UNDIKSHAUNDIKSHA
Ganesha Civic Education JournalGanesha Civic Education JournalPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman nilai-nilai karakter religius melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila pada siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Singaraja, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas XII yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta triangulasi untuk temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjamin validitas penanaman nilai religius dilakukan secara interaktif dan kontekstual melalui diskusi, studi kasus, pembiasaan doa, refleksi, serta keteladanan guru. Nilai yang ditanamkan meliputi keimanan, kejujuran, toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Hambatan yang dihadapi antara lain perbedaan latar belakang siswa, kurangnya minat belajar, keterbatasan waktu, serta pengaruh lingkungan dan media sosial. Upaya yang dilakukan meliputi penggunaan metode pembelajaran yang variatif, penguatan keteladanan, pembinaan berkelanjutan, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penanaman nilai-nilai karakter religius melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila pada siswa kelas XII di SMA Muhammadiyah 2 Singaraja, dapat disimpulkan bahwa proses internalisasi nilai religius telah dilaksanakan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, baik melalui aspek kognitif, afektif, maupun perilaku.Guru tidak hanya menyampaikan materi Pendidikan Pancasila secara konseptual, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai keagamaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.Nilai-nilai seperti keimanan, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, disiplin, dan kepedulian sosial diinternalisasikan melalui pembiasaan doa sebelum pembelajaran, pemberian contoh konkret dalam kehidupan bermasyarakat, diskusi kasus-kasus sosial yang dikaitkan dengan nilai moral dan agama, serta refleksi di akhir pembelajaran.Dengan demikian, Pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran normatif, tetapi juga sebagai wahana strategis dalam membentuk karakter religius siswa secara sistematis dan berkelanjutan.Namun demikian, proses penanaman nilai karakter religius tersebut tidak terlepas dari berbagai hambatan.Perbedaan latar belakang keluarga, tingkat pemahaman keagamaan, serta kesadaran religius siswa menjadi faktor internal yang memengaruhi keberhasilan internalisasi nilai.Selain itu, faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi digital, penggunaan media sosial yang kurang terkontrol, serta keterbatasan waktu pembelajaran juga menjadi tantangan tersendiri.Rendahnya minat sebagian siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila turut berdampak pada kurang optimalnya proses pendalaman nilai secara komprehensif.Kondisi ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius bukanlah proses instan, melainkan memerlukan konsistensi, dukungan lingkungan, serta pendekatan pedagogis yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penelitian dapat mengeksplorasi strategi pembelajaran yang menggabungkan teknologi digital dengan nilai-nilai religius, misalnya melalui pengembangan aplikasi atau platform pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan agama. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran orang tua dan keluarga dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa, serta bagaimana sinergi antara sekolah dan keluarga dapat ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif. Terakhir, penelitian dapat menganalisis dampak jangka panjang dari Pendidikan Pancasila terhadap pembentukan karakter religius siswa, termasuk bagaimana nilai-nilai yang ditanamkan dapat bertahan dan diterapkan dalam kehidupan mereka setelah lulus dari sekolah.
