DOKICTIDOKICTI
Journal of Sharia and Legal ScienceJournal of Sharia and Legal SciencePenegakan hukum di era metaverse telah menempatkan otoritas dan pembuat kebijakan dalam tantangan pencegahan dan penegakan yang semakin kompleks. Meskipun studi yang ada menawarkan wawasan yang berharga, mereka tetap terbatas dalam mengatasi dinamika kejahatan yang muncul dalam lingkungan digital konvensional. Selain mengatasi keterbatasan studi yang ada, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik kejahatan daring dan perilaku menyimpang di Metaverse dan implikasinya bagi praktik penegakan hukum. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif yang berbasis pada etnografi multimodal untuk menjelaskan pola, modus operandi, dan bentuk dampak yang muncul dalam lingkungan imersif. Temuan kunci menunjukkan bahwa kejahatan di Metaverse tidak hanya melampaui karakteristik pelanggaran konvensional, tetapi juga menghasilkan bentuk-bentuk yang lebih kompleks dari kerusakan simbolis, psikologis, dan ekonomi virtual. Anonimitas, interaksi lintas yurisdiksi, dan keterlibatan yang dimediasi avatar lebih lanjut memperumit atribusi tanggung jawab hukum. Dengan kata lain, transformasi ruang digital memerlukan adaptasi regulasi yang lebih responsif untuk memastikan perlindungan hukum yang efektif.
Dalam era metaverse, kejahatan dan perilaku menyimpang daring telah mengalami transformasi imersif yang secara bersamaan mempengaruhi konsepsi pelaku dan korban.Karakteristik kejahatan yang muncul di arena metaverse tidak hanya terendam secara simbolis, tetapi juga menghasilkan dampak psikologis, reputasi, dan ekonomi yang nyata pada pengguna.Interaksi yang dimediasi melalui perwakilan metaverse semakin kabur batas antara pengalaman simbolis dan konsekuensi sosial yang nyata.Selain itu, praktik menyimpang daring memiliki potensi yang signifikan untuk terjadi karena ambigu identitas dan absennya batas geografis yang jelas, yang mempersulit pelacakan dan akuntabilitas hukum.Kondisi anonim dan kehadiran normatif yang terbatas lebih memperluas peluang untuk manipulasi, eksploitasi, dan agresivitas simbolis di ruang virtual.Perkembangan kejahatan dan perilaku menyimpang ini tidak hanya menunjukkan adaptasi perilaku menyimpang terhadap inovasi teknologi, tetapi juga menimbulkan tantangan serius bagi pendirian sistem pencegahan kejahatan dan penegakan hukum yang proporsional dan efektif.
Untuk mengatasi kompleksitas penegakan hukum di era metaverse, diperlukan kerangka regulasi yang adaptif dan responsif yang mempertimbangkan karakteristik imersif, anonim, dan lintas yurisdiksi interaksi virtual. Regulasi perlu memperluas definisi objek hukum untuk mencakup kekerasan simbolis, pelecehan berbasis avatar, dan eksploitasi aset dan data digital sebagai bentuk pelanggaran yang memiliki konsekuensi nyata. Kolaborasi antara negara, penyedia platform, dan komunitas pengguna sangat penting untuk mendirikan mekanisme penegakan hukum yang transparan dan akuntabel di era metaverse. Pendekatan safety-by-design juga harus diintegrasikan melalui perlindungan privasi, pembatasan interaksi berisiko tinggi, dan sistem pelaporan yang efektif untuk korban. Dengan demikian, tata kelola metaverse harus diarahkan menuju model regulasi kolaboratif yang tidak hanya bereaksi terhadap pelanggaran, tetapi juga preventif dalam membentuk ekosistem digital yang aman, etis, dan berkelanjutan.
