UMSUMS

Riset Akuntansi dan Keuangan IndonesiaRiset Akuntansi dan Keuangan Indonesia

Penelitian ini menginvestigasi apakah emisi karbon perusahaan memengaruhi kualitas laba dan apakah keragaman gender dewan direksi memoderasi hubungan tersebut. Menggunakan data panel dari perusahaan intensif karbon yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (2021–2023), penelitian ini memperkirakan model efek acak dan regresi termoderasi, dengan kualitas laba diukur melalui akresi diskresioner yang disesuaikan dengan kinerja. Secara keseluruhan, emisi karbon tidak secara signifikan terkait dengan kualitas laba, dan keragaman gender juga tidak menunjukkan efek moderasi. Namun, kondisi etika regional ternyata penting: di provinsi dengan etika tinggi, emisi lebih tinggi berkaitan dengan kualitas laba yang lebih rendah, konsisten dengan meningkatnya manajemen laba dan efek rebound; di provinsi dengan etika rendah, emisi lebih tinggi justru berkaitan dengan kualitas laba yang lebih baik, mengindikasikan aktivitas yang berbeda.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa emisi karbon tidak secara signifikan memengaruhi kualitas laba, menunjukkan bahwa tekanan lingkungan tinggi saja mungkin belum cukup memicu praktik manajemen laba di perusahaan Indonesia.Keragaman gender dewan direksi juga tidak menunjukkan efek moderasi yang signifikan, mengindikasikan perlunya mekanisme tata kelola perusahaan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan transparansi dan integritas pelaporan keuangan.Analisis subkelompok menunjukkan bahwa di wilayah beretika tinggi, emisi lebih tinggi terkait dengan kualitas laba yang lebih rendah, sementara di wilayah beretika rendah, emisi lebih tinggi justru terkait dengan kualitas laba yang lebih baik.

Pertama, perlu diteliti bagaimana ketatnya regulasi lingkungan di tingkat provinsi memengaruhi hubungan antara emisi karbon dan manajemen laba, karena temuan penelitian ini menunjukkan peran penting konteks etika regional. Kedua, penelitian lanjutan dapat menguji pengaruh budaya etika perusahaan terhadap keputusan pelaporan keuangan dalam industri intensif karbon, mengingat bahwa tekanan sosial dan legitimasi sangat memengaruhi perilaku perusahaan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi efektivitas mekanisme tata kelola lainnya, seperti komite lingkungan atau audit eksternal emisi, dalam memperkuat peran keragaman gender dewan dalam mengawasi transparansi lingkungan dan kualitas laba, terutama di wilayah dengan pengawasan lemah. Studi-studi ini dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif lintas sektor dan waktu, atau melalui studi kasus mendalam di perusahaan yang telah menerapkan sistem pelaporan emisi secara ketat. Temuan dari penelitian lanjutan tersebut akan memberikan gambaran lebih utuh tentang faktor-faktor yang sebenarnya mendorong akuntabilitas lingkungan dan integritas pelaporan keuangan di Indonesia. Selain itu, perlu dikaji apakah adopsi sistem pemantauan emisi secara real time mampu meningkatkan kredibilitas pengungkapan dan mengurangi insentif manajemen laba. Penelitian juga bisa membandingkan perusahaan yang wajib melaporkan emisi dengan yang masih sukarela dalam konteks perubahan perilaku pelaporan. Pendekatan mixed methods dapat digunakan untuk menangkap baik dimensi kuantitatif maupun kualitatif dari dinamika ini. Dengan demikian, kebijakan publik dan praktik korporasi dapat dirancang lebih tepat sasaran berdasarkan bukti empiris yang kuat.

  1. Environmental performance, carbon performance and earnings management: Empirical evidence for the European... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/csr.2030Environmental performance carbon performance and earnings management Empirical evidence for the European onlinelibrary wiley doi 10 1002 csr 2030
  2. DOI Name 10.1007 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace... doi.org/10.1007DOI Name 10 1007 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace doi 10 1007
Read online
File size248.71 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test