- KONTRIBUSI PENDIDIKAN PANCASILA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA KELAS XII SMA MUHAMMADIYAH... doi.org/10.23887/gancej.v8i1.7027KONTRIBUSI PENDIDIKAN PANCASILA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA KELAS XII SMA MUHAMMADIYAH doi 10 23887 gancej v8i1 7027
- 0. system maintenance cv rayyan dwi bharata publishing journal services currently undergoing scheduled... rayyanjurnal.com/index.php/IJEDR/article/view/63370 system maintenance cv rayyan dwi bharata publishing journal services currently undergoing scheduled rayyanjurnal index php IJEDR article view 6337
- Pembentukan Karakter Religius Siswa SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar Dalam Pandangan Behavioristik... journal.ilmudata.co.id/index.php/RIGGS/article/view/3489Pembentukan Karakter Religius Siswa SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar Dalam Pandangan Behavioristik journal ilmudata index php RIGGS article view 3489
- Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila: Strategi Membentuk Generasi Emas | Pubmedia Social Sciences and... doi.org/10.47134/pssh.v3i2.473Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila Strategi Membentuk Generasi Emas Pubmedia Social Sciences and doi 10 47134 pssh v3i2 473
| File size | 411.58 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNMUNM Kegiatan edukasi kesehatan meningkatkan kesadaran guru tentang pentingnya pemeriksaan rutin dan penerapan perilaku hidup sehat. Hal ini menunjukkan bahwaKegiatan edukasi kesehatan meningkatkan kesadaran guru tentang pentingnya pemeriksaan rutin dan penerapan perilaku hidup sehat. Hal ini menunjukkan bahwa
IAI TABAHIAI TABAH Quarter life crisis merupakan fenomena krisis emosional akibat ketidaksiapan individu dalam masa emerging adulthood. Isolasi yang dilakukan individu ketikaQuarter life crisis merupakan fenomena krisis emosional akibat ketidaksiapan individu dalam masa emerging adulthood. Isolasi yang dilakukan individu ketika
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur, penelitian ini mengkaji konsep penulis tentang pendidikan tasawuf dan relevansinya dengan pengembanganDengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur, penelitian ini mengkaji konsep penulis tentang pendidikan tasawuf dan relevansinya dengan pengembangan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO The educational values of Luqman Hakim that are raised include aqidah, sharia, and morals which are sourced from Luqman Hakims advice in the Al-Quran SurahThe educational values of Luqman Hakim that are raised include aqidah, sharia, and morals which are sourced from Luqman Hakims advice in the Al-Quran Surah
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Model ini diterapkan dalam pembelajaran PAI dengan pendekatan yang memfokuskan pada keterlibatan aktif siswa melalui lima tahap pembelajaran. PenerapanModel ini diterapkan dalam pembelajaran PAI dengan pendekatan yang memfokuskan pada keterlibatan aktif siswa melalui lima tahap pembelajaran. Penerapan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Di zaman sekarang, kultur religius di sekolah mulai luntur. Satu diantaranya yaitu mengenai lunturnya kultur religius sekolah berupa ketawadhuan yang ditandaiDi zaman sekarang, kultur religius di sekolah mulai luntur. Satu diantaranya yaitu mengenai lunturnya kultur religius sekolah berupa ketawadhuan yang ditandai
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Berdasarkan hasil penelitian tentang pembinaan karakter religius peserta didik melalui budaya sekolah di SMA Negeri 2 Ponorogo, peneliti menyimpulkan bahwaBerdasarkan hasil penelitian tentang pembinaan karakter religius peserta didik melalui budaya sekolah di SMA Negeri 2 Ponorogo, peneliti menyimpulkan bahwa
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Seperti kebiasaan buruk yang dimiliki siswa yaitu malas, kurang disiplin, ramai saat kegiatan, kesulitan dalam hafalan, dan saat mengaji metode ummi tidakSeperti kebiasaan buruk yang dimiliki siswa yaitu malas, kurang disiplin, ramai saat kegiatan, kesulitan dalam hafalan, dan saat mengaji metode ummi tidak
Useful /
UNMUNM Program berhasil meningkatkan kesadaran remaja akan penggunaan AI secara bijak, sehingga teknologi dapat mendukung, bukan mengganggu, kesehatan mental.Program berhasil meningkatkan kesadaran remaja akan penggunaan AI secara bijak, sehingga teknologi dapat mendukung, bukan mengganggu, kesehatan mental.
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh academic self-efficacy dan self-control terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA, baik secara parsialPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh academic self-efficacy dan self-control terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA, baik secara parsial
UNESAUNESA Populasi penelitian adalah 30 peserta didik kelas X-3 SMA Negeri 1 Gedangan yang dipilih berdasarkan hasil analisis AKPD pada kegiatan PLP Agustus-SeptemberPopulasi penelitian adalah 30 peserta didik kelas X-3 SMA Negeri 1 Gedangan yang dipilih berdasarkan hasil analisis AKPD pada kegiatan PLP Agustus-September
CAHAYAMANDALIKACAHAYAMANDALIKA Penggunaan alat pelindung diri yang digunakan oleh apoteker di masa pandemi covid-19 diantaranya adalah masker dan sarung tangan yang disesuaikan солненPenggunaan alat pelindung diri yang digunakan oleh apoteker di masa pandemi covid-19 diantaranya adalah masker dan sarung tangan yang disesuaikan солнен