orang tua kurang berperan memperhatikan perkembangan karakter positif dalam diri anak (karena keterbatasan pengetahuan, tekanan ekonomi) sehingga menyerahkan sepenuhnya Pendidikan karakter anak kepada pihak sekolah.Kelelahan fisik dan beban Kerja membuat Siswa cenderung memilih gadget sebagai pelarian (escapism) dan hiburan tanpa batas waktu dan tanpa pengawasan orang tua sampai mengganggu jam tidur.Akibatnya dalam keadaan yang kurang stabil cenderung memilih bolos sekolah, atau berangkat kesekolah hanya sebatas mengisi daftar hadir namun tidak berpartisipasi sedikitpun dalam pembelajaran di sekolah,. 5.Rekonstruksi Strategi Kepedulian diperlukan untuk merubah paradigma dari Home Visit formal menjadi instrumen diplomasi pendidikan.Rekonstruksi diharapkan dapat mengedepankan pendekatan persuasif dan empati untuk memulihkan kepercayaan publik, mengedukasi orang tua tentang makna pendidikan sebagai aset investasi jangka panjang.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan model kunjungan rumah yang proaktif dan kolaboratif. Model ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa dengan melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pendidikan. Selain itu, penting untuk melakukan intervensi komunitas dan rekonstruksi didikan orang tua, terutama dalam hal pemahaman tentang pentingnya pendidikan akademik. Strategi ini dapat dimulai dengan koordinasi yang jelas dan tepat dari tim program home visit di sekolah, serta membangun kembali kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak. Dengan demikian, dapat tercipta kesinambungan pendidikan yang mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa secara berkelanjutan.

  1. HRMARS - Psychometric Properties of Internet Gaming Motives Scale Gaming Motives as Predictor of Internet... doi.org/10.6007/IJARBSS/v11-i12/11797HRMARS Psychometric Properties of Internet Gaming Motives Scale Gaming Motives as Predictor of Internet doi 10 6007 IJARBSS v11 i12 11797
  2. Optimalisasi Program Home Visit: Strategi Rekonstruksi Kepedulian Orang Tua Terhadap Kehadiran dan Partisipasi... doi.org/10.38035/jpsn.v4i2.628Optimalisasi Program Home Visit Strategi Rekonstruksi Kepedulian Orang Tua Terhadap Kehadiran dan Partisipasi doi 10 38035 jpsn v4i2 628
  3. APA PsycNet. psycnet loading psycnet.apa.org/doi/10.1037/edu0000406APA PsycNet psycnet loading psycnet apa doi 10 1037 edu0000406
  4. PERNIKAHAN DINI, PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN KEMISKINAN DI INDONESIA : MASIHKAH BERKORELASI? | Khazanah:... jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/khazanah/article/view/3585PERNIKAHAN DINI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN KEMISKINAN DI INDONESIA MASIHKAH BERKORELASI Khazanah jurnal uin antasari ac index php khazanah article view 3585
Read online
File size364.86 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test