JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO

EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan, Sains dan TeknologiEDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi

Keterampilan menulis komunikasi sangat penting dalam pembelajaran sains, namun siswa sering menunjukkan kemampuan rendah dalam mengekspresikan ide ilmiah secara terstruktur dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi modul pembelajaran sains berbantuan Teachable Machine untuk meningkatkan keterampilan menulis komunikasi siswa kelas tujuh. Penelitian menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE dan desain satu kelompok pretest‑posttest untuk menguji efektivitasnya. Sampel penelitian terdiri atas 30 siswa kelas tujuh, dengan data dikumpulkan melalui lembar validasi, lembar observasi, tes menulis komunikasi, dan kuesioner respons siswa. Hasil menunjukkan modul mencapai tingkat validitas tinggi (86 %) dan praktikalitas (88 %), yang menandakan kecocokan dan kelayakan implementasi di kelas. Analisis efektivitas menunjukkan peningkatan sedang pada keterampilan menulis komunikasi siswa dengan nilai N‑gain 0,67. Respons siswa juga memperlihatkan persepsi positif terhadap modul dengan skor rata‑rata 83 %. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi kegiatan menulis terstruktur dan teknologi AI interaktif dapat mendukung siswa dalam mengorganisir serta mengekspresikan ide ilmiah secara lebih efektif. Namun, hasil terbatas oleh periode implementasi yang singkat dan penggunaan satu kelompok, sehingga penelitian lanjutan diperlukan dengan sampel lebih besar dan periode implementasi lebih lama.

Penelitian ini mengembangkan modul pembelajaran sains berbantuan Teachable Machine untuk meningkatkan keterampilan menulis komunikasi siswa SMP.Hasil menunjukkan modul memenuhi kriteria validitas, praktikalitas, dan efektivitas, dengan peningkatan sedang pada keterampilan menulis komunikasi serta kemampuan siswa dalam mengorganisir dan menyampaikan ide ilmiah secara lebih jelas.Namun, keterbatasan periode implementasi yang singkat dan penggunaan satu kelompok mengharuskan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan durasi lebih lama.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan sampel dengan melibatkan sejumlah sekolah menengah pertama yang beragam dalam wilayah geografis dan latar belakang sosial‑ekonomi untuk menguji generalisasi efektivitas modul, sehingga dapat mengevaluasi apakah hasil peningkatan keterampilan menulis komunikasi tetap konsisten pada populasi yang lebih luas. Selanjutnya, studi longitudinal dengan durasi implementasi selama satu semester atau lebih diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang modul terhadap retensi keterampilan menulis dan transfer kemampuan ke konteks ilmiah lainnya, yang akan memberikan gambaran lebih komprehensif tentang keberlanjutan manfaat pembelajaran. Akhirnya, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi umpan balik adaptif berbasis kecerdasan buatan dalam modul, dimana sistem secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan dan memberikan saran perbaikan pribadi kepada siswa, guna meningkatkan personalisasi proses belajar dan memaksimalkan perkembangan keterampilan menulis komunikatif.

Read online
File size537.44 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test