UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Journal of Food and Agricultural ProductJournal of Food and Agricultural ProductLimbah pangan merupakan permasalahan global yang berdampak terhadap lingkungan dan keberlanjutan sistem pangan. Salah satu pendekatan inovatif dalam pemanfaatan limbah pangan adalah konversinya menjadi bahan edible coating untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis potensi berbagai limbah pangan sebagai bahan baku edible coating dalam rangka mendukung implementasi ekonomi sirkular. Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan dengan mengidentifikasi 15 artikel penelitian periode 2010-2025 yang relevan melalui Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa residu organik seperti kulit buah (pisang, kakao, nangka), limbah berpati (bonggol pisang, biji durian, kulit kentang, ubi kayu), serta limbah hewani (cangkang krustasea) mengandung biopolimer krusial berupa pektin, pati, dan kitosan. Hasil sintesis data menunjukkan bahwa penggunaan teknik ekstraksi modern seperti Microwave-Assisted Extraction (MAE) serta formulasi komposit yang diperkaya zat aktif (asap cair, ekstrak herbal, atau lilin lebah) secara signifikan mampu memperbaiki sifat mekanik dan hidrofobik pelapis. Aplikasi pada buah klimakterik (tomat, pepaya, jeruk) dan non-klimakterik (stroberi, anggur, apel) terbukti efektif menekan laju respirasi dan transpirasi, yang berimplikasi pada penurunan susut bobot serta retensi kadar Vitamin C. Pada produk hewani (ikan dan sosis), pelapisan kitosan mampu menghambat oksidasi lemak dan menekan pertumbuhan mikroba (Total Plate Count). Secara keseluruhan, transformasi limbah pangan menjadi edible coating tidak hanya memberikan proteksi terhadap mutu kimia dan mikrobiologis pangan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi pada residu organik sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Berdasarkan analisis terhadap seluruh literatur yang diulas, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan limbah pangan seperti kulit buah (pisang, kakao, nangka), limbah berpati (bonggol pisang, biji durian, kulit kentang, ubi kayu), serta limbah hewani (cangkang krustasea) sebagai bahan baku edible coating merupakan strategi inovatif yang efektif untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk pangan secara berkelanjutan.Integrasi berbagai biopolimer ini melalui metode ekstraksi modern dan formulasi komposit terutama dengan penambahan kitosan dan zat aktif seperti asap cair atau ekstrak herbal mampu menciptakan penghalang fisik yang signifikan terhadap laju respirasi dan transpirasi, sehingga menekan susut bobot, mempertahankan nutrisi seperti vitamin C, serta menghambat aktivitas mikrobiologis secara nyata.Dengan demikian, penerapan teknologi edible coating berbasis limbah tidak hanya memberikan solusi teknis dalam mengurangi kehilangan hasil pascapanen (food loss), tetapi juga mendukung implementasi ekonomi sirkular di sektor industri pangan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi limbah pangan dari berbagai sumber, seperti limbah pertanian, perikanan, dan industri makanan, sebagai bahan baku edible coating. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi komposit yang menggabungkan berbagai biopolimer dari limbah pangan dengan zat aktif, seperti ekstrak herbal atau senyawa alami lainnya, untuk meningkatkan efektivitas edible coating dalam menjaga kualitas produk pangan. Ketiga, studi komparatif antara metode ekstraksi konvensional dan modern, seperti Microwave-Assisted Extraction (MAE), dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi masing-masing metode dalam menghasilkan biopolimer dengan kualitas tinggi untuk edible coating.
