SARI MUTIARASARI MUTIARA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Profesi driver ojek online berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan transportasi berbasis aplikasi. Tuntutan pekerjaan seperti target waktu, kepadatan lalu lintas, dan tekanan konsumen berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan perilaku mengemudi agresif pada driver ojek online. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain cross‑sectional. Subjek penelitian berjumlah 121 driver ojek online di Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang dipilih menggunakan teknik consecutive non‑random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner stres kerja dan Aggressive Driving Behavior Scale (ABDS) yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Fishers exact karena data tidak memenuhi asumsi chi‑square. Hasil: Sebagian besar responden mengalami stres kerja kategori sedang (66,1%) dan menunjukkan perilaku mengemudi agresif kategori rendah (90,9%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan perilaku mengemudi agresif pada driver ojek online (p = 0,730). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan perilaku mengemudi agresif pada driver ojek online. Upaya pencegahan perilaku mengemudi agresif perlu mempertimbangkan faktor lain di luar stres kerja, seperti faktor individu, lingkungan, dan kondisi situasional.
Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara stres kerja dan perilaku mengemudi agresif pada driver ojek online.Meskipun mayoritas responden mengalami stres kerja sedang–berat, perilaku agresif tetap rendah, menandakan peran faktor lain seperti kontrol diri dan regulasi emosi.Pencegahan perlu melibatkan pendekatan komprehensif dengan memperhatikan faktor personal dan situasional.
Berdasarkan temuan tidak adanya hubungan signifikan, peneliti disarankan untuk melakukan studi longitudinal agar dapat menelusuri perubahan stres kerja dan perilaku agresif dari waktu ke waktu. Selain itu, integrasi faktor personal seperti kontrol diri, regulasi emosi, dan pengalaman berkendara ke dalam model analisis dapat memperjelas mekanisme interaksi antara stres kerja dan agresivitas. Terakhir, pemanfaatan data kendaraan real‑time, misalnya sensor kecepatan dan GPS, dapat memberikan gambaran perilaku mengemudi secara objektif dan membantu memvalidasi kuesioner subjektif yang sudah digunakan.
- Defining occupational stress: A systematic literature review | FARU Journal. defining occupational stress... doi.org/10.4038/faruj.v10i1.194Defining occupational stress A systematic literature review FARU Journal defining occupational stress doi 10 4038 faruj v10i1 194
- General Aggression Model - Allen - Major Reference Works - Wiley Online Library. general aggression model... doi.org/10.1002/9781118783764.wbieme0078General Aggression Model Allen Major Reference Works Wiley Online Library general aggression model doi 10 1002 9781118783764 wbieme0078
- Peran Kontrol Diri sebagai Prediktor Perilaku Mengemudi Agresif pada Pengemudi Mobil di Jakarta | MANASA.... ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/Manasa/article/view/2415Peran Kontrol Diri sebagai Prediktor Perilaku Mengemudi Agresif pada Pengemudi Mobil di Jakarta MANASA ejournal atmajaya ac index php Manasa article view 2415
- Occupational Safety Risks of Online Motorcycle Taxi Drivers: Case Study and OSH Recommendations | Journal... doi.org/10.58740/jmcr.v2i1.651Occupational Safety Risks of Online Motorcycle Taxi Drivers Case Study and OSH Recommendations Journal doi 10 58740 jmcr v2i1 651
- Cendana Medical Journal. hubungan stres perilaku aggressive driving pengemudi ojek kupang cendana medical... ejurnal.undana.ac.id/index.php/CMJ/article/view/6811Cendana Medical Journal hubungan stres perilaku aggressive driving pengemudi ojek kupang cendana medical ejurnal undana ac index php CMJ article view 6811
| File size | 378.59 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, serta peningkatan kemampuan fungsional pasien.Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, serta peningkatan kemampuan fungsional pasien.
SARI MUTIARASARI MUTIARA Tingginya prevalensi kelelahan kerja mengindikasikan bahwa faktor organisasi, seperti beban kerja, tekanan operasional, ritme kerja, durasi kerja, sertaTingginya prevalensi kelelahan kerja mengindikasikan bahwa faktor organisasi, seperti beban kerja, tekanan operasional, ritme kerja, durasi kerja, serta
SARI MUTIARASARI MUTIARA Kata kunci: lingkungan; pengelolaan; sampah rumah tangga; sungai palu Penulis Korespondensi: Fadel Banna Palita Email: bannafadel@gmail.com Dengan pendekatanKata kunci: lingkungan; pengelolaan; sampah rumah tangga; sungai palu Penulis Korespondensi: Fadel Banna Palita Email: bannafadel@gmail.com Dengan pendekatan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis pruritus yang menimbulkan beban psikososial signifikan pada anak‑anakan dan keluarga, serta menurunkanDermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis pruritus yang menimbulkan beban psikososial signifikan pada anak‑anakan dan keluarga, serta menurunkan
IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran risiko dan perilaku proaktif dalam memverifikasi informasi sebelum membuat keputusan digital. TemuanSelain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran risiko dan perilaku proaktif dalam memverifikasi informasi sebelum membuat keputusan digital. Temuan
YANAYANA Temuan menunjukkan bahwa Duolingo secara signifikan meningkatkan otonomi belajar, penggunaan kosakata dalam konteks, serta retensi kosakata siswa. FiturTemuan menunjukkan bahwa Duolingo secara signifikan meningkatkan otonomi belajar, penggunaan kosakata dalam konteks, serta retensi kosakata siswa. Fitur
POLTEKES OSPOLTEKES OS Kebutuhan akan sanitasi pada wanita berbeda dengan pria karena perbedaan kondisi fisik dan sistem reproduksi di antara keduanya. Hal paling umum yang menunjukkanKebutuhan akan sanitasi pada wanita berbeda dengan pria karena perbedaan kondisi fisik dan sistem reproduksi di antara keduanya. Hal paling umum yang menunjukkan
STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA Adiksi ini seringkali ditandai dengan durasi bermain melebihi tiga jam per hari dan disertai dengan gejala psikologis seperti disregulasi emosi, menarikAdiksi ini seringkali ditandai dengan durasi bermain melebihi tiga jam per hari dan disertai dengan gejala psikologis seperti disregulasi emosi, menarik
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Latar belakang: Sumber daya manusia kesehatan (SDMK) merupakan fondasi utama sistem kesehatan dan penentu keberhasilan pencapaian Cakupan Kesehatan SemestaLatar belakang: Sumber daya manusia kesehatan (SDMK) merupakan fondasi utama sistem kesehatan dan penentu keberhasilan pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta
YANAYANA Penerapan metode ini terbukti efektif dalam mempromosikan pembelajaran berpusat siswa, ekspresi kreatif, dan interaksi sosial, sejalan dengan tujuan kurikulum.Penerapan metode ini terbukti efektif dalam mempromosikan pembelajaran berpusat siswa, ekspresi kreatif, dan interaksi sosial, sejalan dengan tujuan kurikulum.
YANAYANA Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pemerintah desa, peran kader Posyandu, dukungan bidan, serta partisipasi orang tua dalam program zero‑stuntingPenelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pemerintah desa, peran kader Posyandu, dukungan bidan, serta partisipasi orang tua dalam program zero‑stunting
YANAYANA Kepala sekolah memainkan peran penting sebagai motivator dan pendukung, meningkatkan pertumbuhan profesional melalui pelatihan, seminar, dan sistem penghargaanKepala sekolah memainkan peran penting sebagai motivator dan pendukung, meningkatkan pertumbuhan profesional melalui pelatihan, seminar, dan sistem penghargaan