UNKRISUNKRIS

INDUSTRIKRISNAINDUSTRIKRISNA

Cafe Kopinan 24 Jepara merupakan usaha kuliner yang beroperasi selama 24 jam dan sering mengalami antrean panjang pada jam sibuk, khususnya pukul 20.00–23.00 pada akhir pekan. Tingginya tingkat kedatangan pelanggan yang tidak diimbangi dengan kapasitas pelayanan pada proses pemesanan dan pembayaran menyebabkan waktu tunggu meningkat dan menurunkan efektivitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem antrean yang berjalan serta menentukan konfigurasi pelayanan yang lebih optimal. Orisinalitas penelitian terletak pada perbandingan kinerja sistem antrean satu pelayan dan dua pelayan yang didukung oleh analisis teoritis dan simulasi kejadian diskrit. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan teori antrean dengan parameter tingkat kedatangan dan tingkat pelayanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem antrean satu pelayan memiliki tingkat utilisasi sebesar 89%, rata‑rata panjang antrean tujuh pelanggan, serta waktu tunggu rata‑rata 4–5 menit, yang mengindikasikan sistem belum optimal. Penerapan skenario perbaikan menggunakan sistem dua pelayan menghasilkan penurunan signifikan pada waktu tunggu, panjang antrean, dan beban kerja pelayanan. Hasil simulasi ProModel memperkuat bahwa penambahan satu pelayan pada jam sibuk dapat mengurangi hambatan pelayanan dan meningkatkan kelancaran alur proses. Dengan demikian, sistem antrean dua pelayan direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan di Cafe Kopinan 24 Jepara.

Penelitian menunjukkan bahwa sistem antrean satu pelayan pada Cafe Kopinan 24 Jepara bekerja hampir pada kapasitas maksimum, menghasilkan antrean panjang dan waktu tunggu yang tinggi.Penambahan satu pelayan, sehingga menerapkan model M/M/2, secara signifikan menurunkan tingkat utilisasi, panjang antrean, dan waktu tunggu, serta menghilangkan kegagalan melayani pelanggan.Oleh karena itu, disarankan untuk mengimplementasikan konfigurasi dua pelayan pada jam sibuk guna mengoptimalkan efisiensi dan kepuasan pelanggan.

Untuk memperluas pemahaman tentang dinamika layanan kafe 24 jam, penelitian berikutnya dapat mengeksplorasi penggunaan sistem antrian multi‑channel dengan variabel waktu kedatangan yang tidak stasioner, sehingga dapat menyesuaikan jumlah pelayan secara dinamis berdasarkan prediksi pola kedatangan. Penelitian tambahan juga sebaiknya mengkaji pengaruh integrasi sistem pemesanan digital dan mobilitas pelayan terhadap waktu tunggu, guna menilai apakah teknologi dapat menambah kapasitas layanan lebih efisien daripada menambah pelayan fisik. Selanjutnya, studi longitudinal yang memantau perubahan kepuasan pelanggan sebelum dan sesudah implementasi model M/M/2 akan memberikan bukti empiris tentang dampak jangka panjang terhadap loyalitas dan profitabilitas kafe.

  1. superslotทดลองเล่น👜สล็อตเว็บตรง ค่ายใหญ่... mathjournal.unram.ac.id/index.php/Griya/article/view/531superslotiuNAuOocuuNiANoiN EOEsO mathjournal unram ac index php Griya article view 531
  2. ANALISIS EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SERVER DI WAKTU TERTENTU PADA SISTEM ANTRIAN TOKO PUPUK SUMBER TANI:... doi.org/10.70248/jmie.v2i2.1708ANALISIS EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SERVER DI WAKTU TERTENTU PADA SISTEM ANTRIAN TOKO PUPUK SUMBER TANI doi 10 70248 jmie v2i2 1708
  3. ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA UMKM KEDAI KOPI DAONG DALAM UPAYA PENINGKATAN EFISIENSI PELAYANAN | Entrepreneurship... essence-feb.unpak.ac.id/index.php/Essence/article/view/10ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA UMKM KEDAI KOPI DAONG DALAM UPAYA PENINGKATAN EFISIENSI PELAYANAN Entrepreneurship essence feb unpak ac index php Essence article view 10
  4. PROSES ANTRIAN DENGAN KEDATANGAN BERDISTRIBUSI POISSON DAN POLA PELAYANAN BERDISTRIBUSI GENERAL | Sugito... ejournal.undip.ac.id/index.php/media_statistika/article/view/5668PROSES ANTRIAN DENGAN KEDATANGAN BERDISTRIBUSI POISSON DAN POLA PELAYANAN BERDISTRIBUSI GENERAL Sugito ejournal undip ac index php media statistika article view 5668
Read online
File size704.56 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test