UNJUNJ

Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan SeniProsiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni

Pembelajaran berbasis teks berhubungan dengan ciri, struktur, dan linguistik kebahasaan. Untuk memudahkan proses pengajaran, dalam sistemik fungsional terdapat suatu proses yang menggambarkan ciri, struktur, dan kebahasaan suatu teks, yang disebut dengan transitivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transitivitas yang mencakup proses, partisipan, dan sirkumstansi dalam menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh meliputi 3 proses yang dominan yaitu: proses verbal 39 proses, proses material 19 proses, dan proses mental 12 proses. Proses verbal yang mendominasi tersebut meliputi partisipan pewarta dan diwartakan. Sirkumstansi yang mendominasi pada penelitian ini ialah sirkumstansi yang menunjukkan keterangan ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, untuk menelaah struktur dan kebahasaan teks berita, serta untuk menyajikan data dan informasi dalam bentuk berita dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, atau aspek lisan.

Penelitian ini menemukan bahwa proses verbal paling sering muncul (39 proses, 50%) diikuti oleh proses material (19 proses, 24,35%) dan proses mental (12 proses, 15,39%), sedangkan proses relasional dan eksistensial hanya perwakilan kecil.Partisipan yang paling dominant adalah partisipan verbal (77 bagian, 51%) dengan mayoritas pewarta dan diwartakan, serta sirkumstansi tempat menjadi bentuk keterangan yang paling sering (11 bagian, 50%).Temuan ini mendukung teori linguistik sistemik fungsional bahwa transitivitas merupakan struktur gramatika penting dalam menganalisis teks berita, dan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan analisis teks pada siswa kelas VIII SMP.

Untuk memperluas pemahaman tentang penerapan transitivitas, penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada analisis teks non‑berita, seperti artikel opini, menilai apakah pola proses dan partisipan berbeda bila konteks alih. Selain itu, studi perbandingan antar tingkat kelas (misalnya kelas VII, VIII, dan IX) dapat mengungkap perkembangan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi proses, partisipan, dan sirkumstansi, sehingga dapat disusun modul pembelajaran yang disesuaikan. Akhirnya, pengembangan sistem otomatis berbasis kecerdasan buatan untuk menganalisis transitas dapat membantu guru dan peneliti memproses corpus lebih cepat, meningkatkan akurasi, dan membuka potensi aplikasi di media digital.

Read online
File size149.74 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test