ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Tujuan dalam pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui Model Kooperatif Tipe Number Heads Together. Setiap siklus meliputi empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes dan non tes, dimana tes berupa tes hasil belajar dan non tes berupa lembar observasi keterlaksanaan dan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rata dua pertemuan yakni 63,77% dengan kategori cukup aktif dan pada siklus II diperoleh rata-rata aktivitas siswa pada dua pertemuan yakni 86,13% berada pada kategori sangat aktif. Selanjutnya tingkat hasil belajar siswa pada pra penelitian yakni rata-ratanya adalah 33, berada pada kategori sangat rendah yakni jumlah persentase siswa yang tuntas hanya sebesar 20,83%, pada siklus I skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 67,11 dengan jumlah siswa yang tuntas sebesar 33,33% kategori sedang dan pada siklus II skor rata-rata hasil belajar siswa setelah diajar dengan menggunakan Model Kooperatif Tipe Number Heads Together sebesar 84,14 yakni berada pada kategori tinggi dengan jumlah persentase siswa yang tuntas sebesar 95,83%. Ditinjau dari hasil penelitian tersebut, terlihat bahwa rata-rata hasil belajar pada aktivitas siswa siklus I ke siklus II meningkat dan rata-rata hasil belajar IPA siswa dari pra penelitian sampai siklus II meningkat. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Kooperatif Tipe Number Heads Together dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa.

Aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) mengalami peningkatan.Hasil belajar siswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan.Dengan demikian, model pembelajaran tersebut efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan prestasi siswa dalam pembelajaran IPA.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas model NHT ketika dikombinasikan dengan media pembelajaran digital sederhana, seperti video pembelajaran offline, terutama di sekolah yang minim akses internet, untuk melihat dampaknya terhadap pemahaman konsep IPA yang lebih kompleks. Kedua, penting untuk mengkaji peran heterogenitas kelompok belajar—dalam hal kemampuan awal, gender, atau gaya belajar—dalam model NHT, apakah pengelompokan yang strategis dapat memperkuat interaksi dan hasil belajar siswa secara merata. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang dampak jangka panjang penerapan model NHT, misalnya dengan melihat retensi pengetahuan siswa setelah beberapa bulan, serta bagaimana model ini memengaruhi motivasi belajar jangka panjang dibandingkan metode konvensional. Ketiga arah penelitian ini dapat memperkaya implementasi NHT di konteks pendidikan dasar yang beragam dan terbatas sumbernya.

Read online
File size212.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test