IPMIIPMI
Journal of Sustainable Community Development (JSCD)Journal of Sustainable Community Development (JSCD)Inovasi pemasaran sering dianggap sebagai pendorong utama daya saing; namun efektivitasnya dapat bervariasi antar konteks pasar. Pada ekosistem Usaha Kecil dan Menengah (UKM), di mana kolaborasi jangka panjang dan saling ketergantungan menjadi inti, kemampuan relasional dapat berperan lebih menentukan dibandingkan diferensiasi yang didorong oleh inovasi. Penelitian ini meneliti bagaimana Inovasi Pemasaran Strategis, Kualitas Layanan, dan Pemberdayaan UKM memengaruhi Ekuitas Merek dan Loyalitas Pelanggan. Dengan mengacu pada Kerangka Pandang Berbasis Sumber Daya (Resource-Based View) dan Teori Pemasaran Relasional, penelitian mengeksplorasi apakah kemampuan relasional memberikan dasar yang lebih kuat bagi pengembangan merek dibandingkan strategi berorientasi inovasi. Data dikumpulkan dari 200 pelanggan UKM dalam rantai pasokan tepung industri di Jawa, Indonesia, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS‑SEM). Hasil menunjukkan bahwa Inovasi Pemasaran Strategis tidak berpengaruh signifikan terhadap Ekuitas Merek, sedangkan Pemberdayaan UKM dan Kualitas Layanan memberikan pengaruh positif yang signifikan. Ekuitas Merek selanjutnya secara kuat memengaruhi Loyalitas Pelanggan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kualitas relasional, bukan sekadar intensitas inovasi, lebih penting dalam menentukan keberhasilan merek dan loyalitas pelanggan pada pasar industri yang berorientasi kemitraan, serta menekankan pentingnya teknik relasional dalam memperkuat ekosistem industri berbasis komunitas dan keberlanjutan UKM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pasar industri berbasis UKM, loyalitas pelanggan lebih dipengaruhi oleh kapabilitas relasional dibandingkan intensitas inovasi saja.Kontribusi inovasi tetap relevan, namun tergantung pada sejauh mana inovasi mendukung kebutuhan praktis pelanggan.Dari perspektif manajerial, perusahaan dapat mencapai hasil yang lebih berkelanjutan dengan memperkuat hubungan, membangun kepercayaan, dan mendukung pengembangan pelanggan, bukan semata mengandalkan diferensiasi berbasis inovasi.
Penelitian lanjutan dapat meneliti peran kapabilitas relasional—khususnya kualitas layanan dan pemberdayaan UKM—dalam membangun ekuitas merek serta loyalitas pelanggan pada sektor industri lain, seperti manufaktur elektronik, agrikultura, atau sektor logistik, dengan menggunakan desain studi perbandingan lintas sektor untuk menguji apakah temuan di industri tepung dapat digeneralisasikan. Melalui pendekatan kuantitatif yang serupa namun dengan sampel yang lebih luas, peneliti dapat mengidentifikasi perbedaan atau persamaan pengaruh kapabilitas relasional pada konteks yang memiliki karakteristik pasar dan rantai pasokan yang berbeda. Selain itu, sebuah studi longitudinal yang memantau perubahan persepsi pelanggan, ekuitas merek, dan loyalitas selama periode tiga hingga lima tahun dapat memberikan wawasan tentang dinamika jangka panjang dan evolusi kapabilitas relasional dalam ekosistem UKM. Dengan mengumpulkan data pada beberapa titik waktu, peneliti dapat menguji apakah efek pemberdayaan UKM dan kualitas layanan tetap konsisten atau berubah seiring waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang memoderasi hubungan tersebut. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi peran digitalisasi sebagai moderator, misalnya dengan mengkaji bagaimana adopsi platform e‑commerce, sistem informasi terintegrasi, atau teknologi industri 4.0 mempengaruhi kekuatan hubungan antara pemberdayaan UKM dan ekuitas merek. Pendekatan campuran antara survei dan analisis data sekunder tentang tingkat digitalisasi dapat membantu mengungkap apakah teknologi meningkatkan efektivitas kapabilitas relasional atau justru menciptakan tantangan baru. Sebagai tambahan, studi kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan manajer perusahaan dan pemilik UKM dapat memberikan perspektif kontekstual tentang mekanisme praktis yang menghubungkan inovasi digital dengan pemberdayaan dan persepsi merek. Temuan dari penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan strategis bagi perusahaan dalam merancang kebijakan yang memadukan kapabilitas relasional, inovasi digital, dan pengembangan merek secara berkelanjutan. Dengan demikian, kombinasi analisis lintas sektor, pendekatan longitudinal, dan pemahaman peran teknologi digital akan memperkaya literatur tentang sumber keunggulan kompetitif dalam ekosistem UKM dan membuka jalur baru bagi praktik manajerial yang lebih efektif.
