UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Jurnal Dikdas BantaraJurnal Dikdas BantaraPenelitian ini merupakan studi komparatif kuantitatif yang membandingkan prevalensi, tingkat keparahan, dan faktor penyebab kecemasan sosial antara mahasiswa Indonesia dan Korea Selatan. Data dikumpulkan dari 400 mahasiswa (200 per negara) menggunakan Social Interaction Anxiety Scale (SIAS). Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa Korea Selatan memiliki skor kecemasan sosial yang lebih tinggi (M=42,3, SD=10,2) dibandingkan mahasiswa Indonesia (M=34,7, SD=11,8; t=7,12, p<.001, d=0,71). Perbedaan gender lebih nyata di Korea Selatan, di mana mahasiswa perempuan melaporkan kecemasan yang lebih tinggi daripada laki‑laki (p=.03), sementara di Indonesia tidak ada perbedaan signifikan (p=.08). Tekanan akademik berhubungan lebih kuat dengan kecemasan sosial di Korea Selatan (r=.49, p<.001) dibandingkan Indonesia (r=.32, p=.01). Temuan ini menekankan kebutuhan akan strategi kesehatan mental yang responsif budaya dan kebijakan pendidikan yang mendukung lingkungan belajar di kedua negara.
Mahasiswa Korea Selatan menunjukkan tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa Indonesia, dengan faktor utama perbandingan akademik dan ekspektasi sosial yang kuat.Di Indonesia, kecemasan lebih diarahkan pada situasi penilaian individual seperti berbicara di depan umum.Perbedaan gender lebih mencolok di Korea Selatan, mencerminkan tekanan kompetisi gender.Hubungan yang lebih kuat antara tekanan akademik dan kecemasan sosial di Korea Selatan menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang lebih kompetitif berkontribusi pada tingkat kecemasan yang lebih tinggi.
Di Indonesia, kembangkan program latih keterampilan berbicara di depan umum yang terintegrasi dalam kurikulum, sekaligus lakukan skrining rutin untuk mengidentifikasi mahasiswa yang memerlukan intervensi; di Korea Selatan, lakukan penelitian longitudinal untuk memantau perubahan tingkat kecemasan sepanjang perguruan tinggi dan uji coba pendekatan pembelajaran kolaboratif sebagai alternatif sistem penilaian berbasis kompetisi, serta evaluasi dampak kebijakan regulasi jam belajar terhadap pengurangan tekanan akademik dan kecemasan sosial.
| File size | 382.26 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Penelitian selanjutnya harus mengatasi kesenjangan ini dengan menyelidiki pengaruh eksternal, mengidentifikasi pendekatan pedagogis yang praktis dan efektif,Penelitian selanjutnya harus mengatasi kesenjangan ini dengan menyelidiki pengaruh eksternal, mengidentifikasi pendekatan pedagogis yang praktis dan efektif,
AMSIRAMSIR Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan berita kriminal memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan rasa takut akan kejahatan di kalangan masyarakatPenelitian ini menyimpulkan bahwa paparan berita kriminal memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan rasa takut akan kejahatan di kalangan masyarakat
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Data dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan Lisrel. Temuan menunjukkan bahwa model yang diajukan berhasil menangkap hubunganData dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan Lisrel. Temuan menunjukkan bahwa model yang diajukan berhasil menangkap hubungan
OJSOJS Kritik sosial yang disajikan dalam film ini merepresentasikan realitas masyarakat dan memberikan refleksi bagi penonton tentang pentingnya perubahan polaKritik sosial yang disajikan dalam film ini merepresentasikan realitas masyarakat dan memberikan refleksi bagi penonton tentang pentingnya perubahan pola
INDO INTELLECTUALINDO INTELLECTUAL Sumber utama data penelitian yaitu artikel ilmiah pada basis data di Google Scholar, dengan rentang publikasi tahun 1988 sampai dengan tahun 2024. KataSumber utama data penelitian yaitu artikel ilmiah pada basis data di Google Scholar, dengan rentang publikasi tahun 1988 sampai dengan tahun 2024. Kata
UM MetroUM Metro Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 45 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. Data dikumpulkanMetode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 45 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. Data dikumpulkan
UKRIMUKRIM Di Jepang, CBT untuk gangguan suasana hati pertama kali dimasukkan dalam cakupan Asuransi Kesehatan Nasional, dan kemudian diperluas untuk gangguan kejiwaanDi Jepang, CBT untuk gangguan suasana hati pertama kali dimasukkan dalam cakupan Asuransi Kesehatan Nasional, dan kemudian diperluas untuk gangguan kejiwaan
PARAMADINAPARAMADINA Pada tahapan pelaksanaan, beberapa kendala yang dialami yaitu kurangnya pengetahuan mengenai MBKM, kesulitan dalam proses konversi SKS program studi denganPada tahapan pelaksanaan, beberapa kendala yang dialami yaitu kurangnya pengetahuan mengenai MBKM, kesulitan dalam proses konversi SKS program studi dengan
Useful /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Penelitian ini dipacu oleh fakta bahwa kecerdasan kinestetik siswa sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler menari belum dikembangkan secara optimal,Penelitian ini dipacu oleh fakta bahwa kecerdasan kinestetik siswa sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler menari belum dikembangkan secara optimal,
UNKRISUNKRIS Serta waktu siklus yang semula membutuhkan waktu 43,4 menit untuk mengerjakan 1 peti HPL, menjadi 37,0 menit sehingga output yang dihasilkan operator punSerta waktu siklus yang semula membutuhkan waktu 43,4 menit untuk mengerjakan 1 peti HPL, menjadi 37,0 menit sehingga output yang dihasilkan operator pun
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Pendekatan yang diusulkan meliputi penggunaan teknologi pengolahan suhu rendah, mikroenkapsulasi, dan nanoemulsi untuk mempertahankan kualitas nutrisiPendekatan yang diusulkan meliputi penggunaan teknologi pengolahan suhu rendah, mikroenkapsulasi, dan nanoemulsi untuk mempertahankan kualitas nutrisi
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Modul kesiapsiagaan bencana yang diusulkan dimaksudkan untuk diimplementasikan dalam kurikulum sekolah guna meningkatkan kesiapan psikososial dan kepercayaanModul kesiapsiagaan bencana yang diusulkan dimaksudkan untuk diimplementasikan dalam kurikulum sekolah guna meningkatkan kesiapan psikososial dan kepercayaan