JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO
Jurnal Pendidikan dan KewirausahaanJurnal Pendidikan dan KewirausahaanPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pembentukan karakter dan peradaban bangsa, sebagaimana yang ditegaskan oleh Ki Hajar Dewantara (KHD) bahwa pendidikan adalah tempat persemaian benih‑benih kebudayaan (Dewantara, 1961). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan deskriptif mengenai proses internalisasi nilai‑nilai pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam konteks spesifik program Tujuh Poe Atikan Purwakarta di SDN Babakansari. Studi kasus diterapkan untuk memfokuskan kajian pada satu lokasi dan program unik secara intensif, sehingga menghasilkan data yang kaya dan komprehensif. Proses internalisasi nilai‑nilai pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam kegiatan tematik Tujuh Poe Atikan Purwakarta di SDN Babakansari dilaksanakan melalui harmonisasi peran guru sebagai Pamong yang menerapkan trilogi Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani dalam setiap tema harian, mulai dari penanaman sikap nasionalis (Ajeg Nusantara) hingga spiritual (Nyucikeun Diri). Program ini memberikan ruang bagi Merdeka Belajar yang diarahkan pada penumbuhan Budi Pekerti berbasis kearifan lokal Sunda. Meskipun terdapat tantangan dalam konsistensi implementasi, program tematik ini telah berhasil menjadi media kontekstual dan berkelanjutan untuk menuntun siswa mencapai kecakapan hidup dan kemuliaan karakter sebagaimana dicita‑citakan oleh Ki Hajar Dewantara.
Proses internalisasi nilai‑nilai pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam kegiatan tematik Tujuh Poe Atikan Purwakarta di SDN Babakansari dilaksanakan melalui harmonisasi peran guru sebagai Pamong yang menerapkan trilogi Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani dalam setiap tema harian, mulai dari penanaman sikap nasionalis (Ajeg Nusantara) hingga spiritual (Nyucikeun Diri).Program ini memberikan ruang bagi Merdeka Belajar yang diarahkan pada penumbuhan Budi Pekerti berbasis kearifan lokal Sunda.Meskipun terdapat tantangan dalam konsistensi implementasi, program tematik ini telah berhasil menjadi media kontekstual dan berkelanjutan untuk menuntun siswa mencapai kecakapan hidup dan kemuliaan karakter sebagaimana dicita‑citakan oleh Ki Hajar Dewantara.
Perlu diteliti bagaimana model pelibatan orang tua dapat mendukung konsistensi nilai di rumah, misalnya dengan evaluasi rutin kerjasama guru‑keluarga; selanjutnya, diteliti juga efektivitas integrasi teknologi digital dalam memperkuat nilai kearifan lokal, sehingga siswa dapat menyalurkan kreativitas melalui media modern; terakhir, perlu diselidiki dampak jangka panjang program Tujuh Poe Atikan terhadap perkembangan karakter siswa, termasuk perubahan perilaku di luar sekolah, untuk memahami keberlanjutan karakter yang dibentuk.
| File size | 396.7 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIDAIAIDA Penerapan digitalisasi pendidikan perlu memperhatikan kebijakan, strategi pembelajaran, dan pelaksanaan digitalisasi. Fokus pada nilai agama dan ilmu teknologiPenerapan digitalisasi pendidikan perlu memperhatikan kebijakan, strategi pembelajaran, dan pelaksanaan digitalisasi. Fokus pada nilai agama dan ilmu teknologi
UNYUNY ; (5) keterampilan vokasional yang intinya adalah bagaimana menjadikan hobi dan bakat menjadi usaha untuk hidup mandiri; dan (6) keterampilan adversity; (5) keterampilan vokasional yang intinya adalah bagaimana menjadikan hobi dan bakat menjadi usaha untuk hidup mandiri; dan (6) keterampilan adversity
UNYUNY Hambatan yang muncul antara lain adalah kurangnya perhatian guru terhadap masalah pramuka dan banyaknya siswa yang tidak suka mengikuti kegiatan kepramukaan.Hambatan yang muncul antara lain adalah kurangnya perhatian guru terhadap masalah pramuka dan banyaknya siswa yang tidak suka mengikuti kegiatan kepramukaan.
UNYUNY Anak memiliki pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral yang rendah, serta karakter yang lemah ketika iklim keluarga dan keteladanan orangAnak memiliki pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral yang rendah, serta karakter yang lemah ketika iklim keluarga dan keteladanan orang
UNYUNY Penanaman karakter dilakukan dengan pembiasaan melalui kegiatan rutin, spontan, keteladanan, dan pengondisian. Sekolah bekerja sama dengan orang tua untukPenanaman karakter dilakukan dengan pembiasaan melalui kegiatan rutin, spontan, keteladanan, dan pengondisian. Sekolah bekerja sama dengan orang tua untuk
UNDIKSHAUNDIKSHA Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelasPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas
UNDIKSHAUNDIKSHA Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan Program Pendidikan Berbasis Kesadaran (Consciousness-Based Education) telah terlaksana sejak tahun 2012. DalamHasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan Program Pendidikan Berbasis Kesadaran (Consciousness-Based Education) telah terlaksana sejak tahun 2012. Dalam
STAISAMSTAISAM Penelitian ini diambil berdasarkan permasalahan tentang bagaimana penanaman karakter peduli sosial disekolah dan bagaimana implementasi guru dalam menanamkanPenelitian ini diambil berdasarkan permasalahan tentang bagaimana penanaman karakter peduli sosial disekolah dan bagaimana implementasi guru dalam menanamkan
Useful /
JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO Celah penelitian utama adalah bahwa sebagian besar model deteksi objek (bersifat spasial) gagal memahami konteks temporal (pola gerakan dari waktu ke waktu)Celah penelitian utama adalah bahwa sebagian besar model deteksi objek (bersifat spasial) gagal memahami konteks temporal (pola gerakan dari waktu ke waktu)
UNYUNY Karakter disiplin peserta didik semakin berkembang melalui pembelajaran tematik dengan menggunakan bahan ajar terintegrasi nilai karakter yang ditunjukkanKarakter disiplin peserta didik semakin berkembang melalui pembelajaran tematik dengan menggunakan bahan ajar terintegrasi nilai karakter yang ditunjukkan
STIAB JINARAKKHITASTIAB JINARAKKHITA Tahap tertinggi, brand resonance, dibangun oleh narasi emosional tentang ketahanan komunitas dalam menghadapi pandemi dan peran generasi adat dalam melestarikanTahap tertinggi, brand resonance, dibangun oleh narasi emosional tentang ketahanan komunitas dalam menghadapi pandemi dan peran generasi adat dalam melestarikan
STIAB JINARAKKHITASTIAB JINARAKKHITA Namun, pengaruh media digital sebesar 47% juga menunjukkan bahwa ada 53% faktor eksternal lainnya yang berperan dalam membentuk pola konsumsi informasiNamun, pengaruh media digital sebesar 47% juga menunjukkan bahwa ada 53% faktor eksternal lainnya yang berperan dalam membentuk pola konsumsi informasi