UNKRISUNKRIS

INDUSTRIKRISNAINDUSTRIKRISNA

Penelitian ini membahas pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole di PT Hwaseung Indonesia. Masalah utama yang dihadapi adalah masih tingginya tingkat kecacatan produk berupa poor trimming, over cement, dirty, dan yellowing yang berdampak pada efisiensi produksi dan kualitas produk. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) serta analisis risiko menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai level sigma untuk jenis cacat poor trimming sebesar 6,83, yellowing sebesar 6,86, over cement sebesar 6,85, dan dirty sebesar 6,88, yang seluruhnya termasuk kategori green belt. Melalui analisis FMEA, penyebab dominan dari kecacatan antara lain operator kurang terampil, penggunaan alat yang tumpul, aplikasi lem yang tidak terkontrol, lingkungan kerja yang kotor, serta paparan sinar UV. Usulan perbaikan yang direkomendasikan meliputi pelatihan operator, pengasahan alat secara terjadwal, penggunaan alat takaran lem otomatis, penerapan 5S di lingkungan kerja, serta penggunaan bahan baku tahan UV. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan Six Sigma yang dipadukan dengan FMEA efektif dalam mengidentifikasi akar masalah, mengurangi pemborosan, serta meningkatkan kualitas produk outsole sehingga mampu mendukung daya saing perusahaan.

Pengendalian kualitas dalam produksi outsole melibatkan inspeksi berlapis dari bahan baku hingga inspeksi akhir, namun konsistensi operator dan standar kerja masih menjadi kendala yang menyebabkan cacat.Level sigma produksi masih belum optimal karena keterlambatan bahan baku yang mempengaruhi stabilitas proses.Oleh karena itu, peningkatan pengendalian proses dan manajemen pasokan bahan baku sangat diperlukan untuk meningkatkan level sigma dan menurunkan jumlah defect.

Sebelum menerapkan kebijakan baru, perusahaan dapat melihat dampak penerapan 5S secara terukur terhadap penurunan tingkat dirty dan over cement. Selanjutnya, penelitian lanjutan dapat meneliti penggunaan sensor UV dan data real‑time untuk memprediksi yellowing, sehingga proses perbaikan dapat dilakukan lebih cepat. Terakhir, integrasi analitik prediktif berbasis machine learning pada pemeliharaan pisau trimming dapat meminimalkan cacat poor trimming, sehingga memelihara level sigma di atas standar green belt.

  1. Analisis Pengendalian Kualitas dengan Metode Six Sigma dan FMEA pada Line Assembly PT Sakai Indonesia... jim.usk.ac.id/EKM/article/view/29422Analisis Pengendalian Kualitas dengan Metode Six Sigma dan FMEA pada Line Assembly PT Sakai Indonesia jim usk ac EKM article view 29422
  2. Implementasi Metode DMAIC pada Pengendalian Kualitas Sole Plate di PT Kencana Gemilang | Jurnal PASTI... doi.org/10.22441/pasti.2020.v14i2.007Implementasi Metode DMAIC pada Pengendalian Kualitas Sole Plate di PT Kencana Gemilang Jurnal PASTI doi 10 22441 pasti 2020 v14i2 007
  3. ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SEPATU MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN KAIZEN PADA CV. SEPATU... doi.org/10.33373/profis.v10i1.4290ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SEPATU MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN KAIZEN PADA CV SEPATU doi 10 33373 profis v10i1 4290
  4. Penerapan DMAIC dan FMEA Untuk Pengendalian Kualitas Produk Kemasan Kertas Perusahaan Percetakan PT.XYZ... ejurnal.itats.ac.id/senopati/article/view/4562Penerapan DMAIC dan FMEA Untuk Pengendalian Kualitas Produk Kemasan Kertas Perusahaan Percetakan PT XYZ ejurnal itats ac senopati article view 4562
Read online
File size707.8 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test