UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Jurnal Dikdas BantaraJurnal Dikdas Bantara

Penelitian ini merupakan upaya untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter setelah penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter, yang berjumlah 32 siswa. Objek penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa melalui model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPA siswa, nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 69,255 pada siklus I sebesar 75,5 dan pada siklus II sebesar 81,8. Selain itu, persentase ketuntasan belajar siswa juga meningkat, yaitu sebelum tindakan sebesar 62,5 %, siklus I sebesar 75 % dan siklus II sebesar 93,75 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif TGT dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII B semester 1 SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/2018.

Berdasarkan peneliti­an tindakan kelas ini, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter semester 1 tahun pelajaran 2017/2018.Hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata‑rasio hasil belajar IPA siswa dari 69,25 menjadi 81,8 dan persentase ketuntasan belajar IPA siswa dari 62,5 % menjadi 93,75 %.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan model TGT terhadap motivasi belajar siswa, misalnya dengan menanyakan apakah peningkatan hasil belajar tetap berlanjut setelah satu semester berlalu. Selain itu, dapat juga dipertimbangkan studi perbandingan antara model TGT dengan metode pembelajaran kooperatif lain, seperti Jigsaw atau Think‑Pair‑Share, untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam peningkatan hasil belajar. Akhirnya, peneliti dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang memoderasi efektivitas TGT, seperti tingkat keanekaragaman kelompok atau jumlah anggota tim, guna memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran kooperatif yang lebih efektif.

Read online
File size299.64 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test