JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD
Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika KimiaLabu kuning (Cucurbita moschata Durch) merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan serat makanan, terutama pektin, senyawa bioaktif, beta karoten, vitamin A, tokopherol, vitamin lain termasuk B6, K, C, thiamin, dan riboflavin, serta beberapa jenis mineral (K, P, Mg, Fe, dan Se). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui retensi karoten pada biskuit yang dibuat dari tepung labu kuning (Cucurbita moschata Durch) pada berbagai suhu pemanasan. Tahapan penelitian meliputi persiapan tepung labu kuning dan biskuit, penentuan kadar karoten, dan analisis retensi karoten dari berbagai suhu pemanasan. Penentuan retensi karoten menggunakan spektrofotometer UV - Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemanggangan berpengaruh terhadap retensi karoten dalam pembuatan biskuit. Ditemukan retensi sebesar 86 % pada suhu 190 oC. Retensi karoten terendah sebesar 79 % ditemukan pada suhu pemanggangan 210 oC.
Penelitian ini menunjukkan bahwa retensi karoten pada pembuatan biskuit dipengaruhi oleh suhu pemanasan.Retensi karoten tertinggi terjadi pada suhu 190°C, yaitu sebesar 86%.Hasil ini mengindikasikan bahwa suhu pemanggangan yang lebih rendah dapat membantu mempertahankan kadar karoten dalam biskuit.Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses pembuatan biskuit dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi retensi karoten, seperti jenis bahan baku dan metode pengolahan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami pengaruh suhu pemanasan terhadap retensi karoten dalam produk pangan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengujian berbagai kombinasi suhu dan waktu pemanasan untuk menentukan kondisi optimal yang menghasilkan retensi karoten tertinggi pada biskuit labu kuning. Kedua, perlu dilakukan penelitian untuk menginvestigasi pengaruh penambahan antioksidan alami, seperti ekstrak jahe atau kunyit, terhadap retensi karoten selama proses pemanasan dan penyimpanan biskuit. Ketiga, penelitian dapat mengkaji pengaruh penggunaan berbagai jenis tepung, seperti tepung beras atau tepung tapioka, sebagai campuran tepung labu kuning dalam formulasi biskuit, dengan tujuan untuk meningkatkan tekstur dan retensi nutrisi pada produk akhir. Pengembangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi berharga bagi industri pangan dalam menghasilkan produk biskuit yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi dan memiliki daya simpan yang lebih baik.
| File size | 505.69 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STIMI BJMSTIMI BJM Salah satu komoditas yang memiliki potensi besar adalah waluh (Cucurbita moschata), yang kaya akan gizi namun pemanfaatannya masih terbatas. Program PengabdianSalah satu komoditas yang memiliki potensi besar adalah waluh (Cucurbita moschata), yang kaya akan gizi namun pemanfaatannya masih terbatas. Program Pengabdian
UNDANAUNDANA 500 unit kue, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp2. 137.500. Nilai R/C Ratio sebesar 1,90 menunjukkan bahwa setiap pengeluaran Rp1 akan menghasilkan500 unit kue, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp2. 137.500. Nilai R/C Ratio sebesar 1,90 menunjukkan bahwa setiap pengeluaran Rp1 akan menghasilkan
STIALANSTIALAN Diplomasi ekonomi sebagai sebuah instrumen telah digunakan Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspornya ke negara-negara mitra hal ini karena IndonesiaDiplomasi ekonomi sebagai sebuah instrumen telah digunakan Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspornya ke negara-negara mitra hal ini karena Indonesia
ABDIMASABDIMAS Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi pengemasan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan lokal. PenggunaanPenelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi pengemasan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan lokal. Penggunaan
UWMYUWMY Analisis yang dilakukan meliputi uji kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar tekstur, dan kadar flavonoid) serta uji organoleptik (aroma, warna,Analisis yang dilakukan meliputi uji kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar tekstur, dan kadar flavonoid) serta uji organoleptik (aroma, warna,
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Sosialisasi mengenai pentingnya desain kemasan terhadap peningkatan nilai jual produk pangan telah memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, minat,Sosialisasi mengenai pentingnya desain kemasan terhadap peningkatan nilai jual produk pangan telah memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, minat,
4141 Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian eksplanatory, metode observasi dan kuesioner, dengan sampling purposive padaPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian eksplanatory, metode observasi dan kuesioner, dengan sampling purposive pada
UNMUNM Maraknya promosi makanan dalam berbagai media menyebabkan masyarakat cenderung mengabaikan aspek kesehatan dalam memilih makanan. Apalagi dengan mudahnyaMaraknya promosi makanan dalam berbagai media menyebabkan masyarakat cenderung mengabaikan aspek kesehatan dalam memilih makanan. Apalagi dengan mudahnya
Useful /
STIMI BJMSTIMI BJM Indeks Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Tapin 2024 menyajikan hasil survei dengan tiga indikator utama. Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa Indeks KerukunanIndeks Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Tapin 2024 menyajikan hasil survei dengan tiga indikator utama. Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa Indeks Kerukunan
STIMI BJMSTIMI BJM Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan arti penting bagi dosen dan pihak manajemen LPP dalam melakukan kerjasama. Bagi warga binaan, kegiatanKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan arti penting bagi dosen dan pihak manajemen LPP dalam melakukan kerjasama. Bagi warga binaan, kegiatan
IAESCOREIAESCORE Keunggulan utama metode ini adalah tidak memerlukan pengontrol linear, transformasi koordinat, atau modulator untuk konverter dan inverter. Hasil simulasiKeunggulan utama metode ini adalah tidak memerlukan pengontrol linear, transformasi koordinat, atau modulator untuk konverter dan inverter. Hasil simulasi
IAESCOREIAESCORE Fenomena hard to cook (HTC) berkembang karena penyimpanan biji kacang dalam kondisi suhu tinggi (≥ 25 °C) dan kelembaban tinggi (≥ 65 %). Biji kacangFenomena hard to cook (HTC) berkembang karena penyimpanan biji kacang dalam kondisi suhu tinggi (≥ 25 °C) dan kelembaban tinggi (≥ 65 %). Biji kacang