UNKRISUNKRIS

INDUSTRIKRISNAINDUSTRIKRISNA

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji sekaligus menekan risiko operasional pada proses pengadaan barang dan jasa di Kementerian Perindustrian. Kegiatan penelitian dilakukan di Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Kementerian Perindustrian, Jakarta, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi. Metode yang diterapkan adalah House of Risk (HOR) yang mencakup dua fase, yaitu HOR 1 untuk mengidentifikasi risiko dan menetapkan prioritas penyebab risiko berdasarkan nilai Aggregate Risk Priority (ARP), serta HOR 2 untuk merancang strategi mitigasi dengan mempertimbangkan rasio efektivitas terhadap tingkat kesulitan (ETD). Hasil penelitian memperlihatkan terdapat 20 kategori barang dan 17 kategori jasa dengan total nilai pengadaan mencapai Rp 2,37 miliar, sementara estimasi kerugian akibat risiko operasional tercatat sebesar Rp 48 juta atau sekitar 2% dari total nilai. Implementasi metode HOR berhasil menurunkan jumlah kejadian risiko dari 23 menjadi 10 kasus, serta menekan nilai kerugian hingga Rp 216,4 juta atau sekitar 56,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode House of Risk terbukti efektif dalam mendukung penyusunan strategi pengadaan yang lebih terpercaya, efisien, dan minim risiko, serta mampu meningkatkan manajemen risiko operasional di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Metode House of Risk terbukti efektif dalam mengelola risiko operasional pengadaan barang dan jasa di Kementerian Perindustrian.Penelitian berhasil mengidentifikasi risiko utama, menetapkan prioritas agen risiko melalui ARP, dan merancang strategi mitigasi berdasarkan rasio efektivitas-keberkesanannya.Implementasi strategi ini secara signifikan menurunkan kejadian risiko dan besaran kerugian, menunjang peningkatan efisiensi, transparansi, dan pengelolaan anggaran.

Untuk memperkuat pemahaman tentang dampak jangka panjang, peneliti dapat mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi selanjutnya melalui analisis longitudinal; selanjutnya, studi komparatif antara aplikasi House of Risk dengan metode manajemen risiko lain dalam konteks pengadaan publik dapat menambah validitas temuan; dan pada akhirnya, penelitian lapangan di kementerian lain di Indonesia akan memberikan insight kualitatif terhadap generalisasi metode ini dalam sektor publik.

Read online
File size1.64 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test