URINDOURINDO

Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

Peningkatan jumlah populasi lansia di Indonesia menuntut pelayanan geriatri yang berkualitas sesuai dengan standar akreditasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI. RS YARSI sebagai salah satu rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan geriatri perlu mengevaluasi implementasi standar akreditasi guna memastikan mutu layanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pelayanan geriatri di RS YARSI berdasarkan Standar Akreditasi Kemenkes RI (STARKES), mengidentifikasi hambatan, serta memberikan rekomendasi peningkatan mutu pelayanan geriatri. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, FGD (Focus Group Discussion), observasi, dan telaah dokumen, dengan analisis menggunakan model evaluasi Input-Proses-Output untuk mengidentifikasi kesesuaian dengan standar akreditasi. Hasil analisis gap menunjukkan bahwa RS YARSI telah memenuhi standar dalam aspek regulasi, tim geriatri, edukasi, dan pendanaan, namun masih terdapat kekurangan dalam pembaruan regulasi, kesiapan SDM, fasilitas mandiri, metode edukasi lansia, serta digitalisasi pelaporan dan evaluasi. Dengan tingkat pemenuhan 60-70%, RS YARSI dikategorikan pada jenis layanan tingkat LENGKAP, namun belum mencapai SEMPURNA LANJUTAN. Untuk mencapai standar pelayanan geriatri tingkat sempurna, RS YARSI perlu melakukan pembaruan regulasi internal, peningkatan SDM bersertifikasi geriatri, penguatan fasilitas layanan mandiri, digitalisasi sistem pelaporan dan evaluasi, serta optimalisasi koordinasi antarprofesional. Implementasi strategi ini akan mendukung pencapaian akreditasi penuh dan meningkatkan kualitas pelayanan geriatri secara menyeluruh.

Penelitian ini menunjukkan bahwa RS YARSI telah memenuhi sebagian besar standar pelayanan geriatri, termasuk regulasi, tim geriatri, edukasi, dan pendanaan.Namun, masih terdapat kekurangan dalam pembaruan regulasi, kesiapan SDM, fasilitas mandiri, serta digitalisasi pelaporan.Dengan tingkat pemenuhan 60-70%, RS YARSI berada dalam kategori tingkat LENGKAP dan berpotensi mencapai SEMPURNA LANJUTAN jika rekomendasi perbaikan diterapkan secara optimal untuk mendukung akreditasi penuh dan meningkatkan kualitas layanan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah pertama, mengeksplorasi lebih dalam mengenai dampak implementasi digitalisasi sistem pelaporan terhadap efisiensi dan akurasi data pelayanan geriatri, termasuk analisis biaya-manfaatnya. Kedua, meneliti efektivitas berbagai metode edukasi lansia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat literasi, kondisi kognitif, dan preferensi belajar, untuk mengembangkan program edukasi yang lebih personal dan berdampak. Ketiga, menginvestigasi model kolaborasi interprofesional yang optimal dalam pelayanan geriatri, termasuk peran masing-masing profesi, mekanisme komunikasi, dan strategi penyelesaian konflik, untuk meningkatkan koordinasi dan kualitas perawatan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai peningkatan mutu pelayanan geriatri di Indonesia, serta memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan terukur bagi para pemangku kepentingan.

Read online
File size590.88 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test