- The Problem of Jurisdictional Conflict and the Applicable Law on Cybercrime. problem conflict applicable... pjcriminology.com/publications/the-problem-of-jurisdictional-conflict-and-the-applicable-law-on-cybercrimeThe Problem of Jurisdictional Conflict and the Applicable Law on Cybercrime problem conflict applicable pjcriminology publications the problem of jurisdictional conflict and the applicable law on cybercrime
- Metacrime and Online Deviance: Law Enforcement Complexities in the Metaverse Era | Journal of Sharia... jurnal.dokicti.org/index.php/JSLS/article/view/1679Metacrime and Online Deviance Law Enforcement Complexities in the Metaverse Era Journal of Sharia jurnal dokicti index php JSLS article view 1679
- Perceived Authenticity, Empathy, and Pro-social Intentions evoked through Avatar-mediated Self-disclosures... doi.org/10.1145/3340764.3340797Perceived Authenticity Empathy and Pro social Intentions evoked through Avatar mediated Self disclosures doi 10 1145 3340764 3340797
| File size | 318.88 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
PELITABANGSAPELITABANGSA Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas model ini secara kuantitatif dengan sampel yang lebih besar serta melakukan studi longitudinalPenelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas model ini secara kuantitatif dengan sampel yang lebih besar serta melakukan studi longitudinal
PELITABANGSAPELITABANGSA Implementasi pembelajaran Problem Based Learning berbasis ramah anak memberikan efek positif dan signifikan terhadap kemampuan belajar IPAS siswa sekolahImplementasi pembelajaran Problem Based Learning berbasis ramah anak memberikan efek positif dan signifikan terhadap kemampuan belajar IPAS siswa sekolah
DOKICTIDOKICTI Fenomena ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan tinggi belum sepenuhnya menjadi ruang yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Penelitian ini jugaFenomena ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan tinggi belum sepenuhnya menjadi ruang yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Penelitian ini juga
DOKICTIDOKICTI Faktor utama yang mendorong perempuan mengajukan gugatan cerai meliputi persoalan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, ketidakharmonisanFaktor utama yang mendorong perempuan mengajukan gugatan cerai meliputi persoalan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, ketidakharmonisan
DOKICTIDOKICTI Selama memenuhi rukun dan syarat akad, seperti adanya kesepakatan, kejelasan objek jasa, serta tidak mengandung unsur yang dilarang, praktik ini dinilaiSelama memenuhi rukun dan syarat akad, seperti adanya kesepakatan, kejelasan objek jasa, serta tidak mengandung unsur yang dilarang, praktik ini dinilai
DOKICTIDOKICTI Penegakan hukum ini didasarkan pada prinsip-prinsip Fiqh Siyasah, yaitu kemaslahatan, keadilan, pencegahan, dan kewenangan pemerintah. Dengan demikian,Penegakan hukum ini didasarkan pada prinsip-prinsip Fiqh Siyasah, yaitu kemaslahatan, keadilan, pencegahan, dan kewenangan pemerintah. Dengan demikian,
DOKICTIDOKICTI Oleh karena itu, pelaksanaan diversi perlu diperkuat melalui dukungan pemerintah, lembaga pendamping, dan masyarakat agar mampu mewujudkan penyelesaianOleh karena itu, pelaksanaan diversi perlu diperkuat melalui dukungan pemerintah, lembaga pendamping, dan masyarakat agar mampu mewujudkan penyelesaian
DOKICTIDOKICTI Dalam negara demokrasi, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat, ketidakstabilan politik seperti itu membahayakan legitimasi dan efektivitas pemerintahan.Dalam negara demokrasi, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat, ketidakstabilan politik seperti itu membahayakan legitimasi dan efektivitas pemerintahan.
Useful /
DOKICTIDOKICTI Bna dan Putusan Nomor 2275/Pdt. G/2023/PA. Plg, serta menganalisis faktor yang menyebabkan terjadinya disparitas hakim dalam menentukan cacat formil errorBna dan Putusan Nomor 2275/Pdt. G/2023/PA. Plg, serta menganalisis faktor yang menyebabkan terjadinya disparitas hakim dalam menentukan cacat formil error
DOKICTIDOKICTI Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk tanggung jawab pihak AFI Tour travel terhadap jamaah haji yang tertunda dan untuk mengetahui tinjauanTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk tanggung jawab pihak AFI Tour travel terhadap jamaah haji yang tertunda dan untuk mengetahui tinjauan
DOKICTIDOKICTI Kepailitan perusahaan asuransi merupakan isu kompleks yang melibatkan kepentingan konsumen sebagai pemegang polis dan kreditor yang menuntut kepastianKepailitan perusahaan asuransi merupakan isu kompleks yang melibatkan kepentingan konsumen sebagai pemegang polis dan kreditor yang menuntut kepastian
DOKICTIDOKICTI Perlu adanya perbaikan untuk mencapai pemilihan yang lebih bersih dan berintegritas. Reformasi regulasi dan peningkatan pengawasan serta pendidikan politikPerlu adanya perbaikan untuk mencapai pemilihan yang lebih bersih dan berintegritas. Reformasi regulasi dan peningkatan pengawasan serta pendidikan politik