UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Setiap lingkungan kerja selalu memiliki risiko kecelakaan kerja, dimana besarnya kecelakaan kerja tergantung dari jenis industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi proses kecelakaan pada PT. Sumber Sawit Makmur menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan selanjutnya menganalisis penyebab terjadinya bahaya kerja dengan metode Fault Tree Analysis (FTA) guna mengurangi angka kecelakaan kerja, peralatan kerja dan lingkungan kerja. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada 12 stasiun kerja dimana didapatkan 52 potensi bahaya pada pembuatan CPO minyak kelapa sawit. Tingkat penerapan manajemen risiko yang ditetapkan dalam PP RI No. 50 Tahun 2012 sebesar 50%, ini menunjukan bahwa penerapan masih kurang dilaksanakan dan hasil Safe T Score dengan angka negatif menunjukkan keadaan membaik. Untuk mengetahui dan mengurangi kecelakaan kerja dimana harus memasang rambu‑rambu larangan di beberapa stasiun antara lain stasiun perebusan dan stasiun pres serta para pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap serta melakukan perbaikan pada alat proses produksi.

Sumber Sawit Makmur menemukan beberapa potensi bahaya seperti terjepit, tertimpa, terpental tali, terjatuh, terkena uap panas, kebisingan, terkena bahan kimia, berdebu, kebakaran dan meledak, serta mengklasifikasikan risiko ke dalam kategori extreme, high, medium, dan low.Penerapan manajemen risiko HIRARC mencapai 50% sehingga masih kurang, namun nilai frekuensi kecelakaan (Nts) menunjukkan penurunan dari tahun 2019 ke 2020.Upaya pengendalian risiko meliputi rekayasa teknik, pemasangan rambu K3, pemeliharaan peralatan, pelatihan, penyediaan APD, APAR dan sistem tanggap darurat sesuai PP RI No.

1) Melakukan studi longitudinal mengenai dampak pelatihan K3 bertahap terhadap tingkat kecelakaan kerja di PT. Sumber Sawit Makmur, dengan memonitor kepatuhan penggunaan APD dan jumlah insiden setiap kuartal; 2) Mengkaji implementasi sistem pemantauan risiko berbasis Internet of Things (IoT) pada stasiun proses utama, menilai efektivitas sensor suhu, kelembapan, dan getaran dalam mengindikasikan kondisi berbahaya sebelum terjadi insiden; 3) Mengembangkan model prediktif risk analytics yang menggabungkan data HIRARC, FTA, dan variabel operasional (jam kerja, beban kerja, shift) menggunakan machine learning, guna memproyeksikan potensi kecelakaan dan merancang intervensi preventif secara real-time; 4) Menilai kejanggalan dan hambatan peraturan internal pada penerapan PP RI No. 50 Tahun 2012 di industri sawit, serta mengusulkan revisi kebijakan untuk menyesuaikan dengan teknologi terkini; 5) Menyelidiki peran budaya organisasi dalam mempromosikan keselamatan kerja, dengan menerapkan survei persepsi karyawan dan mengkorelasikannya dengan data kecelakaan; 6) Mencari kolaborasi akademisi-industri untuk melakukan penelitian terapan terkait simulasi kecelakaan menggunakan virtual reality sebagai alat pelatihan K3; 7) Mengkaji manfaat penggunaan pelatihan berbasis gamifikasi untuk meningkatkan motivasi pekerja dalam praktik keselamatan; 8) Merancang dan menguji prototipe aplikasi mobile yang memudahkan pelaporan insiden dan akses cepat kepada prosedur darurat, dengan evaluasi kepuasan pengguna setelah implementasi.

Read online
File size1.09 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test