- Pemanfaatan Pektin Limbah Kulit Nangka (Artocarpus heterophyllus) Sebagai Bahan Baku Edible Coating pada... journal.ubaya.ac.id/index.php/saintek/article/view/6129Pemanfaatan Pektin Limbah Kulit Nangka Artocarpus heterophyllus Sebagai Bahan Baku Edible Coating pada journal ubaya ac index php saintek article view 6129
- Inovasi Pengolahan Pangan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat: Kajian Literatur | Jurnal... doi.org/10.59581/jtpip-widyakarya.v3i3.5647Inovasi Pengolahan Pangan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Kajian Literatur Jurnal doi 10 59581 jtpip widyakarya v3i3 5647
- Aplikasi Edible Coating dari Pektin Kulit Kakao dengan Penambahan Berbagai Konsentrasi Carboxy Metil... jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1862Aplikasi Edible Coating dari Pektin Kulit Kakao dengan Penambahan Berbagai Konsentrasi Carboxy Metil jurnal polbangtanmanokwari ac index php prosiding article view 1862
| File size | 316.91 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS Advokasi diterapkan dengan memberikan pelatihan dalam pengolahan mie cassava dengan 30% teoretik dan 70% praktik. Teknologi Tepat Guna/TTG dihilirisasikanAdvokasi diterapkan dengan memberikan pelatihan dalam pengolahan mie cassava dengan 30% teoretik dan 70% praktik. Teknologi Tepat Guna/TTG dihilirisasikan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Kandungan gizinya meliputi energi 232,2 kkal, protein 12,8g, lemak 4,7g, karbohidrat 35,4g, dan antioksidan 84,7mg/L GAEAC. Pengembangan produk panganKandungan gizinya meliputi energi 232,2 kkal, protein 12,8g, lemak 4,7g, karbohidrat 35,4g, dan antioksidan 84,7mg/L GAEAC. Pengembangan produk pangan
4141 Ikan pepetek (Leiognathus sp. ) merupakan ikan ekonomis rendah di perairan Banten dan banyak didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu,Ikan pepetek (Leiognathus sp. ) merupakan ikan ekonomis rendah di perairan Banten dan banyak didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu,
ABDIMASABDIMAS The role of competent facilitators and active community participation support the successful implementation of the program. Continuous evaluation usingThe role of competent facilitators and active community participation support the successful implementation of the program. Continuous evaluation using
ABDIMASABDIMAS Penggunaan teknologi seperti active packaging, modified atmosphere packaging, intelligent packaging, nanotechnology-based packaging, dan biodegradablePenggunaan teknologi seperti active packaging, modified atmosphere packaging, intelligent packaging, nanotechnology-based packaging, dan biodegradable
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Selain itu rumput laut Eucheuma cottonii juga memiliki aktivitas antioksidan dan kandungan karbohidrat yang tinggi dalam berat kering sehingga dapat dikembangkanSelain itu rumput laut Eucheuma cottonii juga memiliki aktivitas antioksidan dan kandungan karbohidrat yang tinggi dalam berat kering sehingga dapat dikembangkan
4141 Teknologi digital merupakan variabel perantara yang mampu berkompatitif dipasar global, dikarenakan para pelaku UMKM dapat melakukan pemasaran secara online,Teknologi digital merupakan variabel perantara yang mampu berkompatitif dipasar global, dikarenakan para pelaku UMKM dapat melakukan pemasaran secara online,
AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL SMA Negeri 1 Bandar melakukan 5 strategi pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal yang meliputi pembentukan tim kerja, penyediaan fasilitas penunjang,SMA Negeri 1 Bandar melakukan 5 strategi pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal yang meliputi pembentukan tim kerja, penyediaan fasilitas penunjang,
Useful /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Indikator keberhasilan adalah nilai rata-rata tes siswa sekurang-kurangnya 75,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM)Indikator keberhasilan adalah nilai rata-rata tes siswa sekurang-kurangnya 75,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM)
KEMNAKERKEMNAKER Data menunjukkan bahwa pendapatan yang tidak konsisten, hambatan birokrasi, dan afiliasi pemberi kerja yang tidak memadai secara sistematis membatasi aksesData menunjukkan bahwa pendapatan yang tidak konsisten, hambatan birokrasi, dan afiliasi pemberi kerja yang tidak memadai secara sistematis membatasi akses
INABJINABJ Uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa PGV-1-(GSH)2 memiliki aktivitas antikanker yang lebih lemah terhadap sel HCC dibandingkan PGV-1. Konjugasi GSH jugaUji sitotoksisitas menunjukkan bahwa PGV-1-(GSH)2 memiliki aktivitas antikanker yang lebih lemah terhadap sel HCC dibandingkan PGV-1. Konjugasi GSH juga
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Program ini membuka peluang untuk membangun jaringan karier internasional dan sering kali berujung pada tawaran pekerjaan di perusahaan perhotelan global.Program ini membuka peluang untuk membangun jaringan karier internasional dan sering kali berujung pada tawaran pekerjaan di perusahaan perhotelan global.