| File size | 269.21 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
SHANTIBHUANASHANTIBHUANA Penelitian ini mengkaji hubungan antara Orientasi Pelanggan (Customer Orientation), Orientasi Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Orientation), InovasiPenelitian ini mengkaji hubungan antara Orientasi Pelanggan (Customer Orientation), Orientasi Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Orientation), Inovasi
UNPADUNPAD Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan digital memiliki pengaruh positif dan signifikan pada nilai yang dirasakan. Ketika mahasiswa mengalamiHasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan digital memiliki pengaruh positif dan signifikan pada nilai yang dirasakan. Ketika mahasiswa mengalami
DIGINUSDIGINUS Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek kualitas layanan dan citra korporasi terhadap loyalitas pelanggan, dengan kepuasan pelanggan sebagaiTujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek kualitas layanan dan citra korporasi terhadap loyalitas pelanggan, dengan kepuasan pelanggan sebagai
AMIKOM PURWOKERTOAMIKOM PURWOKERTO Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor TPT Indonesia ke AS dan membangun model prediktif menggunakan VectorPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor TPT Indonesia ke AS dan membangun model prediktif menggunakan Vector
AMIKOM PURWOKERTOAMIKOM PURWOKERTO Keempat, penggunaan data dan algoritma meningkatkan relevansi tetapi juga dapat memicu kelelahan ketika frekuensi aplikasi rendah, kontrol inhibisi lemah,Keempat, penggunaan data dan algoritma meningkatkan relevansi tetapi juga dapat memicu kelelahan ketika frekuensi aplikasi rendah, kontrol inhibisi lemah,
PUBLINEPUBLINE Penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan kunci dalam implementasi pemasaran hijau, termasuk biaya tinggi, sumber daya terbatas, dan kurangnya pemahamanPenelitian ini juga mengidentifikasi hambatan kunci dalam implementasi pemasaran hijau, termasuk biaya tinggi, sumber daya terbatas, dan kurangnya pemahaman
UNUSIDAUNUSIDA Berdasarkan model konseptual Servqual yang mencakup dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, penelitian ini bertujuan untukBerdasarkan model konseptual Servqual yang mencakup dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, penelitian ini bertujuan untuk
STMIK BANJARBARUSTMIK BANJARBARU Hasilnya diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta mempermudah pengelolaan bisnis secara keseluruhan. DelusionShoesHasilnya diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta mempermudah pengelolaan bisnis secara keseluruhan. DelusionShoes
Useful /
IPMIIPMI Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa outsourcing strategis dapat berfungsi sebagai lever kuat untuk inovasi dan daya saing, memindahkan perusahaan-perusahaanSecara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa outsourcing strategis dapat berfungsi sebagai lever kuat untuk inovasi dan daya saing, memindahkan perusahaan-perusahaan
IPBIPB Selain itu, studi yang lebih mendalam diperlukan untuk menjelajahi bagaimana upaya ini bersinggungan dengan konservasi keanekaragaman hayati dan mata pencaharianSelain itu, studi yang lebih mendalam diperlukan untuk menjelajahi bagaimana upaya ini bersinggungan dengan konservasi keanekaragaman hayati dan mata pencaharian
IPBIPB Leaf samples showing symptoms were isolated, tested using Kochs postulate, and analyzed using ANOVA. Pathogen identification was performed through bothLeaf samples showing symptoms were isolated, tested using Kochs postulate, and analyzed using ANOVA. Pathogen identification was performed through both
UNJUNJ Penelitian ini menemukan bahwa proses verbal paling sering muncul (39 proses, 50%) diikuti oleh proses material (19 proses, 24,35%) dan proses mental (12Penelitian ini menemukan bahwa proses verbal paling sering muncul (39 proses, 50%) diikuti oleh proses material (19 proses, 24,35%) dan proses mental (12