UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Jurnal Dikdas BantaraJurnal Dikdas Bantara

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti selaku Kepala Sekolah, guru di SD Negeri 2 Karangduren Kecamatan Pakisaji masih jarang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Hasil kegiatan prasiklus menunjukkan bahwa semua guru belum memaksimalkan penggunaan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan buzz group discussion dan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Karangduren. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru kelas sejumlah 6 orang guru di SD Negeri 2 Karangduren Kecamatan Pakisaji. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi yang terdiri dari lembar observasi diskusi, penilaian skenario pembelajaran, dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan peningkatan pada kegiatan diskusi, penilaian skenario pembelajaran, dan penilaian pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembinaan dengan metode bimbingan diskusi kelompok kecil atau buzz group discussion terbukti mampu meningkatkan kemampuan guru-guru di SD Negeri 2 Karangduren dalam menggunakan dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar peserta didiknya.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa proses pembinaan kemampuan guru dalam menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Karangduren melalui pelaksanaan diskusi kelompok kecil (buzz group discusion) terbukti dapat meningkatkan kemampuan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar.Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil penilaian terhadap ketiga aspek yang menjadi fokus perbaikan, yaitu aspek pengamatan diskusi kelompok kecil, aspek penyusunan skenario pembelajaran, dan aspek pelaksanaan pembelajaran.Hasil penilaian ketiga aspek tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pada aspek pengamatan diskusi kelompok kecil meningkat dari 64,17 menjadi 88,17 pada siklus terakhir, aspek penyusunan skenario pembelajaran meningkat dari 61,67 menjadi 86,67, dan aspek pelaksanaan pembelajaran meningkat dari 60 menjadi 86,11.Dari perolehan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penelitian dinyatakan berhasil, karena semua komponen yang diteliti menunjukkan hasil di atas kriteria keberhasilan sebesar 85%.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:. . 1. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi-strategi lain dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, selain buzz group discussion. Penelitian ini dapat fokus pada metode-metode pembelajaran yang melibatkan lingkungan sekolah secara lebih luas, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis komunitas.. . 2. Menganalisis lebih dalam tentang tantangan-tantangan yang dihadapi guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dapat menyelidiki faktor-faktor yang menghambat guru dalam menerapkan strategi-strategi pembelajaran berbasis lingkungan, serta mencari solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.. . 3. Mengembangkan model pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah secara lebih sistematis. Penelitian ini dapat bertujuan untuk merancang kurikulum atau modul pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar secara terstruktur, sehingga dapat diterapkan secara luas di berbagai sekolah dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Read online
File size315.82 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test